Home / Nasional / Lahan Lokasi Gedung Kampus STAIN Di Genting Kecamatan Silih Nara Aceh Tengah Di Pagar Warga
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Lahan Lokasi Gedung Kampus STAIN Di Genting Kecamatan Silih Nara Aceh Tengah Di Pagar Warga

 

LensaHukum.co.id - IMG 20200820 WA0045 - Lahan Lokasi Gedung Kampus STAIN Di Genting Kecamatan Silih Nara Aceh Tengah Di Pagar Warga

LENSA HUKUM

ACEH TENGAH

Lensahukum.co.id

Misran bin Muhammad Yakup warga angkup mengaku pemilik Tanah sah yang saat ini sedang Di bangun gedung UPT Pengembangan Bahasa STAIN di Kampung genting gerbang Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah,Kamis (20/08/2020).

Misran dan di dampingi Kuasa Hukumnya mengaku memiliki lahan yang di atasnya telah di bangun Gedung STAIN berukuran tanah seluas 16.000 meter dari jalan hingga belakang kantor STAIN yang baru siap di bangun di tahun 2019 lalu, ” Ujarnya.

Jamaluddin,SH,sekilas dalam penjelasanya mengenai asal usul tanah yang saat ini di pagar dengan kawat berduri,jika merujuk asal-usul dasar tanah ini pada tahun 1967 dari Penghulu hutan lalu menjadi lahan sawah sebelum terjadi terdiri seluas 40Ha lalu dibagi sebanyak 12 orang pemilik masing-masing mendapat 16000 meter.

Lalu dibuat akte Hibah pada tahun 2014 sejak ayah nya Muhamad Yakup almarhum di buat Akte Notaris melalui Notaris Bidiarto.” Ujar,kuasa hukum Jamaluddin,SH

Sebelum gedung ini dibangun Pada saat itu Misran bin M.yakub Klien juga selaku pemilik lahan sudah meminta dan melarang kepada pihak Polsek dan pihak kecamatan untuk proses pembangunan gedung STAIN namun tidak menghiraukan, pembangunan itu tetap dilanjutkan bahkan dari pihak kecamatan sempat memperlihatkan satu surat Sertifikat yang dibuat candrinafis,sehingga keluhan komplin Klin kami tidak dihiraukan pada waktu itu. ” katanya.

LensaHukum.co.id - IMG 20200820 WA0044 - Lahan Lokasi Gedung Kampus STAIN Di Genting Kecamatan Silih Nara Aceh Tengah Di Pagar WargaSebelumnya saya sudah meminta kepada Rektor kampus STAIN di Takengon dan saat ini gugatan sudah kita layangkan sudah berjalan sejak 5 bulan yang lalu namun tidak ada realisasi dan tindakan sehingga kita Klin kami bersepakat untuk memagar tanah ini, sebelumnya Klin kami memagar kami menghimbau dalam bentuk surat yang di tembuskan kepada Bapak Bupati Aceh Tengah, Polres Aceh Tengah,DPRK Aceh Tengah,Kantor pengadilan Negeri takengon,Dinas pertanahan Daerah,(BPN)Badan Pertanahan Nasional Aceh Tengah,ke kantor Notaris Candri Nafis,kepala Yayasan (UGP) Universitas Gajah Putih dan Rektor Kampus STAIN Gajah Putih.

Harapan kita supaya cepat ada keputusan dan titik temunya,karena persoalan ini sudah menjadi bubur bagi pihak-yang mengelapkan harus bertanggung jawab untuk ganti ruginya,ini kan perampasan hak dari pemilik lahan M.yakup (Almarhum) alias Aman Dar yg di hibahkan kepada anak kandungnya Misran Bin M. Yakup,ini jelas melanggar KUHP pasal 378,Harap”Jamaluddin,SH

 

 

 

( CHARIM )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20200929 104427 KineMaster - Peningkatan Irigasi Kp. Pulo Damar Desa Sukamantri Milik BBWS P3TGAI Diduga Banyak Penyimpangan

Peningkatan Irigasi Kp. Pulo Damar Desa Sukamantri Milik BBWS P3TGAI Diduga Banyak Penyimpangan

  LENSA HUKUM TAMBELANG – KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi