Home / Nasional / Rapat Terbatas Rancangan Postur APBN Tahun 2021 Melalui Video Converence
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Rapat Terbatas Rancangan Postur APBN Tahun 2021 Melalui Video Converence

 

LensaHukum.co.id - IMG 20200729 WA0010 - Rapat Terbatas Rancangan Postur APBN Tahun 2021 Melalui Video Converence

LENSA HUKUM

JAKARTA

Lensahukum.co.id

Pandemi Covid-19 membuat situasi ekonomi global bergerak sangat dinamis. Sampai saat ini setidaknya 215 negara terdampak dan menimbulkan ketidakpastian terhadap ekonomi dunia. Sudah di pastikan semua negara terkena imbas dari pandemi Virus Covid-19. Walaupun saat ini masih pandemi semua berharap,pandemi ini segera berakhir. Dengan demikian semua aktifitas akan dapat berjalan normal kembali,serta perekomonian akan semakin membaik.

Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas Postur APBN 2021. Dalam Rapat Terbatas tentang rancangan postur APBN Tahun 2021 dilakukan melalui vidio converence dari Istana Kepresidenan Bogor (28/7/2020).

Presiden Joko Widodo meminta agar semua jajaran pemerintahan diminta untuk waspada dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Ada beberapa hal yang ditekankan dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program.

Presiden Joko Widodo mengingatkan ” Bahwa situasi ekonomi global berkembang sangat dinamis, penuh dengan ketidakpastian. Beberapa lembaga keuangan dunia juga selalu merevisi prediksi-prediksi atas pertumbuhan ekonomi global di tahun 2020 maupun perkiraan di 2021. Artinya,sekali lagi,masih penuh dengan ketidakpastian meskipun di tahun 2021 IMF,Bank Dunia,maupun OECD meyakini bahwa perekonomian akan mulai tumbuh positif di tahun 2021. Dan bahkan IMF memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 5,4 persen, ini sebuah perkiraan yang sangat tinggi menurut saya,Bank Dunia 4,2 persen,OECD 2,8-5,2 persen. Saya kira kalau perkiraan ini betul kita akan berada pada posisi ekonomi yang juga mestinya itu di atas pertumbuhan ekonomi dunia. Dan Indonesia juga diproyeksikan masuk ke kelompok dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah Tiongkok.

Ini juga kalau proyeksi ini benar saya kira patut kita syukuri. Namun,kita harus tetap waspada kemungkinan dan antisipasi kita terhadap risiko terjadinya gelombang kedua (second wave) dan masih berlanjutnya,sekali lagi,ketidakpastian ekonomi global di tahun 2021″.

” Angka-angka indikator ekonomi makro harus betul-betul dikalkulasi dengan cermat,hati-hati,optimis. Harus optimis tapi juga harus realistis dengan mempertimbangkan kondisi dan proyeksi terkini.

Kita juga harus memastikan prioritas untuk 2021 dan juga pelebaran defisit untuk APBN 2021 yang difokuskan dalam rangka pembiayaan kegiatan percepatan pemulihan ekonomi dan sekaligus penguatan transformasi di berbagai sektor,terutama reformasi di bidang kesehatan,reformasi pangan,energi,pendidikan dan juga percepatan transformasi digital ” Ungkap,Presiden Joko Widodo.
Masih Presiden Joko Widodo ” kita tahu bahwa APBN itu hanya berkontribusi kurang lebih 14,5 (persen) pada PDB negara kita. Oleh sebab itu,dalam situasi krisis seperti ini belanja pemerintah menjadi instrumen utama untuk daya ungkit. Tapi juga agar sektor swasta,UMKM bisa pulih kembali,mesin penggerak ekonomi ini harus diungkit dari APBN kita yang terarah,yang tepat sasaran.

” saya ingin menekankan lagi walaupun kita menghadapi situasi sulit,kita juga tidak boleh melupakan agenda-agenda besar,agenda-agenda strategis besar bangsa kita,terutama dalam langkah-langkah untuk bisa kita keluar dari middle income trap. Sejak Juli,01 Juli 2020 kita tahu semuanya Indonesia telah masuk meraih predikat pada upper middle income country. Namun,kita tahu tantangan untuk keluar dari middle income trap ini masih besar dan panjang, ” Pungkas,Presiden Joko Widodo.

Dari empat arahan tersebut dapat kita simpulkan ” situasi ekonomi global berkembang sangat dinamis,angka-angka indikator ekonomi makro harus betul-betul dikalkulasi dengan cermat, APBN itu hanya berkontribusi kurang lebih 14,5 (persen) maka dari itu harus terarah, serta jangan melupakan agenda-agenda besar,  ” Tutup,Presiden Joko Widodo.

 

 

 

 

( JARKONI )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201028 135556 KineMaster - Wakil Presiden KH.Ma’ruf Amin  Momentun Indonesia Bersatu dan Bangkit

Wakil Presiden KH.Ma’ruf Amin Momentun Indonesia Bersatu dan Bangkit

  LENSA HUKUM JAKARTA Lensahukum.co.id Di tengah suasana sulit yang menimpa bangsa Indonesia saat ini …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi