Home / Nasional / Masjid Raya Baiturrahman, Lambang Sejarah Perjuangan Rakyat Aceh
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Masjid Raya Baiturrahman, Lambang Sejarah Perjuangan Rakyat Aceh

LensaHukum.co.id - 2. Masjid Aceh Baiturrahman Lambang Sejarah Perjuangan Rakyat Aceh1 - Masjid Raya Baiturrahman, Lambang Sejarah Perjuangan Rakyat Aceh

LENSA HUKUM – ACEH.

Dari berbagai pesona wisata yang populer di Tanah Rencong, Masjid Raya Baiturrahman Aceh adalah salah satu destinasi wisata yang jangan sampai terlewatkan, terutama jika Anda adalah seorang muslim. Meski demikian, masjid yang berdiri di tengah Kota Banda Aceh ini bukan sekadar destinasi wisata religi, lantaran sejarah panjang dibalik keberadaannya yang juga berkaitan dengan sejarah perjuangan rakyat Aceh melawan para penjajah.

Bangunan yang sejak dahulu selalu dicat dengan warna putih tersebut memiliki sentuhan desain yang kental akan gaya Islaminya. Selain itu, sekarang telah tersedia jajaran payung atau kanopi yang pasti akan langsung mengingatkan Anda pada payung di Masjid Nabawi, Madinah. Lantainya merupakan lantai marmer yang khusus dipesan dari Italia, dan keseluruhan proses pembangunan lanskap serta infrastruktur terbaru Masjid Raya Baiturrahman Aceh sendiri memakan waktu sampai sekitar 2 tahun lamanya. Dan sebagai simbol kebanggan rakyat Aceh, pembenahan serta perbaikan terus-menerus dilakukan di kawasan masjid tersebut.

Sejarah Singkat Masjid Raya Baiturrahman Aceh

LensaHukum.co.id - 2. Masjid Aceh Baiturrahman Lambang Sejarah Perjuangan Rakyat Aceh2 - Masjid Raya Baiturrahman, Lambang Sejarah Perjuangan Rakyat Aceh

Adalah Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam yang menginisiasi pembangunan masjid yang sekarang kita kenal sebagai Masjid Raya Baiturrahman, di tahun 1612 Masehi atau 1022 Hijriyah. Tentunya, dengan mempertimbangkan usia masjid yang sudah ratusan tahun lamanya, renovasi pun sudah tak terhitung jumlahnya. Apalagi mengingat Aceh yang tak luput jadi medan tempur antara rakyat dengan para penjajah.

Tertulis di dalam sejarah bahwa pada 26 Maret 1873, Belanda menyatakan perang melawan Kerajaan Aceh. Dan masjid bersejarah ini menjadi markas serta benteng pertahanan rakyat yang dipimpin oleh sosok-sosok pahlawan seperti Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar. Perang pun meletus beberapa minggu kemudian melawan pasukan Belanda yang berada di bawah pimpinan Jenderal Kohler. Dan masjid ini pun menjadi lokasi tempat sang jenderal tewas dengan peluru menembus dada. Dan beberapa hari setelah itu, pada 10 April 1873, Masjid Baiturrahman dibakar habis oleh tentara Belanda yang dipimpin Jenderal van Swieten. Jelas hal itu memicu kemarahan rakyat.

Selang 4 tahun kemudian, pada 9 Oktober 1879, masjid dibangun kembali sebagai tanda perdamaian antara Belanda dengan Aceh, dan selesai pada 27 Desember 1881. Waktu itu, masjid hanya memiliki 1 kubah dan ukurannya tentu tak sebesar sekarang. Renovasi kembali dilanjutkan, hingga pada 1936 pun dua kubah ditambahkan. Dua puluh satu tahun kemudian, kubah bertambah menjadi 5 unit. Dan pada tahun yang sama, yaitu 1957, nama masjid berubah dari Masjid Raya Banda Aceh menjadi Masjid Raya Baiturrahman.

Halaman depan dan belakang ditambahkan pada rentang tahun 1991 sampai 1993, dengan perluasan bagian shalat, tempat wudhu, aula, perpustakaan, ruang tamu, serta ruang kantor. Tempat parkir, menara, dan minaret pun ditambahkan. Total, Masjid Raya Baiturrahman pun mampu menampung sampai 9.000 jamaah.

Selain jadi saksi perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah, masjid ini juga jadi saksi bisu ketika terjadi konflik antara Aceh dengan RI, sampai akhirnya Masjid Raya Baiturrahman menjadi lokasi referendum pada 1999. Masjid ini pun tak luput dari terjangan tsunami pada 26 Desember 2004, meskipun tak ada kerusakan berarti yang dialami. Bahkan masjid ini menjadi lokasi evakuasi para jenazah korban tsunami. (Red)

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201202 164010 WhatsApp - Pembukaan Sidang Paripurna Tentang “ Raqan APBK Kabupaten Bener Meriah Tahun Anggaran 2021 

Pembukaan Sidang Paripurna Tentang “ Raqan APBK Kabupaten Bener Meriah Tahun Anggaran 2021 

  LENSA HUKUM KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Bupati Bener Meriah Tgk.H.Sarkawi menghadiri Sidang Pripurna DPRK masa …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi