Home / Peristiwa / Diduga Sekelompok Preman Utusan Oknum Dinas Sosial Kota Pagar Alam Memburu Wartawan Dan Nyaris di Culik
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Diduga Sekelompok Preman Utusan Oknum Dinas Sosial Kota Pagar Alam Memburu Wartawan Dan Nyaris di Culik

 

LensaHukum.co.id - IMG 20200514 WA0022 - Diduga Sekelompok Preman Utusan Oknum Dinas Sosial Kota Pagar Alam Memburu Wartawan Dan Nyaris di Culik

 

LENSA HUKUM

PAGAR ALAM – SUMATERA SELATAN

Berbuntut dari sebuah konfirmasi yang diduga ada permainan serta kecurangan dari system penyaluran bantuan sembako dari program BPNT diwilayah Kota pagar alam,inisial “ BB ” yang menjabat sebagai kepala bidang rehabilitasi pemberdayaan sosiial (Dinas sosial) kota pagar alam,melakukan tindakan arogan dengan upaya penyerangan terhadap oknum wartawan media bratapos dan media sinar pagi baru beserta LSM gerhana Indonesia yang berujung adanya laporan pengaduan yang dilakukan oleh pihak korban atau wartawan serta LSM dengan laporan polisi Nomor : LP.B-35/V/2020/2020/SUMSEL/RES/P.ALAM Tanggal 12 Mei 2020.

Dengan adanya Laporan pengaduan tersebut serta ditambah pemberitaan yang dilayangkan oleh media bratapos serta beberapa rekan pers dari media-media lain,sehingga dikalangan masyarakat dan dijajaran pemerintah diprovinsi sumatera selatan khususnya di kota pagar alam menjadi topik pembahasan yang hangat terkait dugaan indikasi permainan dan kecurangan serta lemah nya system kepengawasan dari dinas sosial.

Tidak sampai disitu saja,berselang dari peristiwa tersebut,tepatnya hari rabu 13/5/2020,kurang lebih pada pukul 22.00 wib atau jam 10 malam,awak media bratapos yang bernama Heri Yanto selaku kepala biro kota pagar alam didatangi oleh sekelompok orang atau tamu yang tak diundang dikediaman atau dirumahnya yang beralamat di Simpang mannak kelurahan ulu rurah kecamatan pagar alam selatan.

LensaHukum.co.id - IMG 20200514 WA0023 - Diduga Sekelompok Preman Utusan Oknum Dinas Sosial Kota Pagar Alam Memburu Wartawan Dan Nyaris di CulikHeri Yanto menuturkan,pada hari rabu kurang lebih jam 10 malam tersebut,tiba-tiba kedatangan sekelompok orang,melihat hari sudah malam dan tak biasanya ia kedatangan tamu pada waktu-waktu tersebut,tutur heri yanto atau biasa di panggil yanto,dengan adanya ketukan pada pintu rumahnya,istri yanto bergegas membuka pintu dan saya pun menghampiri.

Yanto menambahkan,salah seorang dari mereka berbicara Dengan nada dan etika yang kurang bagus dan menanyakan “ apa benar ini orang nya ” Tanya salah seorang kepada rekannya,mendengar pembicaraan mereka dan dari salah seorang menjawab “ iya ” sontak salah seorang mengajak saya untuk naik mobil dengan alasan “ ayo kita kerumah rekan kamu (Ridwan)” ,saya replek bertanya kepada beberapa dari mereka ” ada apa ini ” (Tanya saya),salah seorang dari mereka berkata “ apa benar kamu yang ribut dan ingin mengkasuskan kakak saya karna koko bangun itu adalah kakak saya yang kamu kasuskan tersebut ” Ujar,mereka kepada saya. (Cetus,yanto).

Melihat sekelompok orang dengan jumlah kurang lebih 10 orang dengan mengendarai 2 mobil dengan jenis mobil sedan mini atau ayla berwarna putih dan satu nya mobil APP berplat Merah warna silver,tentunya saya merasa kaget dan merasa takut akan ada keributan serta kekerasan,apalagi jika akan melibatkan istri dan anak-anak saya,saya pun bersedia mengikuti keinginan mereka untuk mengajak saya menemui Ridwan atau rekan saya meskipun kondisi saya agak terancam,yang penting jangan istri dan anak-anak saya menjadi korban, ” Tutur,yanto.

Mendengar ucapan saya yang mau mengikuti keinginan mereka,sontak salah seorang menawarkan untuk naik mobil saja “ ayo naik mobil sana ” Ucap,mereka kepada saya. Melihat perilaku mereka yang semakin mencurigakan,saya menolak untuk naik mobil dan saya lebih memilih naik motor dengan didampingi oleh anak saya yang berinisial “JA“,akan tetapi spontan salah seorang dari mereka ikut naik motor yang kami kendarai dan saya pun dapat mengenali wajah beberapa dari mereka meskipun untuk namanya saya lupa,gugup yanto.

 

 

LensaHukum.co.id - IMG 20200514 WA0021 - Diduga Sekelompok Preman Utusan Oknum Dinas Sosial Kota Pagar Alam Memburu Wartawan Dan Nyaris di Culik

Melihat orang tersebut sudah ikut naik motor yang kami kendarai,akhirnya kami pun melaju, berkisar kurang lebih 50 meter kami melaju,sunggu Na’as nasib saya beserta anak saya, posisi motor masih melaju, spontan kepala saya di ditinju dari belakang dengan beberapa pukulan oleh orang tersebut yang menyebabkan kepala saya sempat berdarah dan membengkak dan bahkan anak saya pun ikut kena pukulan,Ucap yanto.

Merasa kondisi sudah genting dan melihat mobil dari mereka yang diduga akan menabrak saya dan anak saya dari belakang, replek saya menggulingkan motor saya dan saya disuruh lari oleh anak saya dan anak saya pun berupaya lari dan menghindar dari amukan sekelompok orang tersebut,akhirnya saya dan anak saya menghindar dan melarikan diri guna mencari keamanan atau keselamatan, ” Terang,yanto.

Setelah jauh berlari dan tidak tau arah dengan memasuki kawasan perkebunan dan persawahan,berkisar pada pukul 00.19 wib,saya mendapat telpon dari rekan-rekan saya beserta kepolisian atau polsek pagar alam selatan guna untuk menyelamatkan saya dan akhirnya kami pun di bawa ke kantor polsek pagar alam selatan guna dipintai keterangan atas peristiwa yang saya dan keluarga saya alami.

Setelah saya memberikan keterangan secara utuh dan saya pun memperlihatkan bercak luka dan bengkak di kepala saya,akhirnya polsek pagar alam selatan melalui Babinkamtibmas pagar alam selatan langsung mengarahkan saya untuk langsung berkoordinasi dan melaporkan kejadian atas tindakan kekerasan,penganiayaan serta percobaan penculikan ke polres kota pagar alam yang dilakukan sekelompok preman yang diduga utusan dari salah satu oknum ASN,Kabid dinas Sosial kota pagar alam, ” Ungkap,yanto.

Menyikapi hal tersebut yang dianggap bahwa tindakan tersebut adalah tindak kekerasan terhadap jurnalis,serta penganiayaan yang mengancam keselamatan dan percobaan penculikan dan hal tersebut sudah melanggar hukum,maka atas kajadian ini saya laporkan ke pihak kepolisian di polres kota pagar alam dengan laporan polisi Nomor : LP/B-36/V/2020/SUMSEL/P.ALAM, Tanggal 14 Mei 2020 sekira jam 01.30 wib, ” Tutup,yanto.

Melihat kejadian yang beruntun atas tindakan kekerasan serta penganiayaan dan dugaan percobaan penculikan yang di lakukan oleh sekelompok preman yang di duga utusan dari salah satu oknum ASN dari dinas social kota pagar alam,maka dalam hal ini Amirza selaku ketua LSM gerhana Indonesia DPK kota pagar alam sangat mengecam keras atas tindakan premanisme ini dan kami dari LSM Gerhana Indonesia Dari DPK kota Pagar alam serta DPD provinsi sumatera selatan dan juga DPN Gerhana Indonesia Pusat akan mengawal dan memantau proses hukum sampai yang terlapor atas terduga tersebut mendapat sanksi dan hukuman sesuai undang-undang yang berlaku di Negara republic Indonesia ini, ” Tegas,Amirza.

 

 

 

 

( HERU )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20200829 102745 Gallery - Diduga Rem Blong Sepeda Motor Terjun Bebas Ke Jurang Mengakibatkan 2 Orang Luka Berat

Diduga Rem Blong Sepeda Motor Terjun Bebas Ke Jurang Mengakibatkan 2 Orang Luka Berat

  LENSA HUKUM KABUPATEN PEKALONGAN Lensahukum.co.id Diduga karena rem blong,sebuah sepeda motor Yamaha Mio G …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi