Home / Politik & Hukum / Kegiatan Jaling Di Kampung Kobak Cina Di Duga Curi Volume Dan Tanpa Beskos

Kegiatan Jaling Di Kampung Kobak Cina Di Duga Curi Volume Dan Tanpa Beskos

 

LensaHukum.co.id - IMG 20191210 WA0047 - Kegiatan Jaling Di Kampung Kobak Cina Di Duga Curi Volume Dan Tanpa Beskos

LENSA HUKUM

PABAYURAN – KABUPATEN BEKASI

Sungguh ironis dan miris apa yang terjadi dengan fakta di lapangan,kegiatan proyek infrastruktur di Kabupaten Bekasi jauh dari harapan bahkan terindikasi banyak penyimpangan dan keluar dari Speknya.

LensaHukum.co.id - IMG 20191210 WA0045 - Kegiatan Jaling Di Kampung Kobak Cina Di Duga Curi Volume Dan Tanpa BeskosSalah satu nya pengerjaan jaling di Kampung Kobak Cina Rt002/05 Desa Sumber Sari Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi,dalam pantuan dari beberapa awak media di lokasi kegiatan banyak di temukan penyimpangan yang di kerjakan oleh pelaksana proyek dari Beskos yang kurang, plastik yang tidak full di pasang serta ketebalan hanya mencapai di bawah 10 cm.

Dan mirisnya Konsultan dan Pengawas tidak ada di tempat sehingga dengan leluasa pelaksana seenaknya dalam pekerjaannya.

LensaHukum.co.id - IMG 20191210 WA0044 - Kegiatan Jaling Di Kampung Kobak Cina Di Duga Curi Volume Dan Tanpa BeskosPapan nama yang tidak terpasang sehingga menimbulkan pertanyaan berapa anggaran nya Cv atau PT mana yang mengerjakannya…??? berapa panjangnya ….???,semua tidak jelas karena tidak ada papan namanya.
Jelas ini adalah pelanggaran UU KIP no.14 Tahun 2008 .

Awak Media coba mengkonfirmasi pelaksana yang berinisial N lewat Pesan Whatsapp tetapi tidak ada tanggapan di telp tidak di angkat mungkin alergi dengan wartawan.

Dedi salah satu warga kampung setempat mengungkapkan kepada awak media ” kegiatan jaling ini sangat kurang maksimal dari harapan warga pasalnya banyak kekurangan dan penyimpangan ” parah bang pegaweanya tebel corannya di bawah 10cm, ” Ungkapnya.

LensaHukum.co.id - IMG 20191210 WA0042 - Kegiatan Jaling Di Kampung Kobak Cina Di Duga Curi Volume Dan Tanpa BeskosHSR selaku panglima LSM LASKAR NKRI sangat menyayangkan dengan temuannya di lapangan, ” begitu parahnya pekerjaan jaling miris sy melihatnya. ” Ujar,HSR

Masih HSR,dinas harus lebih sigap lagi dalam melakukan tugas dan harus menindak dengan tegas pemborong yang nakal,kami sebagai kontrol sosial akan terus mengawasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan aturan yang ada dan akan menindaklanjuti dengan cara mengirim surat kepada BPK pusat agar para pemborong punya efek jera.” Tutup,HSR.

 

 

 

( HERU )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20191112 195309 WhatsApp - Kejari Kabupaten Siak Masih Menunggu Berkas Dari Mahkamah Agung Mengenai Kasus Nelson Manalu

Kejari Kabupaten Siak Masih Menunggu Berkas Dari Mahkamah Agung Mengenai Kasus Nelson Manalu

  LENSA HUKUM KABUPATEN SIAK – RIAU Kasus Nelson Manalu sebagai terdakwa atas kasus dugaan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi