Home / Politik & Hukum / Security RSUD Kabupaten Bekasi Arogan
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Security RSUD Kabupaten Bekasi Arogan

LensaHukum.co.id - Security RSUD Kabupaten Bekasi Arogan 3 - Security RSUD Kabupaten Bekasi Arogan

Lensa Hukum, (Cibitung) Kab. Bekasi – Salah seorang keluarga pasien mengaku kecewa dan sangat menyayangkan sikap salah satu  security RSUD Kabupaten Bekasi yang bernama Yuli Sujatmiko.

Semestinya, sebagai seorang security yang notabene sebagai pegawai RSUD tersebut, memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pasien dan keluarganya, bukan lagi berbicara kasar.

“Semestinya dia (Yuli Sujatmiko, red), bisa berlaku sopan dan nggak asal semaunya saja kalau berbicara. Pakai bahasa yang sopan biar pasien dan keluarganya merasa nyaman,” kata J. Arifin, salah satu keluarga pasien, Selasa (28/5).

Ia mengungkapkan, sikap arogansi yang ditunjukan oleh oknum security RSUD tersebut, saat  ketika menegur J. Arifin yang membawa anaknya masuk kedalam diruang perawatan.

“Saya tau peraturan di RSUD itu, tapi bukan begitu caranya. Padahal saya sudah jelaskan, tapi malah ngotot dan terkesan mau ngajak ribut,” ungkapnya.

LensaHukum.co.id - Security RSUD Kabupaten Bekasi Arogan 2 214x300 - Security RSUD Kabupaten Bekasi AroganKarena merasa kecewa dan tidak senang dengan tindakan serta sikap arogansi yang ditunjukan oleh oknum security tersebut, lantas ia membawa pulang paksa istrinya yang masih sakit untuk keluar dari rumah sakit berplat merah tersebut.

“Dari pada menahan rasa kecewa atas sikap oknum security yang  arogan seperti itu, terpaksa saya bawa pulang istri saya yang masih sakit,” jelasnya.

Ia menegaskan, jika terjadi sesuatu dengan istrinya setelah dibawa pulang dengan paksa karena kecewa, dirinya akan menuntut pihak RSUD dan oknum security arogan tersebut.

“Kalau terjadi apa-apa sama istri saya, pihak RSUD saya tuntut. Karena mempekerjakan oknum security yang arogan,” tegasnya.

Manajemen rsud harus dievaluasi. Karena banyaknya pelayanan yang tidak maksimal di RSUD yang saat ini sudah bertype B. Dirinya meminta agar DPRD Kabupaten Bekasi, dalam hal ini Komisi IV, untuk segera mengevaluasi manajemen yang ada di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Pasalnya, mulai dari kelangkaan obat-obatan hingga sikap para security yang arogan. Membuat pasien dan keluarga pasien kecewa.

“Ini tugas Komisi IV, berani atau nggak untuk mengevaluasinya. Jika dibiarkan saja, maka pelayanan di RSUD akan bobrok selamanya,” pungkasnya. (Sam Lubis)

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201011 235710 KineMaster - Proyek Pengerjaan Tembok Penahan Tanah Samping Rumah Dinas Bupati Tapanuli Utara Tidak Ada Plang Proyek Diduga Asal Jadi

Proyek Pengerjaan Tembok Penahan Tanah Samping Rumah Dinas Bupati Tapanuli Utara Tidak Ada Plang Proyek Diduga Asal Jadi

  LENSA HUKUM TAPANULI UTARA Lensahukum.co.id Proyek pengerjaan tembok penahan tanah samping rumah dinas Bupati …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi