Home / Sosial & Budaya / Para Marbot Desa Setiadarma Keluhkan Uang Insentif dari Desa Dan Pemda Tidak Pernah Dapat
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Para Marbot Desa Setiadarma Keluhkan Uang Insentif dari Desa Dan Pemda Tidak Pernah Dapat

 

LensaHukum.co.id - IMG 20200617 WA0004 - Para Marbot Desa Setiadarma Keluhkan Uang Insentif dari Desa Dan Pemda Tidak Pernah Dapat

LENSA HUKUM

SETIADARMA – KABUPATEN BEKASI

Pemkab Bekasi diminta mengakomodir para guru ngaji,imam masjid dan marbot di Kabupaten Bekasi untuk bisa mendapatkan bantuan akibat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Demikian permintaan yang disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi,Hendra Cipta Dinata,Selasa (21/04/2020).

Mereka ikut terdampak atas penerapan ini (PSBB). Jangan lupakan mereka. Saya meminta pemerintah melalui Bagian Kesra mendata mereka,untuk nantinya diusulkan ke Dinas Sosial untuk menerima bantuan dari Pemda, ” Tuturnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menerangkan,mereka kerap kali dalam terlewat mendapatkan bantuan pemerintah. Meski tiap bulannya telah diberi intensif dari pemerintah, ia menilai yang didapatkan masih jauh dari cukup.

Memang mereka dapat intensif,tapi karena adanya pandemi ini,sebagian besar dari mereka juga terdampak karena sulit mencari sumber penghasilan tambahan. Makanya,saya meminta mereka juga diperhatikan, ” Ungkapnya.

Apalagi menjelang bulan Ramadan,bebernya, peranan mereka dirasa sangat penting. Untuk itu,ia juga mengajak masyarakat membantu imam, marbot masjid dan guru ngaji.

“ Bagi masyarakat yang punya uang lebih, mari kita bantu mereka. Apalagi ini sudah mendekati bulan suci, ” Tandasnya,(Dilansir berita Rimol Jabar).

Dari Keterangan Beberapa Marbot di desa Setiadarma tambun kecamatan tambun selatan yakni (Mb),(SL) bahwasanya saya dah jadi marbot dari 2018 tidak pernah mendapat kan uang apapun dari Pemerindah atau desa,Selama ini dari dinas Pemda belum pernah dapat dari desa Belum pernah dapat hanya dari DKM saja jumlah nya 750 rb, ” Ucapnya.

Harapan saya pemerintah tolong perhatikan nasib Marbot degan upah kerja dari DKM saja tidak mencukupi hidup saya masih ngontrak anak masih sekolah dua orang. Bahkan tiap tahun biro biro dapat THR atau bigkisan dari desa. Bulan kemaren saja kita ada bantuan dari masjid cuman karna orangnya tidak tau alamat saya akhirnya di kensel. Kalau bantuan dari bansos sembako saya dapat.
Pernah saya degar kalau marbot ada dari pemerintah melalui ATM jumlahnya 200 RB.
Tapi saya tidak ada dapat mau nanyain saya tidak berani,selama ini saya memang belum pernah ketemu kades, ” Ucapnya.

Begitu pun marbot masjid arohma inisial (SL) meneragkan sama tidak ada bantuan isentif dari Pemda maupun desa,Hanya dari DKM saja sebesar 650 RB tiap bulan, ” ucapnya.

 

 

 

 

( MARIAM )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20200906 WA0022 - Group Portal Suruh Adakan Pertemuan Di Serang Baru Kabupaten Bekasi

Group Portal Suruh Adakan Pertemuan Di Serang Baru Kabupaten Bekasi

LENSA HUKUM KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Pandemi Virus Covid-19 masih berkepanjangan, dampak secara global sangat dirasakan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi