Home / Nasional / LSM KAMPAK – RI Geram Pembuatan Drainase Kp. Solokan Gatet Muara Gembong Diduga Tumpang Tindih
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

LSM KAMPAK – RI Geram Pembuatan Drainase Kp. Solokan Gatet Muara Gembong Diduga Tumpang Tindih

LensaHukum.co.id - IMG 20201130 WA0080 - LSM KAMPAK - RI Geram Pembuatan Drainase Kp. Solokan Gatet Muara Gembong Diduga Tumpang Tindih

LENSA HUKUM

KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

Proyek pembangunan Saluran Drainase,di Kampung Solokan gatet,Desa Pantai Mekar,Kecamatan Muaragembong,Kabupaten Bekasi menimbulkan perspektif negatif dari masyarakat,Senin (30/11/2020).

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201130 221128 KineMaster - LSM KAMPAK - RI Geram Pembuatan Drainase Kp. Solokan Gatet Muara Gembong Diduga Tumpang TindihPasalnya,kegiatan Pembangunan Saluran Drainase yang di kerjakan oleh CV. Putra Baswara Semesta dengan pagu Rp.199.630.200 APBD pemerintah Kabupaten Bekasi. Kegiatan tersebut tidak mengikuti anjuran teknis kerja yang diatur pemerintah,yang bisa menurunkan mutu dan kualitas sebuah bangunan.

Pada saat tim awak media dan LSM-KAMPAK-RI menyambangi kegiatan bangunan saluran air drainase di Solokan Gatet,menemui si pekerja dan meminta keterangan dari si pekerja,untuk menyakan ketinggian 1 meter lebih, ” Ucap, tukang.

Hasil investiga dilokasi kegiatan,Lsm-Kampak-RI mencoba melakukan pengukuran drainase ketinggian hanya 78 cm,tidak adanya
pondasi bawah,tidak ada cerucuk bambu,tidak pake boplang.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201130 220943 KineMaster - LSM KAMPAK - RI Geram Pembuatan Drainase Kp. Solokan Gatet Muara Gembong Diduga Tumpang TindihYusuf Supriatna Ketua Bidang Investigasi divisi DPN LSM-KAMPAK-RI ( Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Peradilan dan Korupsi Republik Indonesia), mengatakan kepada awak media ” Hasil Investigasi dilokasi pekerjaan jauh dari spesifikasi, seperti halnya tidak ada pondasi bawah,gapake cerucuk bambu,tidak adanya boplang, tinggi hanya 70 cm dan diduga masih ada batu lama yang tisak di bongkar.

Jelas pekerjaan tersebut sudah menggurangi Volume,bilamana suatu pekerjaan proyek yang di biayai oleh uang negara dan Uang negara merupakan uang dari rakyat dan Uang Rakyat yang Diduga mereka curi.  Hasilnya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan merugikan pemerintah. Hal ini Pihak Dinas Terkait adapun Pengawas dinas,konsultan dan PPTK harus berperan aktif dalam hal ini jangan ada main mata harus bertindak tegas jika sudah ada hal yang menyimpang dalam pekerjaan, ” Tegas,Yusuf.

 

 

 

( ARIP )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20210118 WA0184 - Potongan Kaki Di Duga Korban Pesawat Sriwijaya Di Temukan Nelayan Muara Gembong

Potongan Kaki Di Duga Korban Pesawat Sriwijaya Di Temukan Nelayan Muara Gembong

  LENSA HUKUM MUARA GEMBONG – KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Seorang nelayan pantai muara Gembong Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi