Home / Nasional / Habib Bahar Smith Belum Dibebaskan Dikala Napi Lain Bebas Karena Wabah Virus Corona (Covid 19)

Habib Bahar Smith Belum Dibebaskan Dikala Napi Lain Bebas Karena Wabah Virus Corona (Covid 19)

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20200405 102952 Facebook - Habib Bahar Smith Belum Dibebaskan Dikala Napi Lain Bebas Karena Wabah Virus Corona (Covid 19)

LENSA HUKUM

CIBINONG – KABUPATEN BOGOR 

Habib Bahar Bin Smith Bahar bin Smith adalah seorang ulama dan pendakwah Indonesia asal Manado,Sulawesi Utara. Bahar Smith,merupakan pemimpin dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren,Tangerang Selatan. Selain itu, dia juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor.

Bahar Bin Smith Lahir tanggal 23 Juli 1985 (usia 34 tahun),Kota Manado. Nama lengkap: Sayyid Bahar bin Ali bin Smith
Pasangan: Fadlun Faisal Balghoit(m. 2009).
Lebih akrab di panggil atau nama panggilan : Habib Bahar,Habib Bule. Anak dari Maulana Malik Ibrahim bin Smith,Muhammad Rizieq Ali bin Smith,Aliyah Zharah Hayat Smith.
Habib Bahar Bin Smith merupakan Terpidana Kasus Penganiayaan 2 Remaja dan dipastikan tetap Mendekam di penjara Kelas II A Cibinong,Kabupaten Bogor,Meskipun Puluhan Nara Pidana Lainnya dibebaskan Program Asimilasi dan Integritas Terkaid Upaya Mencegah Dampak Wabah Virus Corona Covid 19,Sabtu (04/04/2020).
Pasalnya,Asimilasi Tersebut ternyata tidak berlaku untuk Habib Bahar Smith,Terpidana Kasus Penganiayaan 2 Remaja dengan Hukuman Kurungan 3 tahun penjara.
Vonis Hukuman 3 Tahun Kurungan Penjara yang di jatuhkan oleh Putusan Pengadilan,dibacakan dalam Sidang Vonis Kasus Penganiayaan di Gedung Perpustakaan dan Arsip daerah Kota Bandung,Selasa (09/07/2019) lalu.
Adapun Alasannya Karena Habib Bahar Smith,belum menjalani masa tahanan. ” Kalau Habib Bahar Belum Masuk Asimilasi,Solanya belum menjalani setengah masa Hukuman Pidannya, ” Ujar,Kalapas Kelas II A Cibinong Ardian Nova Chistawan Saat dihubungi Jumat.
Menurutnya,Program Asimilasi yang tertuang dalam KepMenkum  Nomor : M.HH-19 OK.01.04.04 Tahun 2020. Hal ini menyebutkan bahwa Asimilasi hanya didapat warga binaan yang sudah menjalani lebih dari setengah masa pidana.
Mereka itu mendapat Asimilasi tetap di rumah akalu dia melaksanakan pelanggaran-pelanggaran bisa di tarik lagu oleh kita,kalau melanggar Kesalahan.
Adapersyaratan juga tidak boleh di keluarkan juga karena ini kebijakan Permasyarakatan, ” Ujar,Ardian. Ia Menyebutkan Sedikitnya ada 80 Narapidana di Lapas Kelas II A Cininong yang mendapat Program Asimilasi,Sebanyak 23 Napi diantaranya dibebaskan pada Rabu 01 April 2020,Sedangkan Sisanya sebanyak 57 Narapidana dibebaskan pada Kamis 02 April 2020.
Untuk total yang dapat Asimilasi Sebanyak 80 Narapidana yang dapat Asimilasi ini sampai tanggal 07 April Nanti. Datanya tersebut nanti keseluruhan di Tanggal 07 April 2020, ” Ungkapnya.
(Photo/ANTARA).
( SAM LUBIS )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20200713 WA0035 - Pererat Silaturahmi Dandim 0106 / Ateng-Bm Dambut Kunjungan Kapolres Aceh Tengah

Pererat Silaturahmi Dandim 0106 / Ateng-Bm Dambut Kunjungan Kapolres Aceh Tengah

    LENSA HUKUM ACEH TENGAH Dandim 0106/Ateng-Bm Letkol.Inf.Valyan Tatyunis,Kasdim Inf Samsirmas beserta Perwira Staf …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi

%d blogger menyukai ini: