Home / Nasional / Presiden Joko Widodo Memastikan Program Perlindungan Sosial Telah Berjalan Baik
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Presiden Joko Widodo Memastikan Program Perlindungan Sosial Telah Berjalan Baik

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20200927 183130 KineMaster - Presiden Joko Widodo Memastikan Program Perlindungan Sosial Telah Berjalan Baik

LENSA HUKUM

BOGOR

Lensahukum.co.id

Pandemi Covid-19 ini tidak hanya berdampak pada masyarakat kota,tapi juga warga di pedesaan. Itulah sebabnya,pemerintah meluncurkan berbagai program untuk mengurangi beban masyarakat sekaligus meningkatkan ekonomi.

Dampak dari pandemi itu smua lapisan masyarakat sudah di pastikan terkena imbasnya,kebutuhan makin tinggi serta beban hidup makin naik. Segala upaya sudah di jalankan oleh pemerintah guna membantu masyarakat saat ini.

Berbagai bantuan serta program- program pemerintah untuk meringankan beban masyarkat saat ini. pemerintah bersama -sama kementrian serta dinas harus bersama – sama serta saling mendukung.

Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada jajaran pemerintah terkait agar seluruh skema program jaring perlindungan sosial di desa seperti Program Keluarga Harapan, bantuan sosial tunai, bantuan langsung tunai desa dan lain-lain, berjalan efektif dan tepat sasaran.

Program padat karya tunai di pedesaan, misalnya, harus dikawal dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Program ini dapat mengurangi beban masyarakat desa yang mungkin kehilangan pekerjaan di tengah pandemi, kesulitan mencari kerja, atau yang berasal dari kalangan tidak mampu.

Sejumlah program dengan alokasi dana sebesar Rp203,9 triliun dikeluarkan pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi.Penanganan pandemi Covid-19 membutuhkan kedisiplinan dan kerja keras seluruh komponen bangsa. Segala kebijakan pemerintah terkait hal tersebut dilakukan untuk bekerja keras menangani persoalan kesehatan yang memang menjadi prioritas pemerintah.

“ Sejak awal,kebijakan pemerintah selalu konsisten, bahwa penanganan masalah kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Sekali lagi, kesehatan masyarakat harus diprioritaskan, ” Ujar,Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan tentang perkembangan realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Istana Kepresidenan Bogor,Jawa Barat,pada Sabtu, 26 September 2020.

Di tengah prioritas tersebut, pemerintah juga bekerja keras untuk menjaga dan memulihkan perekonomian. Sejumlah program dengan alokasi dana sebesar Rp203,9 triliun dikeluarkan pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi.
Program tersebut di antaranya terealisasi dalam berbagai bentuk seperti Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Nontunai,Sembako,Bantuan Sosial Tunai, Kartu Prakerja, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa,Bantuan Presiden Produktif,Subsidi Gaji, hingga diskon tarif listrik.

“ Program ini untuk meringankan beban ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19. Alhamdulillah,pelaksanaan program perlindungan sosial telah berjalan dengan baik, ” Ujarnya.

Kepala Negara lantas memerinci realisasi program perlindungan sosial sampai tanggal 23 September 2020,sebagai berikut:
Program Keluarga Harapan,telah tersalurkan Rp29,138 triliun kepada 10 juta penerima manfaat.
Program Sembako,telah tersalurkan Rp30,978 triliun kepada 19,41 juta penerima manfaat.

Program Sembako Jabodetabek,telah tersalurkan Rp4,407 triliun kepada 1,9 juta penerima manfaat.
Program Bansos Tunai Non-Jabodetabek,telah tersalurkan Rp24,787 triliun kepada 9,18 juta penerima manfaat.
Program Kartu Pra Kerja,telah tersalurkan Rp16,617 triliun kepada 4,86 juta penerima manfaat.

Program BLT Dana Desa,telah tersalurkan Rp11,73 triliun kepada 7,55 juta penerima manfaat.
Program Banpres Produktif dan Banpres Modal Kerja Rp14,183 triliun,sudah diterimakan kepada 5,9 juta penerima manfaat.

Program Subsidi Gaji,telah tersalurkan Rp10,8 triliun kepada 9 juta penerima manfaat.
Program Diskon Listrik,telah tersalurkan Rp3,455 triliun kepada 31,4 juta penerima manfaat.
Presiden menyebut bahwa realisasi program PEN untuk klaster perlindungan sosial ini selain bisa mengurangi beban masyarakat,juga memacu peningkatan produktivitas masyarakat. Ia pun kembali mengingatkan bahwa penanganan masalah kesehatan,terutama pencegahan penularan,adalah yang paling utama.

“ Saya minta kepada semua pihak untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan,agar penularan bisa ditekan, dan kehidupan masyarakat bisa berjalan normal kembali. Saya harap kepada seluruh masyarakat selalu peduli dan ikut membantu pemerintah dalam menghadapi pandemi ini, ” Tutup,Presiden Joko Widodo.

 

 

 

 

 

( JARKONI )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201028 135556 KineMaster - Wakil Presiden KH.Ma’ruf Amin  Momentun Indonesia Bersatu dan Bangkit

Wakil Presiden KH.Ma’ruf Amin Momentun Indonesia Bersatu dan Bangkit

  LENSA HUKUM JAKARTA Lensahukum.co.id Di tengah suasana sulit yang menimpa bangsa Indonesia saat ini …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi