Home / Nasional / Kemendikbud Minta Maaf Mengenai Keterlambatan Proses Pembangunan Sekolah Darurat di Palu
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Kemendikbud Minta Maaf Mengenai Keterlambatan Proses Pembangunan Sekolah Darurat di Palu

LensaHukum.co.id - AKSES SEKOLAH 1. Kemendikbud Minta Maaf Mengenai Keterlambatan Proses Pembangunan Sekolah Darurat di . 2 - Kemendikbud Minta Maaf Mengenai Keterlambatan Proses Pembangunan Sekolah Darurat di Palu

LENSA HUKUM – Meski merupakan daerah yang sedang dirundung bencana, anak-anak di Palu tetap memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Hal ini juga disadari oleh Kemendikbud, Muhadjir Effendy.

Pentingnya pembangunan sekolah darurat

Bagi anak-anak dan juga korban bencana di Palu, bantuan sandang dan pangan merupakan hal yang sangat penting, akan tetapi tidak hanya itu saja. Selain bantuan pangan, pembangunan sekolah darurat juga merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan.

Pembangunan sekolah darurat ini merupakan hal yang penting sebagai salah satu cara untuk menangani trauma mental yang dialami oleh para korban bencana. Pembangunan sekolah darurat sesungguhnya bukan digunakan untuk secara langsung memulai kembali kegiatan belajar mengajar. Akan tetapi merupakan salah satu upaya untuk mengumpulkan guru dan juga murid untuk memberikan bimbingan konseling pada mereka.

Tahap pembangunan sarana pendidikan di daerah bencana

LensaHukum.co.id - AKSES SEKOLAH 1. Kemendikbud Minta Maaf Mengenai Keterlambatan Proses Pembangunan Sekolah Darurat di . 1 - Kemendikbud Minta Maaf Mengenai Keterlambatan Proses Pembangunan Sekolah Darurat di Palu

Dalam pembangunan sarana pendidikan di daerah bencana, ada tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pembangunan tersebut. Pertama pada bulan 1-2 sekolah darurat dibangun dalam bentuk tenda. Pada bulan ini tenda sekolah darurat digunakan digunakan sebagai sarana konseling. Selanjutnya akan dibangun sarana pendidikan untuk jangka waktu 1 hingga 2 tahun. Sarana pendidikan ini merupakan sarana yang digunakan untuk memulai pendidikan secara resmi. Setelah itu baru akan dibangun sarana pendidikan secara permanen. Hingga saat ini tercatat sekolah yang rusak ada sekitar 1400 lebih dan hingga saat ini pertolongan korban bencana untuk Palu dan Donggala memang belum dapat di berikan secara maksimal.

Mengapa terjadi keterlambatan?

Langkah pembangunan sarana pendidikan yang disebutkan di atas merupakan rencana pembangunan yang sudah dilakukan pada umumnya. Akan tetapi hingga saat ini pembangunan sarana pendidikan darurat belum bisa dilakukan secara maksimal oleh Kemendikbud untuk daerah Palu. Berbeda untuk wilayah NTB dahulu. Dahulu pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang dibangun di NTB memang terbilang cepat. Tapi karena bencana yang datang dalam waktu yang tidak terduga dan dalam kurun waktu yang berdekatan, maka sarana pembangunan untuk Palu memang sulit dilakukan secepat pembangunan di NTB.

Hal ini disebabkan karena bantuan sudah terlanjur terpusat pada pembangunan di NTB sehingga source bantuan yang dimiliki oleh Kemendikbud saat ini memang tidak maksimal. Hingga kini sisa tenda yang dimiliki oleh Kemendikbud hanya sisa 46 tenda dan ditambah bantuan dari UNICEF sebanyak 450 tenda. Selain itu, pihak dari Kemendikbud akhirnya memutuskan untuk menggunakan sisa-sisa bahan yang ada di sana untuk membangun sekolah darurat, memberikan bantuan sebesar 30 juta untuk setiap sekolah darurat dan juga bekerja sama dengan perguruan tinggi dan juga ikatan konseling Indonesia untuk menanggapi masalah bencana ini. Tapi meski sudah mengerahkan segala bantuan yang bisa diberikan, Kemendikbud tetap meminta maaf pada rakyat Palu dengan keterlambatan penanganan bencana dari sudut pendidikan. (Red)

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20201202 WA0043 - Efisiensi Kewenangan dan Anggaran Pemerintah Bubarkan 10 Lembaga Non Struktural

Efisiensi Kewenangan dan Anggaran Pemerintah Bubarkan 10 Lembaga Non Struktural

LENSA HUKUM JAKARTA Lensahukum.co.id Menteri PANRB Tjahjo Kumolo didampingi Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi