Home / Nasional / Viral,Polisi Tilang Warga Jepang Gara – Gara Tidak Menyalakan Lampu  
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Viral,Polisi Tilang Warga Jepang Gara – Gara Tidak Menyalakan Lampu  

 

LensaHukum.co.id - IMG 20200821 WA0022 - Viral,Polisi Tilang Warga Jepang Gara - Gara Tidak Menyalakan Lampu   

LENSA HUKUM

DENPASAR – BALI

Lensahukum.co.id

Dunia maya saat ini lagi heboh tentang polisi yang menilang warga negara asing yang lagi liburan di Bali. Dalam video tersebut seorang turis dari Jepang yang diduga ditilang oleh polisi di Jembrana,Bali. Video yang berdurasi 3 menit 16 detik ini diunggah oleh akun Youtube Style Kenji pada 30 Desember 2019 lalu. Manun vidio tersebut sekarang menjadi viral di dunia maya baik di Facebook,Tweeter serta Instagram. Banyak juga warga yang mengetahui berita tersebut dari WhatApp Group sehingga vido tersebut cepat menyebar.

Dalam vidio tersebut seorang polisi memberhentikan seorang turis Jepang yang sedang mengendarai sepeda motor bernomor polisi DK 3762 FO. Polisi tersebut lalu memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan. Kemudian, polisi tersebut mengatakan bahwa surat-surat sudah lengkap.

Namun lampu bagian depan motor tidak menyala, sehingga turis yang mengendarai motor harus dikenakan denda atau penalti. Dalam bahasa Inggris,polisi tersebut meminta uang Rp 1 juta sebagai uang penalti. Awalnya, turis Jepang itu memberikan uang Rp 100.000. Namun,oknum polisi tetap meminta Rp 1 juta. Beberapa saat kemudian,pengendara itu memberikan uang sebesar Rp 900.000.

LensaHukum.co.id - IMG 20200821 WA0021 - Viral,Polisi Tilang Warga Jepang Gara - Gara Tidak Menyalakan Lampu   Dua oknum polisi diperiksa Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa karena videonya viral diduga melakukan pungutan liar (pungli) dengan meminta uang Rp.1 juta kepada seorang warga Jepang.

Propam Polres Jembrana memeriksa keduanya yang berpangkat Aipda dan Bripka.
“ Yang bersangkutan langsung kami pindahkan dari Polsek Pekutatan ke Polres Jembrana dalam rangka pemeriksaan, ” Ungkapnya,Kamis (20/08/2020).

Kapolres Adi kepada wartawan menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada pertengahan tahun 2019,di Jalan Raya Gilimanuk -Denpasar,Pekutatan,Jembrana Bali. Saat itu,saat mereka sedang melakukan razia kendaraan. Kejadian ini terekam kamera pengendara sepeda motor wisatawan asal Jepang.

“ Kejadiannya di Pekutatan sekitar pertengahan tahun 2019. Jadi,kita memang melaksanakan kegiatan razia. Kenapa kita melaksanakan razia,karena termasuk perlintasan baik itu barang atau orang dari Jawa ke Bali,di Jalan Besar Denpasar dan Gilimanuk, ” imbuh AKBP.Adi Wibawa.

Saat ini kedua oknum polisi tersebut masih didalami untuk apa uang tersebut dan apa peran masing-masing anggota. Keduanya telah mengakui perbuatannya.
“ Ini,masih kita dalami dan yang jelas dia sudah mengakui. Bahwa dia melakukan,cuman untuk apa (uangnya) kita masih dalami pemeriksaan. Sudah kami proses. Kami tidak akan menutup nutupi. Saya mendapat perintah dari Bapak Kapolda untuk menindak tegas pelanggaran yang dilakukan anggota, “Tandasnya.

Terkait adanya video itu,Mabes Polri angkat bicara. Kadiv Humas Mabes Polri,Irjen Pol Argo Yuwono, mengatakan pihaknya tak mentoleransi jika ada anggotanya yang mencoreng nama institusi dengan perbuatan semacam itu.

“ Polri sudah mengambil tindakan tegas terhadap oknum Polri tersebut, ” kata Argo dalam keterangannya,Kamis (20/8/2020).

Terkait adanya insiden itu,Argo meminta agar masyarakat tidak perlu takut ataupun ragu untuk melaporkan jika menemukan polisi yang bertindak seperti itu.

“ Masyarakat silakan melaporkan manakala ada tindakan oknum seperti di Jembrana,” ungkap Argo.
Memang ketika berkendara di wajibkan untuk menyalakan lampu utama,ini merujuk pada:
Pasal 107 UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan,berbunyi :
(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib menyalakan lampu utama Kendaraan Bermotor yang digunakan di Jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu.

(2) Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.
sanksi pidana bagi setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) UU LLAJ berdasarkan Pasal 293 ayat (2) UU LLAJ adalah pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah).

Dari keterangan tersebut sudah jelas,setiap pelanggran ada sanksi. Tapi yang menjadi janggal adalah pemberian tilang dengan nominal 1 Juta rupiah. Padahal dalam UU No 22 Tahun 2009 Pasal 107 sudah jelas denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah).

 

 

 

 

 

( JARKONI )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20200928 174016 KineMaster - Presiden Joko Widodo Pimpin Rapat Penanganan Covid 19 Dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Presiden Joko Widodo Pimpin Rapat Penanganan Covid 19 Dan Pemulihan Ekonomi Nasional

  LENSA HUKUM JAKARTA Lensahukum.co.id Presiden Joko Widodo dengan sejumlah menteri melalukan rapat secara Virtual …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi