Home / Nasional / IDI Kabupaten Bekasi Angkat Bicara Terkait Penolakan Wartawati Dan Pasien Habibi di Pelayanan RSUD Cibitung
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

IDI Kabupaten Bekasi Angkat Bicara Terkait Penolakan Wartawati Dan Pasien Habibi di Pelayanan RSUD Cibitung

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201116 005302 KineMaster - IDI Kabupaten Bekasi Angkat Bicara Terkait Penolakan Wartawati Dan Pasien Habibi di Pelayanan RSUD Cibitung

 

LENSA HUKUM

KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

 

 

1. Terkait Permasalahan Mariam : 

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201113 145012 KineMaster 1 - IDI Kabupaten Bekasi Angkat Bicara Terkait Penolakan Wartawati Dan Pasien Habibi di Pelayanan RSUD Cibitung( Photo :    Heru )  Mariam di RSUD Kabupaten Bekasi.    

 

Terkait pasien Mariam dan Habibi yang sakit datang dengan Ambulance tiba di UGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD),Cibitung Jumat (13/11/2020),salah satu rekan pasien masuk melaporkan adanya pasien di dalam mobil Ambulance. Petugas UGD Setelah mendapatkan laporan langsung memakai seragam baju ADP, Jumat (13/11/2020).

Pasalnya,Petugas UGD Bergegas Melihat Pasien Mariam berada di dalam mobil Ambulance yang tidak dapat lagi berjalan dan menahan rasa sakit. Pertugas tanpa mengecek keadaan tubuh Pasien Mariam,melainkan menyarankan agar ke Poli Syaraf dulu. Akhirnya rekan Pasien dengan Ambulance pindah ke Gedung Poli.

Lanjutan,Setibanya di ruangan Poli Syaraf, Petugas Pendaftaran mereka menanyakan surat rujukan..??? , jawab rekan pasien tidak ada surat rujukan. Pihak Petugas Pendaftaran mengatakan, ” Tidak bisa ke Poli Syaraf pake BPJS Kecuali Pakai Pembayaran Umum Tanpa Rujuk bisa ke Poli, ” Ucap, Petugas Pelayanan Gedung Poli.

Akhirnya Pasien Mariam Mencoba Menghubungi dr. Ida untuk meminta bantuan,akan tetapi tidak ada jawaban. Pasien Mariam dengan berat hati karena sudah di tolak karena pihak RSUD Cibitung tidak memberikan Kemudahan terhadap Pasien Mariam yang Notabene seorang Wartawati akan tetapi hal ini baginya tidak ada kemudahan apa lgi masyrakat bisa tidak juga ada kemudahan di dalam Administrasi sebelum tahap pemeriksaan terhadap diri pasien Mariam dan juga mendapatkan perawatan yang baik di RSUD cibitung kabupaten bekasi. Sangat kecewa pelayanan RSUD milik pemerintahan ini lebih utamkan uang dari pada nyawa manusia, ” Ucap,Mariam.

 

2. Terkait Permasalahan Pasien Habibi : 

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201116 011302 Samsung Internet - IDI Kabupaten Bekasi Angkat Bicara Terkait Penolakan Wartawati Dan Pasien Habibi di Pelayanan RSUD Cibitung

 

Pasien Habibi selang dua hari kembali laporkan penolakan dari Oknum dr.Jaga RSUD Cibitung kabupaten Bekasi.
Seorang anak Laki – laki berusia 7 tahun yang tinggal dikampung Ceger Rt.02 / 04 Desa Sukadarma Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi.

Pasalnya,Habibie anak dari keluarga Suwandi dan ibu Dian Mardianah membawa anaknya ke rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi. Sesampainya di Tempat Pelayanan Sabtu malam (14/11/2020),kurang lebih sekitar pukul.10 malam.

Penolakan terjadi kembali di lakukan oleh Oknum dokter jaga Pihak Rumah sakit Pemerintah Kabupaten Bekasi (RSUD),Sebelumnya Pasien Ibu Mariam dan Sekarang Pasien Habibi,Akan tetapi Salah satu dari rekan anak Pasien yang kebetulan Wartawan Lensa Hukum yang mendampingi Keluarga Pasien untuk mendapatkan Perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201116 011239 Samsung Internet - IDI Kabupaten Bekasi Angkat Bicara Terkait Penolakan Wartawati Dan Pasien Habibi di Pelayanan RSUD Cibitung

Lanjutan,Hal ini Sempat Adu Mulut / Argument dan Marah, karena Pelayanan Oknum Dokter Jaga tidak mau Menerima Pasien Habibi. Setelah Marah barulah pihak RSUD mau menerima Habibi untuk segera di Lakukan Penangganan secara cepat,Karena keadaan Habibi Sudah Menghawatirkan keluar darah dari Mulut dan hidungnya,Harus ribut dan marah baru di terima Oleh Oknum dr.Jaga RSUD kab.bekasi ” Ujar, Rudi.

Menjelang Malam Tiba – tiba Pihak dari Oknum Dokter Jaga RSUD kabupaten Bekasi,Menyuruhnya untuk Pulang dan mencabut  inpusan yang menempel di Pasien Habibi. Pihak keluarga menjadi bingung karena keadaan sudah semakin malam dan kenapa bukan di inapkan dulu dan di cek keadaan Pasien esok harinya. Dengan Rasa Sedih,menurut Orang tua Pasien Kenapa anak saya Habibi disuruh pulang…??. Menurut Dr. Jaga di suruh berobat ke Poli Anak aja, ” Ucap,dokter jaga yang tidak mau menyebutkan namanya dan langsung bergegas pergi meninggalkan Pasien Habibi. Begitu Teganya Dokter Jaga malam ini yang tidak mempunyai hati nurani, ” Cetus, Dian Mardianah, Selaku Orangtua Habibi.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201115 015855 KineMaster - IDI Kabupaten Bekasi Angkat Bicara Terkait Penolakan Wartawati Dan Pasien Habibi di Pelayanan RSUD Cibitung

 

Sangat Ironis Pasien Habibi di suruh pulang oleh pihak dokter jaga. Begitu teganya oknum dr. Jaga RSUD Cibitung. Impusan pun masih banyak orang tengah malem sekitar jam. 00 : 25 Wib, Pasien Habibi disuruh pulang.

Apakah Pelayanan Rumah Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi Seperti ini..??. Dimana Nurani Para Dokter yang sepengetahuan kita mereka di Sumpah Untuk Menjadi Seorang Dokter Melayani Pasien dan kenyataannya dimana Nurani mereka anak saya yang sedang sakit keluar darah dari mulut dan hidungnya dan belum tau penyebab sakitnya apa,seharusnya di inapkan dulu karena sudah larut malam,dengan rasa sedih melihat anak saya di perlakukan di Rumah sakit seperti ini saya sedih sambil mengendong anak saya ke dalam mobil, ” Ucap, Suwandi Selaku Orang Tua.

 

KETUA (IDI) IKATAN DOKTER INDONESIA, Dr.H.Mulyana,S.P.MARS, Kabupaten Bekasi,Saat dimintai tanggapan melalui Whatsaap, terkait Permasalahan Mariam dan Pasien Habibi, Mengatakan, ” Silahkan untuk meminta klarifikasi ke Direktur RSUD Cibitung Kabupaten Bekasi,Jika Terbukti benar Bersalah dan Anggota Kami,maka kami akan memberikan Pembinaan kepada Anggota kami tersebut dan Dokter Pastinya sudah melakukan Sumpah akan mengutamakan Kepentingan dan Keseharan Pasien, ” Ungkapnya.

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201029 122346 KineMaster - IDI Kabupaten Bekasi Angkat Bicara Terkait Penolakan Wartawati Dan Pasien Habibi di Pelayanan RSUD Cibitung

 

LASKAR MERAH PUTIH (LMP) Dets.Brigade 17 Mabes, LUKMAN HAKIM LUBIS,SH Angkat Bicara,”  Terkait Penolakan terhadap Mariam dan Pasien Habibi yang mengeluarkan darah dari Mulut serta hidungnya di suruh pulang diwaktu malam sudah larut. Dimana Nurani Oknum Dr. Jaga kala itu dimana janji sumpahmu sebelum menjadi seorang dokter melayani dan menjaga para calon pasien bukan melihat dari sisi materinya melainkan sisi kemanusiannya. Sepengetahuan saya dokter itu tidak sembarangan dan dokter itu di Sumpah apa bila oknum dokter itu melanggar SOP bisa di laporkan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kalau hal ini terulang dan terus terulang lagi. Oknum dokter seperti ini,apakah dia sudah sesuai SOP yang berlaku dan sudah melakukan tanggung jawabnya selaku Dokter jaga pada waktu menanggani baik calon pasien maupun pasien, ” Ujar, Lukman.

Bupati dan Dewan DPRD kabupaten Bekasi Komisi yang membidanginya segera Sidak ke RSUD Cibitung dan Memanggil Semua Petinggi baik dari Direktur dan jajarannya. Oknum dr. Jaga yang terkait kasus mariam dan habibi pada waktu kejadian tersebut di panggil dan dimintai pertanggung jawabannya. Apa bila terbukti bersalah dan melanggar UU Kesehatan dan SOP yang ada,saya minta di Copot sebagai dr.jaga di RSUD Cibitung kabupaten Bekasi. Dari kacamata Apabila ada indikasi terjadi pelanggaran Aturan SOP RSUD Kabupaten Bekasi dan Melanggar UU Kesehatan saya Minta dr. Jaga kasus Mariam dan Habibi dicopot dari kedinasannya. secara Jelas pasal 190 ayat 1  dan Pasal 32 ayat 2 dan pasal 85 ayat 2, ” Tegas,Lukman Hakim Lubis,SH.

 

Tindak pidana dalam UU Kesehatan ,sebagai berikut :

– Tidak memberi pertolongan pertama kepada pasien.

Pasal 190 ayat (1) menentukan bahwa “Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerjaan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang dalam keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) atau Pasal 85 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp.200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah ).

 

 

 

( SAM LUBIS / MARIAM )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201128 112755 KineMaster - LSM DHN P KPK PEPANTRI Geram Kegiatan Pengecoran Jalan Kp Garon Tanpa Papan Proyek Diduga Tidak Sesuai Spek RAB

LSM DHN P KPK PEPANTRI Geram Kegiatan Pengecoran Jalan Kp Garon Tanpa Papan Proyek Diduga Tidak Sesuai Spek RAB

    LENSA HUKUM SETIALAKSANA – KABULATEN BEKASI Lensahukum.co.id Proyek Pekerjaan Pengecoran yang berada di …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi