Home / Nasional / GMNI Jakarta Timur Dan Warga Kampung Pondok Kopi Berdemontrasi Atas Kasus Tanah Garapan Jakarta

GMNI Jakarta Timur Dan Warga Kampung Pondok Kopi Berdemontrasi Atas Kasus Tanah Garapan Jakarta

 

LensaHukum.co.id - IMG 20200209 WA0001 - GMNI Jakarta Timur Dan Warga Kampung Pondok Kopi Berdemontrasi Atas Kasus Tanah Garapan Jakarta

LENSA HUKUM

PONDOK KOPI – JAKARTA TIMUR

Aktivis GMNI Jakatra Timur bersama warga serta aktivis lain seperti LKJ,KM.UNISMA melakukan aksi demontrasi terkait kasus tanah garapan warga. Demontrasi yang di lakukan oleh warga RT 05/ RW 11 Pondok Kopi Jakarta Timur pada hari Sabtu, (08/02/2020),mulai dari jam 13:00 sampai jam 17:00 WIB berjumlah sekitar 150 orang.

Dalam aksinya warga menuntut kepada Pemerintahan Jakarta Timur,DPRD DKI dan Pengadilan Tinggi Negeri Jaktim untuk secepatnya menyelesaikan masalah hak tanah untuk warga.
Gilbert Pasaribu selaku Korlap Aliansi Tanah Untuk Rakyat menerangkan kepada pihak Lingkar Indonesia,bahwa warga RT 05/ RT 11 Pondok Kopi berdasarkan sejarah warga secara turun-temurun sudah menempati lahan tersebut pada tahun 1992 bermula dari tanah kosong bekas HGU PT.Mas Naga Steel yang telah diterlantarkan selama bertahun-tahun,sehingga warga beritikad baik merawat, menguasai fisik lahan hingga tahun 2004 dan telah terbentuk struktur penduduk seperti RT dan RW secara sah.

Hingga pada tahun 2015-2020 ada oknum mengklaim secara sepihak sebagai pemilik tanah yang ditempati oleh warga. Akibat klaim tersebut berkali-kali warga dipanggil untuk mediasi oleh pihak kelurahan,kecamatan,bahkan hingga tingkat kotamadya.

LensaHukum.co.id - IMG 20200209 WA0000 - GMNI Jakarta Timur Dan Warga Kampung Pondok Kopi Berdemontrasi Atas Kasus Tanah Garapan JakartaJanggal sekali memang ketika fungsi Pemerintahan menjadi mediator padahal tidak ada atau ditunjuk menjadi mediator oleh instansi manapun dan tidak ada kewenangan kelurahan,kecamatan,kotamadya untuk menjadi mediator, “pungkasnya.

Selanjutnya Gilbert Pasaribu bersama FPTPR,LKJ,GMNI Jakarta Timur,KM.UNISMA Warga Pondok Kopi RT 05/RW 11 akan melakukan pengawalan, dan akan terus menggalang solidaritas yang lebih besar untuk menuntut hak warga atas tanah, selain itu warga bersama aliansi lainnya akan mengawal sampai pengadilan negeri Jakarta Timur sampai warga dijamin oleh negara atau pemangku kebijakan.

Dalam aksi tersebut sejumlah warga bersama LKJ,GMNI Jakarta Timur,KM. UNISMA Warga Pondok Kopi menyampaikan tuntutan dengan menggunakan beberapa spanduk yang di bawa bawa pendemo.Warga berharap penyelesaikan sengketa ini dapat segera terselesaikan. Adapun tuntutan warga tersebut sebagai berikut: lawan praktek mafia tanah,lawan birokrasi yang menjadi mafia tanah,peradilan yang memeriksa dan mengadili perkara harus menjunjung tinggi kepastian hukum, laksanakan amanat UUPA No.5 tahun 1960 dan menjalankan amanat UUD 1945 pasal 33.

Gilbert Pasaribu bersama FPTP,LKJ,GMNI Jakarta Timur K.M UNISMA akan mendampingi masyarakat atas kasus tanah garapan warga kp.Pondok Kopi dan mengawal menuju sidang di pengadilan kedepan. “ Dengan ini disampaikan keluh kesah warga sekitar 90 KK tersebut semoga tuntutan menjadi baik untuk masyarakat Kampung Pondok kopi serta warga dapat hidup kembali dengan layak,Kemungkinan sampai sengketa ini selesai akan kita kawal terus, ” Pugkasnya.

 

 

 

 

( JARKONI )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20200226 WA0048 - Kasus Cek Kosong Owner Kim Dr.Hendry Jan Dan Dr.Mario,Ds Belum Ada Upaya Damai

Kasus Cek Kosong Owner Kim Dr.Hendry Jan Dan Dr.Mario,Ds Belum Ada Upaya Damai

  LENSA HUKUM PANGKAL PINANG  Perkara Prihal cek kosong direktur Klinik Intan Medika (KIM) Bangka …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi