Home / Nasional / Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin Hadiri Acara Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Brand Ekonomi Syariah
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin Hadiri Acara Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Brand Ekonomi Syariah

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210125 135138 WhatsApp - Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin Hadiri Acara Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Brand Ekonomi Syariah

LENSA HUKUM

JAKARTA

Lensahukum.co.id

Wakaf adalah salah satu ajaran Islam yang memuat pesan kepedulian,berbagi dan upaya melakukan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Wakaf juga memiliki dimensi ekonomi dan dapat dijadikan instrumen dalam mengatasi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Pasalnya,Wakaf disebut juga sebagai sedekah jariyah. Maksudnya amal sedekah yang pahalanya akan terus mengalir kepada pelakunya (wakif),selama pokok harta benda yang disedekahkan itu masih ada dan hasilnya dimanfaatkan untuk perbuatan kebajikan.

Pengelolaan wakaf uang memerlukan dukungan kerjasama dengan para manajer investasi yang mampu menginvestasikan wakaf uang dalam portofolio investasi yang aman, mendatangkan keuntungan atau imbal hasil yang optimal, serta memberikan dampak peningkatan pada pembangunan ekonomi secara nyata bagi bangsa Indonesia.

Kehadiran ulama, ustad, mubaligh dan para kyai sangat berperan penting untuk mensosialisasikan praktek wakaf uang, baik dalam tabligh akbar, majelis taklim,khutbah jumat atau berbagai sarana dakwah dan berbagai media komunikasi lainnya agar informasi dan pesan tentang wakaf uang sampai kepada umat.

Pengelolaan wakaf uang yang optimal dapat mendorong pencapaian Indonesia sebagai negara dengan keunggulan (flagship) dalam pengelolaan Keuangan Sosial Islam,yang akhirnya akan menjadi bagian dari pencapaian Indonesia pada tahun 2024 sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di dunia.

Sudah saatnya sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan dikenal sebagai negara dengan penduduk yang paling dermawan, Indonesia dapat memberikan contoh praktik pengelolaan wakaf yang bersifat produktif, yang dapat memberikan nilai manfaat lebih banyak, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lihat Lebih Sedikit
Badan Wakaf Indonesia (BWI) memperkirakan potensi wakaf uang Indonesia dapat mencapai Rp. 180 triliun per tahun. Agar potensi tersebut dapat memberikan nilai manfaat lebih banyak, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, transformasi pengelolaan wakaf uang memerlukan nazir (penerima dan pengelola wakaf) yang kompeten dan berkualitas.

“Para nazir harus distandardisasi dengan uji kompetensi sebagai nazir wakaf uang,” pesan Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri di Istana Negara, Senin (25/01/2021).

Lebih jauh, Wapres menuturkan bahwa para nazir juga harus amanah dalam menjaga kepercayaan dari para wakif, sekaligus harus memiliki komite investasi yang dapat memutuskan investasi yang aman dan menguntungkan dalam pengelolaan wakaf uang.

“Saya juga ingin berpesan kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI), untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) dan para nazir. Saya berharap, BWI agar lebih memposisikan diri sebagai regulator pelaksanaan wakaf di Indonesia,” pesannya.

Di samping itu,menurut Wapres,pengelolaan wakaf uang juga memerlukan dukungan kerjasama dengan para manajer investasi yang mampu menginvestasikan wakaf uang dalam portofolio investasi yang aman,mendatangkan keuntungan atau imbal hasil yang optimal,serta memberikan dampak peningkatan pada pembangunan ekonomi secara nyata bagi bangsa Indonesia.

“ Upaya-upaya pengelolaan wakaf uang yang sudah ada perlu terus dikembangkan. Selain dengan terus melakukan inovasi bentuk-bentuk pengelolaan wakaf uang, adaptasi teknologi digital dalam pengelolaan wakaf uang juga perlu dipercepat,n” Himbaunya.

Wapres menambahkan,penyediaan aplikasi yang memudahkan pembayaran wakaf uang, kemudahan berakad wakaf,kemudahan untuk mendapatkan informasi investasi dan imbal hasil wakaf, serta kemudahan mendapatkan informasi bentuk penyaluran dan penerima manfaat wakaf (mauquf alaih), semuanya harus dapat difasilitasi dengan aplikasi pada perangkat digital (gadget) yang ada dalam genggaman para wakif.

“ Dalam mengoptimalkan pengelolaan wakaf uang juga tidak kalah pentingnya adalah peran para ulama,ustad,mubaligh dan para kyai untuk mensosialisasikan praktek wakaf uang, baik dalam tabligh akbar,majelis taklim,khutbah jumat atau berbagai sarana dakwah dan berbagai media komunikasi lainnya agar informasi dan pesan tentang wakaf uang sampai kepada umat, ” Pesannya.

Hingga pada akhirnya, kata Wapres, pengelolaan wakaf uang yang optimal juga akan mendorong pencapaian Indonesia sebagai negara dengan keunggulan (flagship) dalam pengelolaan Keuangan Sosial Islam,yang akhirnya akan menjadi bagian dari pencapaian Indonesia pada tahun 2024 sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di dunia.

“Sudah saatnya sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, dan dikenal sebagai negara dengan penduduk yang paling dermawan, Indonesia dapat memberikan contoh praktik pengelolaan wakaf yang bersifat produktif, yang dapat memberikan nilai manfaat lebih banyak, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ” Harapnya,penuh optimis.

Untuk itu pada kesempatan ini,Wapres mengajak semua komponen masyarakat untuk ikut berwakaf uang.

“Jadikan wakaf uang sebagai sarana kita untuk berbagi dan sarana untuk mendorong kebangkitan ekonomi nasional. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para pelaksana wakaf yang hadir pada acara ini, ” Tutup,Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin.

 

 

 

( JARKONI )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20211006 204818 WhatsApp - Akibat Narkoba Puluhan Orang Meninggal Dunia

Akibat Narkoba Puluhan Orang Meninggal Dunia

  LENSA HUKUM KABUPATEN BENER MERIAH Lensahukum.co.id Wakapolres Bener Meriah Kompol Risnan Aldino, S.I.K beserta …

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.