• Makam Aji Dilanggar

    Makam Aji Dilanggar berada di Jalan Putra Mahkota, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana Kab. Kutai Kartanegara.

  • Makam Habib Hasim Bin Musaiyah

    Makam Habib Hasim Bin Musaiyah (Tunggang Parangan)

  • Makam Mahkota Raja

    Makam Mahkota Raja

  • Makam Raja Aji Mahkota Islam

    Makam Raja Aji Mahkota Islam (Tahun 1525-1600)

  • Wilayah Situs Makam

    Pintu Masuk Wilayah Situs Makam Raja Mahkota Islam dan Aji Dilanggar. Pemred LensaHukum.co.id bersama salah satu warga Samarinda setelah berziarah.

  • Situs Tiga Makam Raja Islam Pertama

    Situs Tiga Makam Raja Islam Pertama, Jalan Putra Mahkota, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana Kab. Kutai Kartanegara.

Home / Sosial & Budaya / Situs Tiga Makam Raja Islam Pertama Kutai Kartanegara Kalimantan Timur
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Situs Tiga Makam Raja Islam Pertama Kutai Kartanegara Kalimantan Timur

LensaHukum.co.id, Kutai Kartanegara – Menginjakkan kaki di Desa Kutai Lama, seakan berada disebuah desa terpencil, makam situs raja islam pertama terletak berada di Jalan Putra Mahkota, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana Kab. Kutai Kartanegara. Situs bersejarah tersebut dari Kota Samarinda berjarak kurang lebih 1 jam, perjalanan  Kalimantan Timur.

Ketiga makam tersebut menjadi tempat kramat alias penuh dengan nuansa mistis. Maka tidak heran bila kawasan tersebut menjadi salah satu obyek wisata ziarah bagi sejumlah warga baik Kalimantan Timur maupun dari luar Pulau Kalimantan.

Pasalnya ada tiga makam yang menurut warga sekitar sebagai makam kramat yakni makam Sultan Aji Mahkota, makam Sultan Aji Dilanggar dan Makam Tunggang Parangan, ketiga makam tersebut berada dilokasi yang tidak berjauhan  jauhan masing-masing makam tersebut mempunyai sejarah terkait dengan Kerajaan Islam Kutai.

Menurut cacatan sejarah Alawiyin dikenal tokoh Datuk Tunggang Parangan atau Habib Hasyim bin Musyayakh bin Abdullah bin Yahya yang lahirnya di Tarim, Hadral Maut Yaman Selatan, seorang ulama penyebar agama islam di Kalimantan Timur. Habib Hasyim bin Musyyakh keluar dari Hadral Maut Yaman, hijrah untuk menyebarkan islam dipulau Jawa, pulau Sumatra kemudian kepulau Sulawesi. Habib Hasyim bertemu dengan seorang ulama berasal Kota Tengah Kampar Riau yang telah lama menetap di Sulawesi bernama Khotib Tunggal Abdul Makmur bergelar Datuk Ribadang. Dari Sulawesi Habib Hasim menuju Negeri Matan ( Ketapang ) Kalimantan Barat. Habib Hasim sebagai seorang ulama dikenal dengan gelar Habib Tunggang Parangan dan juga disebut Si Janggut Merah.

Sultan Aji Dilanggar adalah putra dari Aji Raja Mahkota yang memerintah Kerajaan Kutai sejak 1525 hingga 1589 setelah dewasa, Aji dilanggar yang memiliki nama lain Aji Gedung bergelar Meruhum Aji Mandaraya menggantikan posisi Ayahnya sebagai Sultan dikerajaan Kutai. Kepemimpinannya sejak tahun 1589 hingga 1605 sangat berpengaruh bagi penyebaran Agama Islam dikerajaan Kutai, bahkan Aji Dilanggar adalah Raja Islam pertama di Kutai yang membangun langgar serta menyebarkan agama islam di Kerajaan Kutai, khususnya dikawasan kutai lama ” Ungkap Trisna seorang Staff Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala ( BP3 ) Kalimantan Timur.

Pada saat wartawan LensaHukum.co.id mewawancarainya, hingga saat ini ketiga makam tersebut sering dikunjungi pengunjung oleh para pelancong salah satunya berasal dari Batuah, Samarinda “dan kami bersama para rombongan sering berjiarah ketiga makam tersebut, selain jiarah kubur untuk mendoakan salah satu Pendiri Islam di Kutai ini yang salah satu Waliyuallah merupakan orang sholeh yang doanya sering dikabulkan oleh (Allah  سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) semasa hidupnya dan setelah meninggalpun berkah dan karomahnyapun masih terasa hingga saat ini, kita hanya sekedar bersyareat aja agar keinginan kami dikabulkan oleh Allah dengan perantaranya serta keniatan kami diridhoinya, ” Ujar Rusminah.

Rata-rata dalam satu minggu, ratusan orang yang berziarah dari berbagai wilayah, ada yang dari Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak ada juga yang sengaja jauh-jauh datang dari Jawa. Ada juga yang sengaja membawa bekal makanan dan adapula yang membawa sesajen akan tetapi semua saya serahkan kepada masing-masing penjiarah asalkan mereka mengikuti aturan dan tidak melanggar ketentuan tata tertib pengunjung jiarah. ” Ungkap H. Hasan.  ( Red )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210601 141410 Point Blur - Ketua DPAC Cibitung PPBNI SATRIA BANTEN Mengutuk Keras Penjualan Obat Tramadol Exsimer Tanpa Resep Dokter

Ketua DPAC Cibitung PPBNI SATRIA BANTEN Mengutuk Keras Penjualan Obat Tramadol Exsimer Tanpa Resep Dokter

  LENSA HUKUM KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Tramadol adalah obat yang berperan untuk meredakan rasa sakit. …

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.