Home / Nasional / Kemenakan Setya Novanto Akui Berikan Tas Hermes Pada Mantan Sekjen Kemendagri
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Kemenakan Setya Novanto Akui Berikan Tas Hermes Pada Mantan Sekjen Kemendagri

LensaHukum.co.id - KPK 5. Kenemakan Setya Novanto Akui Berikan Tas Hermes Pada Mantan Sekjen Kemendagri. 2 - Kemenakan Setya Novanto Akui Berikan Tas Hermes Pada Mantan Sekjen Kemendagri
Mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (13/1). Diah Anggraeni diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk melengkapi berkas pada kasus korupsi pengadaan E-KTP. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./pd/17

LENSA HUKUM – JAKARTA.

Korupsi E-KTP memang merupakan salah satu peristiwa lama yang hingga kini masih diselidiki. Salah satu berita terbaru mengenai kasus tersebut adalah mengenai pernyataan dari Irvanto Hendra Pambudi.

Siapa Ivanto Hendra Pambudi?

Ivanto Hendra Pambudi merupakan salah satu terdakwa dalam kasus dugaan korupsi E-KTP yang baru-baru ini mengeluarkan pernyataan cukup menggemparkan mengenai keterkaitan pihak lain dalam kasus tindak pidana korupsi tersebut. Pihak lain yang dimaksudkan adalah mantan Sekretaris Jendral Kementerian Dalam Degri yang bernama Diah Anggraini.

Disebutkan dalam sidang yang dijalankan di pengadilan Tipikor Jakarta pada hari Selasa tanggal 23 Oktober silam bahwa Irvanto sempat melakukan transaksi berupa penyerahan tas dengan brand internasional yang terkenal pada mantan sekjen Mendagri sebagai upaya penyuapan.

Upaya ini dilakukan oleh Irvanto sendiri mulai dari pembelian hingga penyerahan tas Hermes tersebut berdasarkan perintah dari seorang pengusaha yang memiliki nama Andi Agustinus yang saat ini sudah menjadi terpidana kasus e-KTP.

LensaHukum.co.id - KPK 5. Kenemakan Setya Novanto Akui Berikan Tas Hermes Pada Mantan Sekjen Kemendagri. 1 - Kemenakan Setya Novanto Akui Berikan Tas Hermes Pada Mantan Sekjen Kemendagri

Proses transaksi penyuapan pihak Irvanto ke mantan sekjen Kemendagri

Seperti disebutkan sebelumnya, kasus penyuapan dilakukan melalui tangan Irvanto sendiri. Irvanto datang dari toko terpidana lalu mendapatkan uang sejumlah yang dibutuhkan untuk membeli tas, setelah itu Irvanto sendiri datang ke toko tas untuk membeli Tas Hermes yang akan digunakan untuk upaya penyuapan tersebut.

Selepas membeli tas, Irvanto diminta untuk datang ke Hotel Grand Hyatt. Disana terpidana Andi dan 2 saudaranya yaitu Vidi Gunawan dan juga Dedi Priyanto sudah menunggu Irvanto dan juga Diah Anggraini. Tidak lama setelah iravanto datang, Diah juga datang, ke 5 orang tersebut kemudian masuk ke ruang VIP dan di dalam ruang tersebut diserahkan tas Hermes tersebut.

Selain ikut dalam proses penyuapan ini, Irvanto yang juga merupakan keponakan dari Setya Novanto ini juga memiliki peran yang cukup besar dalam kasus tindak pidana korupsi E-KTP yang merugikan negara hingga nilai 2 triliun rupiah lebih ini. Selain membantu dalam proses suap ini, Irvanto juga berperan sebagai perantara dalam pembagian fee proyek pengadaan E-KTP pada orang-orang yang terkait.

Reaksi dari Diah Anggraini

Sesungguhnya berita mengenai keterlibatan Diah Anggraini dalam kasus korupsi E-KTP ini bukan hal yang baru. Pada sidang sebelumnya pada tanggal 7 Agustus yang lalu keterkaitan Diah Anggraini juga sudah disebutkan hanya saja pada saat sidang keterlibatan dari Diah Anggraini ini di tepis dengan mengatakan bahwa ia tidak pernah menerima suap dalam bentuk tas Hermes yang disebutkan oleh Irvanto. Irvanto sendiri sempat tidak mengakui adanya keterlibatannya dalam kasus ini, sayangnya bukti sudah ditemukan dan pada akhirnya Irvanto mengaku hanya mendapatkan dana sebesar 2.9 USD dalam kasus penyalahgunaan dana E-KTP ini. (Red)

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20210125 WA0082 - Cegah Klaster Baru Covid 19,Timsus Sasar Tempat Hiburan Malam di Bekasi

Cegah Klaster Baru Covid 19,Timsus Sasar Tempat Hiburan Malam di Bekasi

  LENSA HUKUM KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Tim khusus (Timsus) gabungan dari Satres Narkoba Polres Metro …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

open

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi