Home / Nasional / Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja Kejaksaan RI Melalui Tangkap Buronan
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja Kejaksaan RI Melalui Tangkap Buronan

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 211351 WhatsApp - Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja Kejaksaan RI Melalui Tangkap Buronan

LENSA HUKUM

JAKARTA

Lensa hukum.co.id

Sejak 19 Februari 2021 Dr. Burhanudin menjabat sebagai Jaksa Agung RI,Kejaksaan RI. terus menjaga akuntabilitas kinerja dan terus berusaha untuk menuntaskan langkah penegakan hukum.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 211417 WhatsApp - Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja Kejaksaan RI Melalui Tangkap BuronanPasalnya,Salah satunya ditunjukkan dengan pelaksanaan program kerja Jaksa Agung Muda Intelijen dalam hal pengejaran dan penangkapan buronan atau yang lebih dikenal dengan istilah Tangkap Buronan (Tabur).

Selama kepemimpinan Jaksa Agung Dr. Sanitiar Burhanudin, SH. MH. sejak Oktober 2019,sampai dengan sekarang telah ditangkap buronan sebanyak 204 orang yang berhasil telah diringkus pada semua tahapan baik penyidikan,penuntutan maupun eksekusi (untuk pelaksanaan hukuman badan).

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 211522 WhatsApp - Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja Kejaksaan RI Melalui Tangkap BuronanSepanjang 2020, buronan yang ditangkap sebanyak 138 orang. Adapun rekap tahun 2021 sampai 15 Februari 2021,buronan yang ditangkap telah mencapai 38 orang. Hasil penangkapan tahun 2021,sejauh ini di atas rata-rata sebelumnya sebanyak 9-10 buronan ditangkap setiap bulan.

Jaksa Agung RI. Dr. Burhanuddin menjelaskan bahwa penangkapan buronan merupakan bagian dari program Tangkap Buronan (Tabur). Program Tabur digulirkan oleh bidang Intelijen Kejaksaan Agung dalam memburu buronan pelaku kejahatan, baik yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Jaksa Agung Muda (JAM) Intel Dr. Sunarta,SH. MH. menambahkan, Program Tabur mulai digulirkan pada awal 2018 dan sejak program itu bergulir dari awal 2018 hingga akhir 2020, total 549 buronan pelaku kejahatan yang berhasil diamankan atau ditangkap oleh Tim Tabur baik yang ada di Kejaksaan Negeri,Kejaksaan Tinggi maupun di Kejaksaan Agung dengan perincian sebagai berikut :

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 211430 WhatsApp - Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja Kejaksaan RI Melalui Tangkap BuronanTahun 2018 sebanyak 207 (dua ratus tujuh) DPO;
Tahun 2019 sebanyak 166 (seratus enam puluh enam) DPO;
Tahun 2020 sebanyak 138 (seratus tiga puluh delapan) DPO.

 

Untuk hasil Program Tabur tahun 2021 sudah 38 (tiga puluh delapan) DPO, kata Jamintel. “Buronan yang ditangkap terdiri dari buronan perkara tindak pidana korupsi sebanyak 22 orang. Sisanya sebanyak 16 orang dari perkara non tindak pidana korupsi,”

Melalui program Tabur (Tangkap Buron), Kejaksaan menghimbau kembali kepada seluruh orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya “ karena tidak ada tempat yang aman bagi buronan atau DPO.” (K.3.3.1).

#Kepalapusatpeneranganhukum  ;  Leonard Eben Ezer Simanjuntak,SH,MH.

 

 

 

( HONGKY ALEXANDER )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20210305 WA0017 - Polres Bener Meriah Raih Penghargaan Dari KPPN Takengon

Polres Bener Meriah Raih Penghargaan Dari KPPN Takengon

  LENSA HUKUM KABUPATEN BENER MERIAH Lensahukum.co.id Kepolisan Resor Bener Meriah Polda Aceh mendapat predikat …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.