Home / Nasional / Proyek Peningkatan Pengaspalan Jalan Siandorandor Tapanuli Utara Tidak Sesuai Bestek Baru diBangun Sudah Rusak
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Proyek Peningkatan Pengaspalan Jalan Siandorandor Tapanuli Utara Tidak Sesuai Bestek Baru diBangun Sudah Rusak

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201120 055527 KineMaster - Proyek Peningkatan Pengaspalan Jalan Siandorandor Tapanuli Utara Tidak Sesuai Bestek Baru diBangun Sudah Rusak

LENSA HUKUM

SIANDORANDOR – TAPANULI UTARA

Lensahukum.co.id

Pekerjaan proyek pengaspalan jalan lintas antar jurusan Desa Siandorandor tujuan dusun Simaninggir dengan lapen yang dikejakan oleh pelaksana kegiatan Trisno tua Simatupang dengan ketua tim pelaksana kegiatan Santi Sinaga dinilai kalangan praktisi tidak memenuhi standar kwalitas.
Bahkan diduga menyalahi bestek temuan ini dinilai dari rendahnya daya lekat aspal sehingga dikwatirkan dalam waktu yang tidak lama hasil pekerjaan tersebut akan hancur,padahal pekerjaan itu menelan dana besar, Kamis (19/11/2020).

Pasalnya,Jumlah dana Rp 491.937.964 itu berasal dari dana desa APBN pusat tahun 2020 yang nota bene merupakan uang rakyat tujuan proyek meningkatkan sarana perhubungan dengan penanggung jawab Sanggam Hutapea selaku Kepala Desa Siandorandor.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201120 055634 KineMaster - Proyek Peningkatan Pengaspalan Jalan Siandorandor Tapanuli Utara Tidak Sesuai Bestek Baru diBangun Sudah RusakDari hasil pemantauan wartawan bersama LSM PHI turut didampingi warga ke lokasi,temuan di lapangan tampak ketebalan lapisan bawah tidak mencapai 5 cm juga ketebalan aspal ditengah dan dipinggir berbeda sepertinya terlalu tipis sampai menampung genangan air.

Hal ini diduga telah menyalahi bestek dengan maksud untuk mengejar keuntungan pribadi tanpa memikirkan kwalitas pekerjaan dan memperhatikan hajat orang ramai.

Anehnya,ketika Lensa Hukum bersama para LSM mempertanyakan permasalahan tersebut kepada Kepala Desa,juga kepada tim pelaksana kegiatan namun mereka semua susah ditemui saat team kebetulan melintas di Kantor Desa pegunungan itu.
Namun salah seorang warga mengaku saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pengaspalan jalan hotmix tersebut ketebalanya diragukan dengan panjang berpariasi sistem terpotong sambung – menyambung tanpa mengetahui berapa lebar sebenarnya dan sekretaris TPK nya adalah Erlina Aritonang dengan anggota Sakti Hutapea yang kurang transparan.

Melihat hasil kerja pengaspalan tersebut, timbul kekwatiran di tengah – tengah masyarakat tempatan dan warga penerima mamfaat dari hasil pembangunan mereka menduga kenyataan Panjang dan ketebalan tidak sesuai yang dikatakan.
Mereka senada berpendapat bahwa pekerjaan itu tidak lebih dari pada aksi penghamburan uang rakyat dan merupakan pekerjaan yang tidak dapat untuk mendapatkan pembayaran ” kami pastikan pengaspalan itu tidak akan bertahan lama asal jadi saja ” kesal masyarakat.

Oleh sebab itu seluruh lapisan masyarakat melalui media ini meminta pemerintah pusat agar memeriksa siapa saja yang terlibat atas pekerjaan yang tidak memenuhi standarisasi dan diduga menyalahi bestek saat ini sudah pada rusak kembali batu bahu jalan juga tidak ada dihampar sebagai pengunci pasangan aspal.

 

 

 

 

 

(ALAIN DELON )     

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201128 112755 KineMaster - LSM DHN P KPK PEPANTRI Geram Kegiatan Pengecoran Jalan Kp Garon Tanpa Papan Proyek Diduga Tidak Sesuai Spek RAB

LSM DHN P KPK PEPANTRI Geram Kegiatan Pengecoran Jalan Kp Garon Tanpa Papan Proyek Diduga Tidak Sesuai Spek RAB

    LENSA HUKUM SETIALAKSANA – KABULATEN BEKASI Lensahukum.co.id Proyek Pekerjaan Pengecoran yang berada di …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi