Home / Politik & Hukum / Di Duga Kemang Pratama Kota Bekasi Caplok Lahan Warga

Di Duga Kemang Pratama Kota Bekasi Caplok Lahan Warga

 

LensaHukum.co.id - IMG 20190904 WA0014 1 - Di Duga Kemang Pratama Kota Bekasi Caplok Lahan Warga

LENSA HUKUM

KOTA BEKASI

Dengan adanya pengeplangan di atas tanah yang berlokasi diperumahan Kemang Pratama,seluas kurang lebih 1,8 Hektar oleh beberapa ahli waris dari Lemban Bapak Lepah,menjadi panjang beberapa kejadian kejadian yang kurang bertanggung jawab dari pihak pengembang dan oknum pemeritahan wilayah terutama wilayah Desa atau Kelurahan setempat dalam pembelian atau pembebasan sehingga menimbulkan kerugian atas hak para ahli waris,Seperti yang di temui oleh Awak Media saat itu.

Pasalnya Saat diwawancarai singkat Media Lensa Hukum,Ardi Wijaya selaku kuasa hukum dari ahli waris mengatakan ” bahwa pihak ahliwaris sudah melayangkan surat somasi kepada Kemang Pratama,tetapi tidak ada jawaban dan hanya di pingpong saja bahwa Kemang Pratama masih menginduk ke PT.Cipta Bangun Persada,setelah dikonfirmasi ternyata beda jawabanya. Dan dari pihak Ketua RW setempat coba memediasikan denga pihak ahi waris dan akan menyampaikan ke pihak Kemang Pratama tetapi tidak ada tanggaan juga dan Kami pun melakukan Pengepalan. Dan ini berindikasi bahwa pihak Kemang Pratama,(03/09/2019). Hal ini menganggap sepele dan tidak ada itikad baik dalam penyelesaian masalah ini, ” Tegasnya.

LensaHukum.co.id - IMG 20190904 WA0011 - Di Duga Kemang Pratama Kota Bekasi Caplok Lahan WargaLanju Ardi ” karena tidak ada tanggapan dari pihak Kemang Pratama maka Kami melakukan Pengeplangan karena menurut kami ini adalah masih hak kami, ” Pungkasnya. Dirangkum dari penjelasan Kuasa Hukum dengan data yang ada sebagai berikut :
Data data girik Lemban Bapak.Lepah
1.Girik c nomor 387 a/n Lemban Bapak Lepah tahun 1958.
2.KP 41 yg dikeluarkan oleh Kepala Ipeda pada thn 1958.
3.Tupi atau pajak Ipeda tahun 1958.
4.PBB tahun 1997/1998 atas nama Lemban Lepah.
5.Surat Keterangan Persil dari Dispenda seluas 51.260 M2 atas nama Lemban Lepah.

Resume Perkara

1.Bahwa Lemban bapak lepah memiliki sebidang tanah yang terletak di Desa Ladjung Sari,Kecamatan Bekasi Kabupaten Djatinegara yang sekarang sudah berubah menjadi Kelurahan Sepanjang Jaya Kecamatan Rawa Lumbu Kota Madya Bekasi,dengan C Desa tercatat nomor 387 terbagi menjadi 4 persil seluas 51.260 M2,menurut catatan yang ada girik tersebut blm pernah dijual belikan atau dipindah tangankan kepada pihak manapun.
2.Bahwa Lemban bapak Lepah menurut catatan yang ada,menikah dengan wanita bernama lepah dan tidak pernah bercerai sampai meninggal dan dikarunia dua orang anak bernama, Sa’anih dan Sa’anah,menurut catatan yg ada Lemban tidak pernah menikah lagi selain dengan Lepah
3.Bahwa anak pertama Lemban Sa’anih tidak pernah memiliki keturunan.
4.Bahwa anak kedua Lemban Sa’anah menikah dengan Menin memiliki keturunan:
1.Kimit
2.Wadih
3.Wahid
4.Menih
5.Idris
6.Suaeb
7.Jamhari
8.Mursalih

LensaHukum.co.id - IMG 20190904 WA0013 - Di Duga Kemang Pratama Kota Bekasi Caplok Lahan WargaKeturunan dari Sa’anah binti Lemban saat ini yang masih hidup adalah : Wadih dan Mursalih.

Duduk perkara
Bahwa pada tahun kurang lbh 1987,Pengembang Kemang Pratama yang mengatas namakan PT.Cipta Bangun Persada,membangun sebuah Perumahan di wilayah Desa Sepanjang Jaya Kecamatan Rawa Lumbu,yang bertepatan dengan Persil dan lokasi tanah Lemban Bapak Lepah dengan dasar pembelian dari C Desa yang bukan C Desa Lemban Bapak Lepah dri penjualan yang mengaku keturunan atau waris Lemban Bapak Lepah. Sementara waris dari Lemban Bapak Lepah tidak mengetahui sama sekali atas penjualan tersebut.

Bahwa pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2012 terjadi sengketa dan gugatan atas tanah tersebut antara waris lemban Lepah dari keturunan Sa’anah binti Lemban dengan Kemang Pratama.

LensaHukum.co.id - IMG 20190904 WA0012 - Di Duga Kemang Pratama Kota Bekasi Caplok Lahan WargaBahwa pada saat ini lahan Lemban Lepah sebagian sudah dibangun rumah dan tersisa sekitar 18.000 M2 yang di akui sudah dibeli oleh Kemang Pratama, dari waris Lemban Lepah. Sementara pihak waris Lemban Lepah blm pernah merasa menjual tanah tersebut kepada pihak manapun.

Bahwa saat ini dari pihak waris Lemban Lepah menuntut pihak Kemang Pratama,atas lahan tersebut dengan menduduki lokasi,karena beberapa kali pihak kemang di coba untuk menyelesaikan persoalan tersebut tidak pernah menanggapi,dalam arti tidak pernah menemui pihak kuasa hukum dari waris Lemban Lepah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Kesimpulan
1.Jika lahan tersebut memang pihak Kemang Pratama mutlak milik Kemang Pratama,mengapa dari tahun 2002 hingga sampai saat ini masih kosong tidak dibangun.
2.Mustahil jika perusahaan sekelas Kemang tidak mampu membangun lahan kosong tersebut. Dengan kredibilitas perusahan yg mengatas namakan PT.Cipta Bangun Persada.
3.Pembangunan yang sudah terjadi dilakukan pada saat perkara ” Hukum sedang berlangsung dengan pihak waris Lemban lepah jadi bisa jadi ada permainan dengan pejabat dan aparatur yang berwenang saat itu.
3.Girik yang menjadi dasar transaksi tersebut,bukan dari petikan Girik induk nomor 387 atas nama Lemban Bapak. Lepah yang sampai saat ini dalam surat aslinya belum pernah dipetik atau di pindah tangankan kepada pihak manapun.
4.Jika memang pihak waris Lemban Lepah yang menjual lahan tersebut,kenapa terjadi perkara dari seluruh kubu atau pihak waris Lemban Lepah kepada Kemang,jelas disitu ada unsur atau indikasi permainan dan manipulasi data oleh pejabat dan aparatur terkait saat itu.

 

 

 

( HERU )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20190913 WA0034 - Minimnya Ketersediaan Sarana Prasarana Lalu Lintas Di Kota Bekasi Pemicu Laka Lantas

Minimnya Ketersediaan Sarana Prasarana Lalu Lintas Di Kota Bekasi Pemicu Laka Lantas

  LENSA HUKUM KOTA BEKASI Jalan bergelombang dan kurangnya rambu dan Marka jalan di duga …

Tinggalkan Balasan