Home / Nasional / Presiden Joko Widodo Siap Menjadi Orang Pertama di Suntik Vaksin Covid -19
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Presiden Joko Widodo Siap Menjadi Orang Pertama di Suntik Vaksin Covid -19

LensaHukum.co.id - IMG 20210107 WA0003 - Presiden Joko Widodo Siap Menjadi Orang Pertama di Suntik Vaksin Covid -19

LENSA HUKUM

JAKARTA

Lensahukum.co.id

Pandemi ini telah menguras begitu dalam waktu dan tenaga para dokter, perawat, paramedis, juga petugas kesehatan lainnya. Saya tahu mereka letih. Oleh karena itu, mari kita bantu melindungi dan menjaga mereka, dengan mengurangi mobilitas dalam dua minggu ini, mulai tanggal 11 Januari.
Presiden Joko Widodo juga meminta seluruh pihak bekerja keras untuk memastikan disiplin 3M (mengenakan masker,mencuci tangan,menjaga jarak) dan menerapkan 3T (testing, tracing, treatment) di lapangan sebagai kunci penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Upaya seluruh pihak dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional.

Dalam hal ini Vaksinasi merupakan jalan utama bagi pengendalian pandemi Covid-19 yang juga akan dilakukan oleh negara-negara lain di seluruh dunia.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan menggelar vaksinasi Covid-19 secara gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui beberapa tahap. Sambil menunggu izin penggunaan darurat yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan proses kajian halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI),sejumlah dosis vaksin mulai didistribusikan ke seluruh provinsi di Indonesia.
Terkait hal itu,Presiden Joko Widodo kembali menegaskan kesiapannya untuk menjadi orang pertama yang memperoleh vaksin Covid-19 tersebut.
“Yang pertama disuntik nanti saya untuk menunjukkan bahwa vaksinnya aman. Presiden dulu yang disuntik sehingga semua menjadi yakin bahwa vaksinnya ini aman dan halal, ” Ujarnya,saat menyerahkan Bantuan Modal Kerja bagi para pelaku usaha mikro dan kecil di halaman tengah Istana Merdeka,pada Rabu, 6 Januari 2021.
Presiden Joko Widodo sempat menanyakan kepada para penerima bantuan yang hadir soal kesediaan mereka untuk menerima dan mengikuti program vaksinasi gratis ini. Tak satupun dari mereka yang menyatakan menolak mendapatkannya.

“ Itu yang benar,karena untuk seluruh Indonesia minimal 70 persen itu harus divaksin. Setelah kita hitung ketemunya 182 juta orang harus divaksin, ” Tutur, Presiden.

Pelaksanaan program vaksinasi massal ini memang diakui Presiden bukan pekerjaan yang mudah. Namun,dengan upaya dan kerja keras,Kepala Negara yakin bahwa pihaknya mampu melakukan ini.

Hal itu berangkat dari keyakinan bahwa pemulihan ekonomi nasional amat bergantung dengan bagaimana upaya pengendalian pandemi Covid-19 ini dilakukan. Vaksinasi merupakan jalan utama bagi pengendalian tersebut yang juga akan dilakukan oleh negara-negara lain di seluruh dunia.

“ Kita berdoa bersama-sama agar semuanya segera bisa normal kembali. Ekonomi normal dan usaha Bapak atau Ibu kembali normal seperti sebelumnya. Itu kehendak kita semua, ” Tutup, Presiden Joko Widodo.

 

 

 

 

( JARKONI )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210116 171804 WhatsApp - Proyek Rekontruksi Peningkatan Jalan Simpang Sosunggulon Di Kerjakan Dengan Bagus

Proyek Rekontruksi Peningkatan Jalan Simpang Sosunggulon Di Kerjakan Dengan Bagus

LENSA HUKUM TAPANULI UTARA Lensahukum.co.id Pembangunan hotmix jalan bondar sibabiat Ke Desa Sosunggulon Kecamatan Siatas …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi