Home / Nasional / Diduga Ada Penyelewengan Dana Program Kartu Sembako Atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Cijeruk
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Diduga Ada Penyelewengan Dana Program Kartu Sembako Atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Cijeruk

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210310 102948 WhatsApp - Diduga Ada Penyelewengan Dana Program Kartu Sembako Atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Cijeruk
LENSA HUKUM

CIJERUK – KABUPATEN BOGOR 

Lensahukum.co.id

Beberapa warga mengeluhkan dengan Adanya bantuan program kartu sembako atau yang disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tak kunjung turun,Padahal menurut Data Terpadu Keluarga Sosial (DTKS) nama mereka masih tercantum sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) jadi jelas di sini mereka masih punya hak untuk menerimanya,Selasa (09/03/2021).

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210310 103022 WhatsApp - Diduga Ada Penyelewengan Dana Program Kartu Sembako Atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan CijerukPasalnya,Saat Media Lensa Hukum mewawancarai salah satu warga penerima banruan tersebut, ” Mengatakan, Selama tahun 2021 dari bulan Januari sampe sekarang kami tidak pernah lagi menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) padahal sebelum nya kami masih dapat bantuan sembako biar pun sedikit cukup membantu kebutuhan kami,beberapa warga rw 03 Desa Cipicung kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor pada media Lensa Hukum,” Ucap,Tati penerima bpnt.

Tidak sampai disitu media Lensa Hukum lanjut ke kantor kecamatan untuk temui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) coba untuk konfirmasi terkait masalah ini.
Wahyudin sebagai TKSK kecamatan ci jeruk dengan santainya menjelaskan terkait anggota KPM yg tidak menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) saya tidak tahu masalah itu mungkin data nya tidak ada nya undangan dari bank yang di tunjuk pemerintah,padahal nama mereka sudah jelas tercantum sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai,Wahyudin sabagai TKSK kecamatan cijeruk juga menerangkan bantuan pangan non tunai (BPNT) yg di berikan di tahun 2021 itu masih berupa sembako (beras) bukan uang tunai.

Padahal usai menghadiri rapat terbatas di istana Negara (29/12/2020) yang di pimpin langsung oleh presiden joko widodo, mensos Tri rismaharani menjelaskan target anggaran yang di salur kan mencapai Rp 42,5 triliun dan menyasar ke 18,8 juta keluarga, setiap keluarga akan mendapat kan indeks bantuan Rp 200.000 per bulan per keluarga penerima yang akan di salur kan selama 12 bulan, atau mulai januari hingga Desember 2021.LensaHukum.co.id - Screenshot 20210310 103004 WhatsApp - Diduga Ada Penyelewengan Dana Program Kartu Sembako Atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan CijerukPencairan uang tersebut melalui Bank Himpunan Milik Negara (HIMBARA) dan akan di buat kan rekening Bank dan Kartu Keluarga Sejahtra (KKS), dan uang yang Rp 200.000 tersebut akan di transfer ke semua pemegang KKS.

kedatangan media Lensa hukum untuk konfirmasi terkait berita ini wahyudin selaku TKSK kecamatan cijeruk mengucapkan kedatangan kami sangat mengganggu, ” Pungkasnya.

 

 

 

 

( ANDI .S / FAHMI )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210421 212229 WhatsApp - Penegak Hukum Diminta Cari Isi Kebenaran Selebaran Yang Beredar

Penegak Hukum Diminta Cari Isi Kebenaran Selebaran Yang Beredar

  LENSA HUKUM KABUPATEN BENER MERIAH Lensahukum.co.id Beredarnya selebaran di media sosial berkaitan dengan Bupati …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.