Home / Nasional / Letusan Gunung Merapi Mengeluarkan Abu Vulkanik Aktifitas Warga Kartosuro Terganggu

Letusan Gunung Merapi Mengeluarkan Abu Vulkanik Aktifitas Warga Kartosuro Terganggu

LensaHukum.co.id - IMG 20200303 WA0039 - Letusan Gunung Merapi Mengeluarkan Abu Vulkanik Aktifitas Warga Kartosuro Terganggu

LENSA HUKUM

YOGYAKARTA – JAWA TENGAH

Gunung Merapi pada pagi hari sekitar pukul 05:22 WIB kembali meletus dan mengeluarkan awan panas,Selasa (03/03/2020).

Letusan gunung kali ini terjadi pada saat warga hendak aktifitas. Akibatnya dari kejadian tersebut warga tidak jadi keluar rumah. Letusan gunung Merapi mengakibatkan hujan abu vulkanik yang parah. Banyak kendaraan yang lagi di jalan ataupun yang terparkir kena imbas letusan tersebut,tertutup abu vulkanik.

LensaHukum.co.id - IMG 20200303 WA0041 - Letusan Gunung Merapi Mengeluarkan Abu Vulkanik Aktifitas Warga Kartosuro TergangguDi Kartosuro Solo hujan abu vulkanik menyebabkan jarak pandang berkendara sangat minim sehingga harus menyalakan lampu. Apa lagi jika pakai roda empat di pastikan abu vulkanik tersebut menutupi kaca depan dapat mengakibatkan tertutupnya pandangan. Semua masyarakat Kartosuro terkena dampak dari erupsi gunung Merapi ini. Di harapkan warga selalu hati-hati dalam berkendara agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Rumah warga serta sekitar gunung Merapi juga terkena imbas dari abu vulkanik,genteng rumah serta pekarang dan tanaman warga juga ikut kena dampak letusan gunung Merapi. warga berharap erupsi Merapi segera berhenti karena kalau terus menerus di khawatirkan semua akan lumpuh tidak bisa aktifitas lagi. Serta tanaman petani di sekitar gunung Merapi akan layu dan mati. Apalagi kondisi saat ini dengan adanya wabah corona,sudah di pastikan harga masker pasti mahal.

Wahyu Purnama mengatakan ” semoga lekas membaik,tidak bisa membayangkan kalau terjadi sampai abu kemana-mana kasihan kami warga Jogja dan sekitarnya yang terdampak gunung meletus. Dengan kejadian semacam ini dipastikan mencari masker pasti susah dan langka. Kita tahu dengan virus corona masker dipasaran naik serta harganya sangat mahal. Jika gunung Merapi ini terus meletus tidak bisa kita bayangkan harga masker tersebut.

LensaHukum.co.id - IMG 20200303 WA0040 - Letusan Gunung Merapi Mengeluarkan Abu Vulkanik Aktifitas Warga Kartosuro TergangguAndik Moyeng warga Solo mengatakan ” saat ini masih hujan abu di sekitar Solo,aktivitas warga jadi terganggu. Apalagi saya aktivitas sehari-hari menggunakan sepeda motor,sudah di pastikan akan terkena dampaknya. Abu letusan gunung Merapi jika kena mata juga perih,maka dari itu untuk pengguna sepeda motor harus menggunakan masker serta kacamata agar tidak terkena abu dari letusan Gunung Merapi, ” Ungkap,Andik.

Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta,letusan terjadi selama 450 detik. Akibat letusan,muncul kolom abu setinggi 6.000 meter dari kawah gunung.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida Mengatakan ” saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan selalu mengakses informasi melalui pos informasi gunung Merapi terdekat atau bisa lewat radio komunikasi di 165.075 Mhz. Serta bisa juga melalui web site https://merapi.bgl.esdm.go.id/, media sosial BPPTKB,atau ke kantor BPPTKG di jalan Cendana No 15 Yogyakarta,telp. (0274) 514192, ” Tutup,Hanik Humaida.

 

 

 

 

 

 

(JARKONI )

 

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20200329 214643 WhatsApp - Kapolsek Warureja Tegal Pimpin Patroli Publik Address Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid 19

Kapolsek Warureja Tegal Pimpin Patroli Publik Address Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid 19

  LENSA HUKUM WARUREJA – KABUPATEN TEGAL Apel antisipasi malam minggu dengan pola Patroli Publik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi