Home / Politik & Hukum / Humas PT. TPL Sektor AEK NAULI Di Duga Pelaku Kekerasan Anak Terancam Minimal 5 Tahun Penjara

Humas PT. TPL Sektor AEK NAULI Di Duga Pelaku Kekerasan Anak Terancam Minimal 5 Tahun Penjara

 

LensaHukum.co.id - IMG 20190917 WA0010 - Humas PT. TPL Sektor AEK NAULI Di Duga Pelaku Kekerasan Anak Terancam Minimal 5 Tahun Penjara

LENSA HUKUM

JAKARTA

Jakarta 17 September 2019. Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Indonesia mendesak Kapolres Simalungun menangkap dan menahan Humas PT.Toba Pulp Lestari (TPL) Sektor Aek Nauli yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap anak MA (3) dampak dari konflik lahan adat turun menurun antara PT.TPL dengan warga masyarakat Sihaporas,Kecamatan Sidamanik,Kabupaten Simalungun.

LensaHukum.co.id - IMG 20190917 WA0011 - Humas PT. TPL Sektor AEK NAULI Di Duga Pelaku Kekerasan Anak Terancam Minimal 5 Tahun PenjaraArist menilai ” sudah cukup bukti bahwa MA mengalami kekerasan dan penganiayaan “, oleh sebab itu,berdasarkan ketentuan pasal 81 UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 mengenai perubahan atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pelaku terancam minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun.

Dengan demikian tidak ada alasan bagi Polres Simalungun untuk tidak merespon dan menindaklanjuti laporan orangtua MA atad tindak kekerasan ini.

” Seharusnya pihak TPL berhati-hati dan lebih mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan konflik lahan antara management TPL dan masyarakat. Tidak mengedepankan kekuasaan dan kekerasan.

LensaHukum.co.id - IMG 20190917 WA0009 - Humas PT. TPL Sektor AEK NAULI Di Duga Pelaku Kekerasan Anak Terancam Minimal 5 Tahun PenjaraLebih jauh Arist berharap,atas tidak kekerasan yang dilakukan TPL terhadap anak MA,Kapolres Simalungun dan jajaran Kasatrekrimum dipastikan segera menindaklanjutinya ” Saya percaya itu, karena segala bentuk tindak kekerasan terhadap anak tidak dapat ditoleransi,apapun bentuknya karena itu adalah perintah Undang-undang”.

Untuk memastikan tindak pidana yang diduga dilakukan managemen TPL terhadap MA,Komnas Perlindungan Anak Indonesia segera menurunkan Tim Investigasi Cepat Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Simalungun dan Kota Siantar untuk melakukan investigasi mendalam dan berkoordinasi dengan Polres Simalungun serta memberikan bantuan psikologis bagi korban, ” Tegas,Arist Merdeka Sirait.

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20191009 205850 WhatsApp - Manumpak Sianturi Sebagai Saksi Di Persidangan Ancam Bin Mendung

Manumpak Sianturi Sebagai Saksi Di Persidangan Ancam Bin Mendung

  LENSA HUKUM KOTA BEKASI Sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi Manumpak Sianturi yang diajukan Jaksa …

Tinggalkan Balasan

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi