Home / Nasional / Perkumpulan Kru Angkutan Darat Indonesia (PEREKAD INDONESIA) Geram Supir Bus dan Truk Belum Dapat Bantuan Dampak Covid 19
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Perkumpulan Kru Angkutan Darat Indonesia (PEREKAD INDONESIA) Geram Supir Bus dan Truk Belum Dapat Bantuan Dampak Covid 19

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20200504 212408 WhatsApp - Perkumpulan Kru Angkutan Darat Indonesia (PEREKAD INDONESIA) Geram Supir Bus dan Truk Belum Dapat Bantuan Dampak Covid 19

LENSA HUKUM

SUMENEP – MADURA

Banyak sopir bus dan truk belum tersentuh bantuan apapun dan dari manapun,sementara dampak pandami Covid – 19 sungguh sangat luar biasa mengakibatkan perekonomian melemah terutama dikalangan masyarakat bawah seperti para pekerja harian dan putus kerja atau yang telah kehilangan pekerjaannya,Senin (04/05/2020).

Pasalnya,banyak masyarakat yang berprofesi ditranspotasi darat khususnya,sangat merasakan dampak tersebut yang mengakibatkan hilang penghasilannya,sementara kebutuhan hidup tetap harus ada.

Warga Desa Kalianget Barat,Dusun Kebun Kelapa RT 06 / RW 03 Kabupaten Sumenep, Propensi Jatim,Ibnu Hajar yang berkerja di salah satu Bus dengan Trayek Kalianget – Surabaya PP dan dia juga sebagai Wakil Ketua PEREKADI (Perkumpulan Kru Angkutan Darat Indonesia),saat dikonfirmasi lewat Tlp. Selulernya memaparkan kalau selama ini belum dapat bantuan dari Pemerintah padahal sudah lama tidak bekerja akibat dampak Covid 19, sehingga dia dengan sangat terpaksa menjual barang yg bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20200504 212421 WhatsApp - Perkumpulan Kru Angkutan Darat Indonesia (PEREKAD INDONESIA) Geram Supir Bus dan Truk Belum Dapat Bantuan Dampak Covid 19

” Saya sudah lama tidak bekerja Pak,tapi sampai saat ini saya belum menerima bantuan apapun dari Pemerintah, padahal saya pernah diminta foto Copy KTP dan KK oleh Perusahaan katanya akan dapat bantuan dari Propensi serta diminta oleh Desa lewat RT tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Kami berharap Pemerintah sungguh – sungguh memikirkan nasib kami ” , penuh harap menutup kalimatnya.

Awak Media juga mengkonfirmasi salah satu Sopir Truk yang juga bergabung di PEREKADI yang bernama Juma’ali Warga Desa Kalianget Timur, Dusun Lisoen, RT 09 / RW 01 Kabupaten Sumenep, Propensi Jawa Timur.
Juma’ali dalam paparannya menyampaikan keluhannya kalau dia juga lama tidak bekerja dan sampai sekarang belum pernah dapat bantuan walaupun sudah menyetorkan foto copy KK dan KTPnya ke Desa, hingga dia harus pinjam uang bunga untuk menyambung hidupnya.

Begitu pula Harsono Kru Bus AKAS Warga Desa. Kolor Kabupaten. Sumenep Propensi Jawa – Timur mengeluhkan hal yg sama kepada Media Lensa Hukum ” saya sering mendengar dan membaca berita kalau Pemerintah banyak memberikan bantuan kepada pekerja harian,bagi yang bekerja di Transportasi tapi realisasinya saya tidak dapat bantuan apa – apa,Mas, ” Mengakhiri keluhannya.

Camat Kalianget Drs.H.Imam Fajar,MM,saat dihubungi lewat aplikasi Chatting WhatsApp,pada hari Minggu,Pkl. 20.02 WIB ( terbaca ) tapi tidak ada tanggapan dan dilanjutkan Chat WA hari Senin,Pkl. 20.37 WIB ( Tidak terbaca ).

Selanjutnya awak media menghubungi Kades Kalianget – Timur Purwanto juga Kades Kalianget – Barat Suharto lewat Chatting WAnya sekitar Pkl. 20.22 WIB tidak terbaca.

Moh. Hasan,SH,MH,selain sebagai Ketua umum Perkumpulan Kru Angkutan Darat indonesia ( PEREKAD INDONESIA ),beliau Juga berprofesi sebagai Advokat,sekaligus menyampaikan keperihatinan bahwa,aturan pendataannya tumpang tindih antara Pemerintah an Desa dan Dinas Sosial,sehingga sampai sekarang bantuan untuk masyarakat belum turun.

Lebih lanjut Moh.Hasan,SH,MM menghimbau, ” Kepada semua anggota PEREKAD agar mendaftarkan diri kedesa masing – masing serta Dinas sosial setempat dan tidak ada alasan bagi Pemerintah Desa atau Dinas Sosial untuk menolak karena para Sopir Truk atau Kru Bus yang tergabung dI PEREKAD adalah masyarakat
yang juga kena dampak COVID – 19 ( Kehilangan mata pencaharian / penghasilan ) dan apabila ditolak /diabaikan maka kami Perkumpulan Kru Angkutan Darat Indonesia (PEREKAD Indonesia), Akan menggugat Kades,Camat atau Dinas Sosial  juga Bupatinya, ” Tegas,Ketua Umum.

 

 

 

( BAMBANG )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20200924 WA0011 - Dana Anggaran Pilkada 16 Milyar Saat Di Tanyakan Berapa Persen Ketua KPU Bangka Barat Pardi,SE " Belum Tahu "

Dana Anggaran Pilkada 16 Milyar Saat Di Tanyakan Berapa Persen Ketua KPU Bangka Barat Pardi,SE ” Belum Tahu “

  LENSA HUKUM MUNTOK – KABUPATEN BANGKA BARAT Lensahukum.co.id Pemerintahan Daerah Kabupaten Bangka Barat telah …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi