Home / Nasional / Tekan Covid 19 RSUD Cibitung Rencanakan Tambah Ruang Isolasi
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Tekan Covid 19 RSUD Cibitung Rencanakan Tambah Ruang Isolasi

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201004 212803 KineMaster - Tekan Covid 19 RSUD Cibitung Rencanakan Tambah Ruang Isolasi

LENSA HUKUM

CIBITUNG – KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

 

( ADVERTORIAL )

RSUD Kabupaten Bekasi beralamat di Jl.Raya Teuku Umar No.202,Wanasari,Kecamatan Cibitung, Bekasi,Jawa Barat 17520,Indonesia.

Tanggap polemik pandemi covid-19 untuk memutus mata rantai dengan pyscal distancing dan jaga kesehatan,pemerintah Kota (Pemkot) dan kabupaten Bekasi terus berjuang serta bekerja keras menekan pandemi COVID-19.

Selain getol melaksanakan rapid test massal,Pemkot dan kabupaten Bekasi juga menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit baik milik dibawah naungan otoritas pemerintah juga swasta.

Seperti RSUD Cibitung predikat paripurna dan Rumah sakit lainnya yang ada di kota-kab bekasi.

Kepala seksi pelayanan medik RSUD Cibitung dr.Hj. Ida Hariyati, M. Epid pembina lV/a Nip: 197011052002122003 menyebutkan, “pihaknya bekerja keras dalam peran fungsi medis untuk membantu pemerintah dimasa pandemi covid-19, dengan melayani. kedepannya direncanakan akan menambah kapasitas ruang isolasi.

Memaksimalkan RSUD Cibitung dalam menekan masa pandemi untuk menangani pasien atau yang terdampak covid-19. Untuk hal ini, ” masih mempunyai kapasitas ruang sebanyak 36B yakni 4 ruang ICU (intensif care unit) serta 32 ruang isolasi biasa dengan menggunakan tekanan negatif,berbeda hal nya rumah sakit swasta yang masih menggunakan filter, ” Ujar,dokter Ida dalam keterangan langsung, Jum’at (02/10/2020).

Bila kapasitas ruang isolasi masih belum cukup, dengan memikirkan alternatif lain yakni menjalin kerja sama dengan Asrama dan menyiapkan gedung untuk ruang isolasi dan observasi. Namun rumah sakit masih menjadi prioritas.

Dokter Ida menambahkan,pihaknya dalam pelayanan rumah sakit nantinya akan memaksimalkan ruang isolasi sebelumnya dengan direncanakan penambahan ruang isolasi kedepannya,agar dapat menekan atau Memutus mata rantai covid-19.

Ia menegaskan,orang yang dikuatirkan adalah OTG maka perlu bagi yang menjalani observasi bukan orang positif COVID-19 atau sakit,melainkan mereka adalah keluarga yang terdampak. Misalnya dalam satu keluarga ada yang positif COVID-19,keluarga lainnya yang dinyatakan ODP akan menjalani masa observasi dengan isolasi selama 14 hari,jadi masyarakat tak perlu kuatir.

Ada pun yang terdampak isolasi di RSUD Cibitung dari berbagai umur,namun kebanyakan dominan perempuan,dengan berdampaknya. bukan berarti orang tersebut positif COVID-19 atau sakit, tapi orang yang diisolasi di sini adalah orang yang dikuatirkan gejala pandemi covid-19,untuk itu perlu memutus mata rantai dengan isolasi.

Sementara di RSUD Cibitung dengan kurang lebih 200 tenaga medis yang ada,dengan peran nya masing-masing dalam tugas melayani 1×24 jam, dibekali kontak person (021)8837-4444/8837-0449 untuk pelayanan kesehatan masyarakat, perlu nya dukungan serta doa, bukan sebaliknya. dengan berpikiran yang tidak-tidak,dalam tugas para medis dalam memutus mata rantai covid-19.

Harapan, ” dengan dimasa pandemi begini perlunya masyarakat menjaga kesehatan dan sadar akan menggunakan masker,serta menjaga jarak pyscal distancing supaya dapat menekan dampak covid-19, ” Pungkasnya.

 

 

 

 

( MARIAM / MARULI )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201028 135556 KineMaster - Wakil Presiden KH.Ma’ruf Amin  Momentun Indonesia Bersatu dan Bangkit

Wakil Presiden KH.Ma’ruf Amin Momentun Indonesia Bersatu dan Bangkit

  LENSA HUKUM JAKARTA Lensahukum.co.id Di tengah suasana sulit yang menimpa bangsa Indonesia saat ini …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi