Home / Nasional / Petani di Tapanuli Utara Keluhkan Harga Turun Sedangkan Pupuk Merangkak Naik ” Dinas Pertanian Tutup Mata “
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Petani di Tapanuli Utara Keluhkan Harga Turun Sedangkan Pupuk Merangkak Naik ” Dinas Pertanian Tutup Mata “

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201010 084754 KineMaster - Petani di Tapanuli Utara Keluhkan Harga Turun Sedangkan Pupuk Merangkak Naik " Dinas Pertanian Tutup Mata "

LENSA HUKUM

TAPANULI UTARA

Lensahukum.co.id

Anjloknya harga komoditi jenis pertanian dalam tahun 2020 ini membuat para petani di 11 Kelurahan,241 desa 15 Kecamatan se Kabupaten Tapanuli Utara mengeluh karena modal yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang didapat bahkan para petani malah merugi.

Pasalnya,untuk saat ini harga tanaman jagung yang kami panen hanya dihargai Rp 3000 per kilonya oleh agen atau toke kalau dan sebelumnya juga harga cabai merah mencapai Rp 50.000 per kilonya, ” Ujar Sormauli boru Simanungkalit salah seorang petani cabe di Desa Simanungkalit Kecamatan Sipoholon.

Menurutnya dengan turunya harga komoditi jenis tanaman pertanian tersebut justru petani banyak yang menombok karena modal yang dikeluarkan tidak bisa lagi untuk membeli harga bibit tanaman yang akan mereka tanam yang saat ini harganya menjulang tinggi.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201010 083931 KineMaster - Petani di Tapanuli Utara Keluhkan Harga Turun Sedangkan Pupuk Merangkak Naik " Dinas Pertanian Tutup Mata "

Harga Itu belum lagi ditambah biaya tenaga kerja,pembelian alat-alat pertanian seperti mesin semprot juga pupuk dan obat-obatan pertanian yang digunakan, ” Ucap benget boru Lumbantobing sedih.

Ketika ditanya berapa kisaran harga cabai merah agar petani tidak merugi? Ia menjawab Rp 50.000, itu pun kadang petani hanya balik modal saja sekaitan dengan naiknya harga bibit sekarang ini membuat terkadang malah merugi.

” Kalau mau dapat untung harga panen cabai merah harus diatas Rp 50.000 per kilonya, ” Harap,Rumondang boru Sihombing.
Ditambahkan Butet, penyebab turunnya harga Cabe merah saat ini disebabkan masukhya hasil panen cabai merah dari luar Taput yang memenuhi pasar – pasar di seluruh Kecamatan.

” Situasi seperti ini biasanya selalu terjadi ketika memasuki bulan Ramadhan dan di akhir tahun bulan Desember di saat Natal dan tahun baruan, ” sebutnya.

Togar Nababan seorang Pertani berharap agar Pemerintah memperhatikan nasib petani yang ada di Taput agar supaya dapat menjamin harga panen komoditi pertanian agar tidak jatuh.

Sambung,Selain itu harga pupuk beserta obat – obatan dan alat – alat pertanian agar tidak terlalu mahal dan kiranya mudah didapat begitu juga dengan harga bibit jenis – jenis komoditi pertanian, ” Harapnya.

 

 

 

 

 

( ALAIM DELON )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201022 173402 KineMaster 1 - Sekdin Pariwisata Angkat Bicara Terkait Ijin Pariwisata Sekarang di Keluarkan DPMPTSP   

Sekdin Pariwisata Angkat Bicara Terkait Ijin Pariwisata Sekarang di Keluarkan DPMPTSP  

  LENSA HUKUM KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Banyaknya Tempat – tempat Wisata di kabupaten Bekasi dan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi