Home / Nasional / Kepala Puskesmas Babelan 2 Menganggap Media Beritakan Opini Buruk Dan Pencemaran nama Baik
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Kepala Puskesmas Babelan 2 Menganggap Media Beritakan Opini Buruk Dan Pencemaran nama Baik

 

LensaHukum.co.id - IMG 20200927 WA0064 - Kepala Puskesmas Babelan 2 Menganggap Media Beritakan Opini Buruk Dan Pencemaran nama Baik

 

LENSA HUKUM

KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

Terkait Pemberitaan Kepala puskesmas Babelan 2 enggan keluarkan surat keterangan pasien covid 19 yang kini meninggal,maka kepala puskesmas Babelan lewat Whatsapp kepada Media menghujat media membuat berita opini dan akan melaporkan membawa Rana hukum,dengan acaman siap – siap saya tidak main main, ” Ucap,Kepala Puskesmas.

” Kami insan Pers merasa Geram dan janggal dengan ucapan Kapus inisial ” S ” apakah siap-siap saya tidak main main ada dugaan ancaman ” terhadap jurnalis ” dan di lain pihak oleh beberapa kalangan media di anggap juga sebagai penghalang bahkan alergi dengan pemberitaan.

Pasalnya,beberapa waktu lalu awak media Monologis,Dian Surahman mendapat ancaman dari oknum Kepala Puskesmas Babelan 2,ketika Dian Surahman hendak mengkonfirmasi Kapuskes Babelan 2 melalui pesan Whatsapp terkait pemberitaan yang di lansir suara Cikarang.com yang berjudul ” Kapuskes Babelan 2 enggan keluarkan surat keterangan pasien covid 19 yang sudah meninggal.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20200927 200214 Samsung Internet - Kepala Puskesmas Babelan 2 Menganggap Media Beritakan Opini Buruk Dan Pencemaran nama Baik

Alih alih bukan mendapatkan jawaban yang baik malah mengeluarkan nada ancaman, ” Saya tuntut anda Undang – undang IT menyebabkan berita yang tidak semestinya ”
Kita liat aja ya,jangan coba-coba berbuat tidak menyenangkan dan membentuk opini buruk anda siap-siap, ” Ujar,Dian Surahman membeberkan isi pesan Whatsaap dari Kapuskes Babelan 2.

Dalam penyampaian ketua benteng Bekasi DPC Babelan (Marsup) yang angkat bicara dalam berita juga dapat ancaman dari Kapus dan isinya hampiri sama isi pesannya ”

” Whatsaap pesan kapala Puskesmas Babelan 2

” Pak,saya ngak suka bapak mengeluarkan pemberitaan di media yang mencemarkan nama saya selaku Kapuskesmas,saya punya hak melaporkn anda..!!!,, ” Tutur,Marsup atas isi pesan Whatsaap Kepala Puskesmas Babelan 2,
Lalu bang Marsup membeberkan bukti isi percakapannya kepada awak media,yang kurang lebih percakapannya seperti ini,

” S ” Selaku Kepala Puskesmas Babelan 2 Kabupaten Bekasi : ” Pak,saya nga suka bapak mengeluarkan pemberitaan di media yang mencemarkan nama saya selaku Kapuskesmas
‘ M ‘ mengatakan ” Ibu kan punya hak jawab
‘S’ selaku Kepala Puskesmas Babelan 2
Saya punya hak melaporkn anda,!!!
‘M’  mengatakan di dalam percakapannya, ” Nanti akan saya sampaikan melalui pemberitaan
Apa yg ingin ibu sampaikan..,? Biar nanti saya rilis pemberitaannya,
‘S’  Selaku Kepala Puskesmas Babelan 2  : ” Saya tuntut anda pencemaran nama,pembentukan opini buruk Siap2 yaa..,!!
‘M’  Itu hak ibu
‘S’ Selaku Kepala Puskesmas Babelan 2 :
” Saya ga main2.

Perihal ibu ” S ” saya dan tim bekerja maksimal dari evakuasi merujuk hingga lewat waktu jam kerja Puskes
Saya dan tim selesai sampe di rmh itu jam 24:30 Wib.  Anda dengan enaknya membuat berita buruk
Bukan berterima kasih malah menjelek- jelekan Puskesmas yang sudah babak belur ”

Mungkin kesal akhirnya nomer saya di blokir
” Ucap,Marsup ke awak media.

Tidak sampai di situ Kapuskes Babelan 2 juga mengancam Rahmat narasumber dari berita sebelumnya,yang juga keluarga dari almarhumah ibu MS yang meninggal di nyatakan covid 19,

Bermaksut ingin mengurus surat-surat kelengkapan administrasi yang di butuhkan oleh Kemensos malah tak luput dari ancaman.

Kepada awak media Rahmat menuturkan,Saya menerima panggilan tak terjawab berkali kali dan menerima pesan Whatsaap dari Kapuskes yang mengatakan ”  bahwa salah satu pesan berbunyi begini,,

” Saya tunggu Hari ini di desa (Huripjaya -red) jam 4 Bawa keluarga ibu MS,
Saya tuntut balik atas pemberitaan yg anda buat
Lalu saya jawab
” Atas dasar apa ibu menuntut saya kalau ibu menuntut,coba aja tuntut media kenapa harus saya, ” Ucap,Rahmat.

Sebelum nomer saya di blokir Kepala puskes sempet bilang otak kamu di mana,?
Otak di pake hati di bersihin’

Sekarang mah yang penting saya fokus ngurusin surat surat kelengkapan,Soal ancaman mah udah saya kagak pikiran, ” Ujarnya,

Sangatlah Jelas dalam kemerdekaan Pers di atur
Dalam Undang-undang Pers No.40 th. 1999. terdapat pengertian pers,perusahaan pers dan wartawan.
Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari,memperoleh,memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak,media elektronik,media siber dan segala jenis saluran yang tersedia.

Dalam melaksanakan fungsi,hak,kewajiban dan peranannya,pers menghormati hak asasi setiap orang,karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.

Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme.
Atas dasar itu,wartawan Indonesia menetapkan dan mentaati Kode Etik Jurnalistik.

Di tempat terpisah Pimpinan Redaksi Suara Cikarang.com dan juga sebagai ketua IWO Indonesia Kabupaten Bekasi,( Ikatan Wartawan Online Indonesia),Suryo Sudharmo memberikan tanggapan ”
bahwa Wartawan dalam menjalankan tugasnya di lindungi oleh UU Pers no 40 tahun 1999, Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila,Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB.

Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu,wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa,tanggung jawab sosial,keberagaman masyarakat dan norma-norma agama.

Jadi kalau ada oknum yang mengancam awak media dalam peliputan dan pemberitaan,itu sama saja menghalang halangi tugas pokok dan fungsi pers, ” Pungkas,bang Suryo.
Sampi berita ini di terbitkan,pihak Kapus Babelan 2 belum bisa di hubungi.

 

 

 

 

( MARIAM )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201028 135556 KineMaster - Wakil Presiden KH.Ma’ruf Amin  Momentun Indonesia Bersatu dan Bangkit

Wakil Presiden KH.Ma’ruf Amin Momentun Indonesia Bersatu dan Bangkit

  LENSA HUKUM JAKARTA Lensahukum.co.id Di tengah suasana sulit yang menimpa bangsa Indonesia saat ini …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi