Home / Nasional / Kepsek Angkat Bicara Data Murid SMPN 5 Cibitung Tidak Singkronisasi Dengan Dinas Terkai Kepala Sekolah Bingung Tanya Kemana
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Kepsek Angkat Bicara Data Murid SMPN 5 Cibitung Tidak Singkronisasi Dengan Dinas Terkai Kepala Sekolah Bingung Tanya Kemana

 

LensaHukum.co.id - IMG 20210108 WA0085 1 - Kepsek Angkat Bicara Data Murid SMPN 5 Cibitung Tidak Singkronisasi Dengan Dinas Terkai Kepala Sekolah Bingung Tanya Kemana

LENSA HUKUM

CIBITUNG – KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

SMPN 5 Cibitung saat di kunjungi media Lensa Hukum terkait jumlah siswa pada terakhir tahun 2019 jumlah 407 itu ada mutasi. Dari keterangan kepala sekolah ibu Fuji murid saya 2021 ada 528 jadi pihak dinas dan sekolah tidak singkronisasi,Jumat (08/01/2021).

Pasalnya,Pihak Sekolah masih memakai pakai data lama dengan jumlah murid 405 jadi pihak dinas masih memakai data lama dan nama masih bety ( kepsek lama) dan guru 18 Romel 11,ini masih yang lama, ” Ucapnya.

LensaHukum.co.id - IMG 20210108 WA0090 - Kepsek Angkat Bicara Data Murid SMPN 5 Cibitung Tidak Singkronisasi Dengan Dinas Terkai Kepala Sekolah Bingung Tanya KemanaPadahal jumlah guru pendidik kita bayak jumlah 28 yang PN 3 jadi jumlahnya 31.dan tolong catat jumlah murid saya 528.dan saya harus kemana mempertanyak dan kemaren sempat saya kedinas , dan pihak dinas berjanji mau ada pergeseran di bulan April ” ok saya tunggu .dan kemaren pakai data lama dan sekarang yang pentng di angarkan pakai yang lama nanti Apri insa Allah ada pergeseran dan kita memasuka,Data yang baru, ” ucapnya.

Dari Kementerian Keuangan menaikkan besaran anggaran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) tahun ini. Kenaikan tersebut sekitar 12 persen dari besaran tahun lalu.

Dikutip dari website resmi Kementerian Keuangan, tahun 2020,dana BOS dalam APBN dialokasikan sebesar Rp54,32 triliun untuk 45,4 juta jiwa. Angka Rp54,32 triliun tersebut meningkat sebesar 6,03% dibanding tahun 2019.

Alokasi ini dibagi per unit cost (Rp/siswa) naik dari tahun 2019 ke 2020 di semua tingkatan dari SD hingga SMA,SMK sampai Pendidikan Khusus (Diksus) yaitu pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah.

Rincian kenaikan dana BOS reguler yang meningkat untuk persiswa SD/MI adalah dari Rp800.000 di tahun 2019, menjadi Rp900.000 di tahun 2020. Untuk siswa SMP/MTs sebesar Rp1 juta menjadi Rp1,1 juta. Di tingkat SMA dari Rp1,4 juta di tahun 2019 menjadi Rp1,5 juta di tahun 2020. Sedangkan SMK sebesar Rp1,4 juta menjadi Rp1,6 juta. Terakhir untuk Diksus tidak berubah sebesar Rp2 juta.

” Untuk tahun ini,2020, SD naik unit costnya dari Rp800 ribu menjadi Rp900 ribu. Untuk SMP, dari 1 juta menjadi Rp1.100.000. Untuk SMA naik dari Rp1,4 juta menjadi Rp1,5 juta. SMK akan tetap sama karena tahun lalu telah dinaikkan dari Rp1,4 juta menjadi Rp1,6 juta dan untuk Pendidikan Khusus akan tetap sama Rp 2juta persiswa,” terang Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Dana BOS dicairkan dalam 3 tahap tahun 2020 ini yaitu pada Tahap I sebesar 30 persen, tahap II, 40 persen dan tahap III, 30 persen dengan syarat pencairan mengikuti ketentuan Kemendikbud.

” Untuk tahun 2020, penyaluran Dana BOS diubah dari tadinya 4 kali menjadi 3 kali. Dengan tiga kali, berarti akan jauh lebih sederhana. Syarat-syarat pencairannya,kami mengikuti Kemendikbud, ” Papar Menkeu.

Tahap pencairan dana BOS reguler paling cepat tahap I sudah bisa dilakukan sejak Januari,tahap II bulan April dan tahap III bulan September.

” Untuk tahap I itu paling cepat Januari, tahap II paling cepat mulai ditransfer bulan April, dan tahap III paling cepat bulan September. Sedangkan untuk BOS Kinerja dan Afirmasi kita memberikan sekaligus paling cepat April 100%. Ini tujuannya untuk mendorong dan mendukung program ‘Merdeka Belajar mas Nadiem, ” jelasnya.

Menkeu menambahkan,pada hari ini,sebanyak 136.579 sekolah akan mendapat penyaluran tahap BOS tahap 1 dengan total besaran Rp9,8 triliun. Dana ini dikirimkan langsung ke rekening sekolah yang berhak tanpa melalui RKUD Pemerintah Provinsi (pemprov).

Jika dana BOS cepat diterima sekolah,kegiatan belajar mengajar akan berjalan lebih lancar dan gaji guru honorer tidak akan telat dibayarkan dan pada akhirnya,kebijakan untuk pendidikan Indonesia yang lebih maju,akan lebih cepat dirasakan masyarakat Indonesia.

Dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) ini merupakan dana yang digunakan dalam kegiatan operasional kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar dan menengah, baik dalam bentuk BOS Reguler,Kinerja,maupun Afirmasi.

 

 

 

 

( MARIAM )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210116 171804 WhatsApp - Proyek Rekontruksi Peningkatan Jalan Simpang Sosunggulon Di Kerjakan Dengan Bagus

Proyek Rekontruksi Peningkatan Jalan Simpang Sosunggulon Di Kerjakan Dengan Bagus

LENSA HUKUM TAPANULI UTARA Lensahukum.co.id Pembangunan hotmix jalan bondar sibabiat Ke Desa Sosunggulon Kecamatan Siatas …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi