Home / Nasional / Kasus Cek Kosong Owner Kim Dr.Hendry Jan Dan Dr.Mario,Ds Belum Ada Upaya Damai

Kasus Cek Kosong Owner Kim Dr.Hendry Jan Dan Dr.Mario,Ds Belum Ada Upaya Damai

 

LensaHukum.co.id - IMG 20200226 WA0048 - Kasus Cek Kosong Owner Kim Dr.Hendry Jan Dan Dr.Mario,Ds Belum Ada Upaya Damai

LENSA HUKUM

PANGKAL PINANG 

Perkara Prihal cek kosong direktur Klinik Intan Medika (KIM) Bangka Dr.Hendry Jan dengan Dr.Mario,DS mantan Direktur KIM terdahulu belum ada titik ketemu kendati ada upaya pertemuaan untuk mediasi damai.

Adapun upaya mediasi damai dilakukan di SPK Polda Kep.Babel yang dihadiri oleh pihak korban dan teradu pada Jum’at 21 February 2020 pagi lalu sekitar awalnya pukul 09.00wib diundur hampir pukul 10.00wib.

Kuasa Hukum dr.Mario.DS Hariyanto,SH mengatakan dirinya datang ke SPK Polda Babel karena mendapatkan undangan dari pihak Penyidik bersama Klein Saudara Dr.Mario.DS untuk mengadakan pertemuan dengan pihak dr.Hendry Jan dalam rangka untuk mediasi dalam aduan yang dibuat Klein nya pada 20 Januari lalu.

LensaHukum.co.id - IMG 20200226 WA0047 - Kasus Cek Kosong Owner Kim Dr.Hendry Jan Dan Dr.Mario,Ds Belum Ada Upaya DamaiDalam pertemuan mediasi tersebut saudara dr.Hendry Jan tidak hadir,dia (Hendry Jan red) hanya diwakili oleh Penasehat Hukumnya Bpk Mara Rusli,SH bersama Suadara Leo. Ketika dalam mediasi pada Jum’at lalu belum ada kata kesepakatan karena masih ada yang Belum dipenuhi seperti turunan hutang hutang dan lainnya.

Memang dalam pertemuan mediasi Jum’at lalu yang berlangsung singkat yang setengah jam, pihak dari dr.Hendry Jan hanya mempermasalahkan mengenai laporan mengenai 2 cek kosong yang diberikan kepada klien nya. ” Dr.Hendry Jan melalui kuasa menyampaikan ada keinginan untuk membayar,Tetapi permasalahannya bukan hanya itu, disini kleinnya tidak mau untuk memutuskan upaya mediasi damai tersebut jika hanya permasalahan cek kosong,karena masih ada sangkutan lainnya. Kalau sangkutan lainnya dilunasi semua itu bisa dikatakan upaya damai.dikatakan Heriyanto

Dr.Mario,DS mengungkapkan jika hanya 2 cek kosong dipermasalahkan oleh Hendry Jan tentunya urusannya ngak sulit,cuma rumitnya disini dia (Hendry Jan.red) masih banyak sangkutan lainnya,karena oleh perbuatan Hendry Jan dirinya lah yang menanggung semua seperti hutang piutang dan tagihan lainnya,saya ini setiap hari setiap bulan ditagih oleh perbankan karena perbuatan Hendry Jan, ” Ungkap,Mario geram

Buktinya datang saja mereka (Hendry jan.red) telat padahal sesuai janji untuk mediasi pukul 09.00wib kenyataannya datang hampir pukul 10.00wib itu pun pihak SPK Polda yang menghubungi,disini juga Hendry Jan tidak tampak batang hidungnya. Cuma diwakili Kuasa Hukumnya yang hadir,bahkan pertemuannya cukup singkat paling setengah jam,lanjutnya.

Intinya dalam pertemuan di SPK Polda dalam perkara ini belum ada kata mediasi yang memuaskan apalagi damai karena tidak ketemu,sehingga perkara mengenai 2 cek kosong tetap berlanjut hingga keranah pidana. ” Upaya mediasi ini belum ada titik temu,maka proses pelaporan pengaduan tetap berjalan, ” Tandas,Heriyanto

Sementara itu kuasa hukum dr.Hendry Jan,Marah Rusli, SH ketika dihubungi via handphone pasca mediasi diSPK Polda mengatakan tadi barusan keluar dari SPK Polda untuk mendampingi kliennya dr.Hendry Jan untuk mediasi,ini barusan keluar dari SPK Polda terkait mediasi dengan Dr.Mario, ” Ujar,Marah Rusli kepada Media Lensa hukum.com Jum’at (21/02/2020) pagi

Saat ditanya apa hasil dari pertemuan mediasi dirinya buru buru mengatakan dari sambungan telpon mau Sholat Jum’at,maaf ini mau buru buru Sholat Jum’at. tandas Marah Rusli singkat padahal jam masih menunjukkan pukul 10.33wib,sayangnya pada,Senin (24/02/2020). Media Lensa Hukum kembali menghubungi handphone Marah Rusli tidak diangkat kendati terdengar suara nada sambung.

Dr.Hendry Jan ketika dihubungi via WhatsApp terkait laporan dari Suadara Mario mantan Direktur KIM terkait cek dan lain lain Kepolda Babel upaya apa yang Bapak ambil, ” sudah di handle lawyer,terangnya. Sudah di pertemukan oleh Lawyer tadi di Polda,Yang Handle (semua permasalahan.red) adalah Pak Marah rusli n Leo SH, ” Pungkas,Hendry Jan singkat.

Sementara itu Ipda Windu Panit Subdit IV Direktorat Diskrimum Polda Kep.Babel yang hadir dalam pertemuan mediasi masih dalam konfirmasi media ini.

Diberitakan sebelumnya Dr.hendry Jan Owner Klinik Intan Medika (KIM) Bangka dilaporkan oleh Dr.Mario,DS mantan direktur KIM bersama Penasehat Hukum Heriyanto,SH ke SPKT Polda Kepulauan Bangka Belitung terkait masalah cek kosong yang diberikan pada bulan lalu, dr.Mario Dominicus Simanjuntak (41) Warga Perumahan Citralannd,Kelurahan Bacang Kecamatan Bukit Intan,Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh teman bisnisnya sendiri sesama dokter yakni dokter Hendri Jan Alias Akiong.

Akibatnya, Mario mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp 500 juta belum termasuk bunga dan lainnya hingga selanjutnya membuat pelaporan pengaduan ke SPKT Polda Kepulauan Bangka Belitung,pada 20 Januari 2020 lalu.

Senin tanggal 02 Desember 2019 sekitar pukul 14 WIB dr.Mario mendapatkan cek sebanyak 4 lembar totalnya Rp 100 juta dari dr. Hendry Jan untuk pembayaran hutang. Rincianya cek ke 1 jatuh tempo pencairan tanggal 5 Desember 2019 sebesar Rp 15 juta yang sudah diuangkan. Pada cek ke 2 jatuh tempo pencairan pada tanggal 20 Desember 2019 sejumlah Rp 35 juta yang sudah diuangkan.

Pada cek ke 3 jatuh tempo pencairan pada 20 Januari 2020 sejumlah Rp 25 juta dan pada cek ke 4 jatuh tempo pencairan pada tanggal 25 Januari 2020 sejumlah Rp 25 juta. “ Pada tanggal 20 Januari 2020 saat klien bermaksud mencairkan cek ke 3 sebesar Rp 25 juta sesuai dengan jatuh tempo pencairan di Bank Syariah Mandiri ditolak oleh bank dengan alasan saldo rekening giro atau rekening giro khusus tidak cukup. Karena tak bisa dicairkan itu klien menghubungi langsung saudara Hendry Jan sebanyak 2 kali tetapi panggilan telepon tidak diterima dan ditolak, ” kata,Heriyanto.

Begitu juga dengan cek ke 4 yang coba dicairkan tanggal 25 Januari ternyata juga ditolak oleh Bank. “Jadi 2 cek tersebut ditolak oleh Bank dengan mengeluarkan keterangan penolakan. Karena cek ini sebagai alat pembayaran yang sah,maka kami berkesimpulan ada sisi pidananya. Akhirnya dibuatlah laporan polisi, ” Ungkap,Heriyanto yang didampingi Dr. Mario.DS saat jumpa pres.

 

 

 

 

 

( SUPARDIANSAH )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20200329 214643 WhatsApp - Kapolsek Warureja Tegal Pimpin Patroli Publik Address Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid 19

Kapolsek Warureja Tegal Pimpin Patroli Publik Address Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid 19

  LENSA HUKUM WARUREJA – KABUPATEN TEGAL Apel antisipasi malam minggu dengan pola Patroli Publik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi