Home / Nasional / Dinas Kesehatan Angkatan Bicara Terkait Pemusaran Covid Di Rumah Sakit
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Dinas Kesehatan Angkatan Bicara Terkait Pemusaran Covid Di Rumah Sakit

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201003 184623 KineMaster - Dinas Kesehatan Angkatan Bicara Terkait Pemusaran Covid Di Rumah Sakit

LENSA HUKUM

KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

Di tengah pandemic corvid 19,banyak yang meninggal di makamkan secara covid. Dari keterangan jubir dinas kesehatan dr.Alamsyah memberikan penjelasan bagaimana orang yang meninggal di makamkan secara covid,Senin (29 September 2020).

Saat di konfirmasi bagaimana pemusaran covid dan bagaiman orang yang di bilang suspek dengan beberapa media ” jubir Dinas kesehatan dr Alamsyah menerangkan. Jadi begini kalau wabah itu itu clear disana. Bahwa ketika orang meninggal jenazah pakai protokol Corvid dan apa itu suspek..?

Orang yang meniggal dengan pandemic sekarang itu dimakamkan secara corvid dan apa yang di sebut suspek,misalnya si A misalnya positif kontak dengan si B Nah si B itu sudah suspek dan jika dia ada gejala batuk filek demam tanpa di swab kemudian tiba tiba si B,meninggal itu suspek itu dimakamkan sebagai covid. Siapa yang menegakan diagnosa suspek ia dr penanggung jawab DPJP dan tidak satupun yang bisa mencampuri atau mempengaruhi Diagnosa . Keputusan dari DPJP termasuk direktur nya, ” Ucapnya.

” Sekalipun kalau DPJP mengatakan itu adalah suspek kemudian meniggal walau pun belum di swab baru di rapid tapi dia reaktif dengan kondisi klinis dengan hasil citisken,misalnya ronsen walau pun itu belum di sawb belum positif itu suspek namanya,jadi di makamkan secara covid itu clear, ” Ucapnya.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20200929 065955 KineMaster 1 - Dinas Kesehatan Angkatan Bicara Terkait Pemusaran Covid Di Rumah Sakit” Kemudian bagaimana pemusaranya rumah sakit itu sudah tau semua ada tiga lapis plastik kemudian ada peti. Yaitu untuk penyelenggaraan di RS di laksanakan,jadi saya bukan lari dari peryataan,tapi itu jadi rumah sakit silahkan dalami rumah sakit yang jelas bahwa penagganan covid. pemusaran itu pakai peti itu domennya dan tidak boleh lebih empat jam jenazah di Makamkan, ” Ucapnya.

” Yang dimakamkan dengan protokol covid mestinya yang kontak dengan yang sakit harus di periksa oleh keluarga ke RS. Untuk di priksa Kemabli kontak atau tidak terpapar atau tidak Dan ketika laporan media,saya sampaikan ke satgas kecamatan untuk di tindak lanjuti dan angaran Covid ini kita tidak pernah berhitung berapa yang kita dapat,karena RS yang menangani covid itu langsung klaim ke kementrian kesehatan dan itu setiap arah beda angaran. Ada orang yang dirawat 10 hari ada orang yang dirawat 1 hari dan seterusnya .dan ada orang di rawat di ruang biasa dan ada orang di rawat di ruang isolasi.dan ada yang di rawat di ruang ICU,kan berbeda masalah rekapitulasi saya tidak sanggup membuat rekapan itu.saya tidak ada angaran itu tatacara komplain itu ada di RS dan bisa di kejar ke ” Kementrian kesehatan, ” Ucapnya.

Hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/238/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Perawatan Pasien Penyakit Terinfeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit yang Menyelenggarakan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

” Kementerian kesehatan.
Dia mengatakan biaya pengobatan pasien Covid-19 dengan kriteria ODP,PDP,atau terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa penyakit penyerta (komorbid), bisa mencapai belasan juta rupiah untuk sehari perawatan.

Jika pasien tersebut membutuhkan pelayanan ICU dengan ventilator biayanya Rp15,5 juta,ICU tanpa ventilator Rp12 juta,ruangan isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp10,5 juta. Selanjutnya,ruang isolasi tekanan negatif tanpa ventilator Rp7,5 juta, ruang isolasi nontekanan negatif dengan ventilator Rp10,5 juta dan ruang isolasi non tekanan tanpa ventilator Rp7,5 juta.

Biaya pengobatan tersebut bisa bertambah jika pasien memiliki penyakit penyerta (komorbid). Perawatan ICU dengan ventilator Rp16,5 juta,tanpa ventilator Rp12,5 juta,isolasi ruangan tekanan negatif dengan ventilator Rp14,5 juta,tanpa ventilator Rp9,5 juta,isolasi nontekanan negatif dengan ventilator Rp14,5 juta,tanpa ventilator Rp9,5 juta.

Pemerintah juga menanggung biaya pemakaman jenazah untuk pasien yang meninggal dunia dengan rincian biaya pemulasaran Rp550 ribu,kantong jenazah Rp100 ribu, peti jenazah Rp1,75 juta,plastik erat Rp260 ribu,disinfektan jenazah Rp100 ribu, transportasi untuk mengantar jenazah Rp500 ribu, dan disinfektan mobil Rp100 ribu.

Dan juga menjelaskan seluruh anggaran tersebut menjadi tanggungan Kementerian Kesehatan,setelah melalui verifikasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Ia menambahkan tingginya biaya pengobatan yang harus dipikul negara itu membuat pemerintah pusat dan daerah berjuang keras meminimalisasi penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Untuk itu,katanya,pemerintah telah menganjurkan warga menggunakan masker jika keluar rumah,mematuhi kebijakan pembatasan sosial dan fisik,serta menunda perjalanan ke daerah terpapar dan tidak mudik.

” Dengan mematuhi ketentuan itu,kita sudah bisa membantu meringankan beban negara,”

 

 

 

 

( MARIAM )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201022 173402 KineMaster 1 - Sekdin Pariwisata Angkat Bicara Terkait Ijin Pariwisata Sekarang di Keluarkan DPMPTSP   

Sekdin Pariwisata Angkat Bicara Terkait Ijin Pariwisata Sekarang di Keluarkan DPMPTSP  

  LENSA HUKUM KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Banyaknya Tempat – tempat Wisata di kabupaten Bekasi dan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi