Home / Nasional / Bukti Dugaan Keterlibatan Rizal Ramli dalam Kasus Korupsi Impor Bahan Pangan tahun 2015 – 2017
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Bukti Dugaan Keterlibatan Rizal Ramli dalam Kasus Korupsi Impor Bahan Pangan tahun 2015 – 2017

LensaHukum.co.id - KPK 4. Bukti Dugaan Keterlibatan Rizal Ramli dalam Kasus Korupsi Import bahan Pangan tahun 2015 2017. 2 - Bukti Dugaan Keterlibatan Rizal Ramli dalam Kasus Korupsi Impor Bahan Pangan tahun 2015 - 2017

Rizal Ramli yang merupakan salah satu tokoh ekonomi sekaligus Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Indonesia baru-baru ini mendapatkan perhatian yang cukup besar mengapa?

Dugaan kasus keterkaitan impor pangan
Salah satu hal yang menyebabkan Rizal Ramli mendapatkan perhatian yang besar dari publik disebabkan karena dugaan kasus korupsi terkait dengan impor pangan yang dilakukannya selama menjabat. Pada tanggal 23 Oktober 2018 yang lalu beliau datang ke kantor KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjadi saksi dalam kasus tersebut.

Kasus korupsi yang diduga menyeret namanya ini muncul ke permukaan setelah adanya kegiatan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK yang berhubungan dengan Tata Niaga Impor tahun 2015 hingga semester 1 tahun 2017. Dari kegiatan audit tersebut diberikan bukti-bukti yang valid beserta tuntutan yang dilancarkan oleh BPK ke KPK terhadap mantan aktivis aktif semasa mahasiswa tersebut.

LensaHukum.co.id - KPK 4. Bukti Dugaan Keterlibatan Rizal Ramli dalam Kasus Korupsi Import bahan Pangan tahun 2015 2017. 1 - Bukti Dugaan Keterlibatan Rizal Ramli dalam Kasus Korupsi Impor Bahan Pangan tahun 2015 - 2017

Dugaan BPK yang dilaporkan kepada KPK dalam penerbitan persetujuan impor
Untuk dugaan korupsi yang dilakukan oleh Rizal Ramli disusun ke dalam beberapa poin oleh Badan Pemeriksa Keuangan tersebut. Salah satu bidang impor yang dituduhkan oleh BPK adalah bidang impor gula kristal impor sapi dan juga impor beras. Berikut ini adalah detail dugaannya.

  • Tindak pidana korupsi untuk penerbitan persetujuan dan pelaksanaan impor gula kristal putih tahun 2015 hingga semester 1 tahun 2017
  • Tindak pidana korupsi untuk pelaksanaan impor beras kukus tahun 2016
  • Tindak pidana korupsi untuk penerbitan dan pelaksanaan persetujuan impor sapi tahun 2015 hingga tahun 2016
  • Tindak pidana korupsi untuk penerbitan impor besar dari tahun 2015 hingga 2017 semester I

Pada pokoknya tuntutan BPK terhadap Rizal Ramli terkait dengan kerugian ekonomi serta kerugian keuangan yang dialami oleh negara. Oleh karena itu tokoh ekonomi tersebut pada akhirnya di panggil dan memenuhi panggilannya pada hari Selasa kemarin.

Efek dari pengaduan dugaan korupsi
Dengan dipanggilnya tokoh ekonomi yang juga mantan tokoh yang bertanggung jawab dengan Koordinasi Kemaritiman Indonesia ini, maka ada banyak hal yang diharapkan dapat terjadi dalam harga pangan di Indonesia. Hal tersebut tentunya memiliki nilai positif khususnya untuk para petani beras dan juga petani garam yang selama ini kewalahan karena harga panen mereka yang terus turun akibat impor besar yang dilakukan pada tahun 2015 hingga 2017 semester 1. Menurut kuasa hukum dari Rizal Ramli dengan adanya kabar mengenai pelaporan dugaan tindak pidana korupsi ini diharapkan harga beras lokal dan juga garam lokal akan naik.

Hanya saja pihaknya masih tetap bersikukuh tidak terlibat dengan kasus tersebut dan berharap pihak KPK dapat segera melakukan penyelidikan dan penumpasan pihak yang bersangkutan dengan adanya tindak pidana korupsi yang menyebabkan impor bahan pangan menjadi makin tinggi pada tahun tersebut. (Red)

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20210125 WA0082 - Cegah Klaster Baru Covid 19,Timsus Sasar Tempat Hiburan Malam di Bekasi

Cegah Klaster Baru Covid 19,Timsus Sasar Tempat Hiburan Malam di Bekasi

  LENSA HUKUM KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Tim khusus (Timsus) gabungan dari Satres Narkoba Polres Metro …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

open

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi