Home / Nasional / Sosialisasi : Indikasi Pelanggaran Ganjil Genap Hak Pengguna Tol Bekasi
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Sosialisasi : Indikasi Pelanggaran Ganjil Genap Hak Pengguna Tol Bekasi

LensaHukum.co.id - Foto Raddy R lukman 93 selaku general menejer GM cabang japek - Sosialisasi : Indikasi Pelanggaran Ganjil Genap Hak Pengguna Tol Bekasi
Foto : Raddy R. Lukman (9/3) Selaku General Menejer (GM) Cabang Japek

Sosialisasi Pemberlakuan peraturan ganjil genap hanya Pintu Tol Bekasi Barat dan  Timur di Kota Bekasi Jawa Barat, pengaturan ganjil genap hanya arah ke Jakarta, hal itu disinyalir adanya kebijakan yang tidak tepat terhadap pelanggan konsumen pengguna pintu tol tersebut.

Briefing yg dilaksanakan direstoran bandar Jakarta Sumarecon Bekasi ini dimpin oleh Raddy R. Lukman (9/3) selaku General Menejer (GM) cabang Japek, beliau mengungkapkan pemberlakuan sistem ini sebagai tahap percobaan pada Pintu Tol Bekasi Barat dan Pintu Tol Bekasi Timur, namun apabila hasilnya efektif  nantinya kita akan tambah pintu tol yang diberlakukan ganjil genap pada pintu tol lainnya yang berada di Bekasi. Ujarnya.

Dari Bekasi Corruption Watch Fajar R (9/3) mengungkapkan, ketika pengguna jalan tol sudah bertransaksi dengan elekrtonik tol pengguna jalan tol tersebut adalah pelanggan konsumen, uangnya sudah terinvestasi, tanpa adanya peraturan ganjil genap dipintu tol Bekasi Timur dan Barat, tetapi dengan adanya peraturan tersebut tidak seharusnya ada transaksi bayar masuk pintu tol Bekasi Barat dan Timur.

karena sebaiknya pembatasan ganjil genap adalah kebijakan para pengambil keputusan.  Seharusnya pelanggan untuk tidak membayar (gratis red) sebagai ganti rugi sering adanya kemacetan di jalan tol Bekasi.

Hal ini apabila wajib bayar dalam program ganjil genap ini dapat menambah pelanggaran yang di sinyalir adanya kerugian konsumen, kemacetan dan aturan ganjil genap ini agar dapat mrngganti rugi konsumen, apabila terabaikan maka bertambah lagi pelanggaran  tentang perlindungan konsumen.

Ditambah hanya dengan alasan proyek yang sedang berjalan, serta pintu tol Bekasi Barat dan Timur merupakan volume terpadat, dengan alasan meberikan kebijakan tersebut tidak tepat. Lanjutnya.

Seharusnya kebijakan sudah menjadi kewajiban pihak yang terkait ambil kebijakan yang seharusnya menggratiskan pengguna jalan tol untuk memberlakukan pengaturan ganjil genap pada pintu tol tersebut itu kebijakan, tetapi karena hanya saat proyek selesai baru dapat dihentikan atau peraturan tersebut itu bukan kebijakan, tetap dapat di indikasikan pelanggaran konsumen. Karena selesai proyek bisa saja kembali aturan semula. Ungkapnya.

Kembali Menurut GM tol Japek, pemberlakuan pengaturan diruas jalan tol Jakarta- Cikampek, jam oprasional angkutan barang (dua arah) pada golongan lll, lV dan V. Lajur khusus angkutan umum (BUS). Ganjil genap diakses tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta. Pengaturan tersebut mulai berlaku per 12 Maret 2018, setiap hari kerja, Senin – Jumat, mulai jam 06.00 – 09.00 WIB.

Tambah GM tol Japek, sampai kapan pemberlakuan sitem ini, mungkin ada faktor lain yang akan menentukan tentang itu. Penghetian bukan di kita. Penanganan kemacetan sampai proyek selesai. Kata GM tol Japek, jika sistem ini berhasil akan berlanjut kepintu tol yang lainnya. ( Ari Gunawan )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210121 114849 WhatsApp - Pisah Sambut Camat Kedung Waringin Berjalan Hidmat Dan Lancar

Pisah Sambut Camat Kedung Waringin Berjalan Hidmat Dan Lancar

  LENSA HUKUM KEDUNG WARINGIN – KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Pisah sambut Camat Kedung Waringin dari …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

open

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi