Home / Politik & Hukum / SMP 2 Cibitung Diduga Kutip Uang

SMP 2 Cibitung Diduga Kutip Uang

LensaHukum.co.id - SMP 2 Cibitung Diduga Kutip Uang 2 - SMP 2 Cibitung Diduga Kutip Uang

LensaHukum.co.id – Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Pendidikan merupakan pilar utama untuk memajukan sumber daya manusia baik dikota besar hingga desa sekalipun,akan tetapi Untuk mengenyam pendidikan secara gratis khususnya di Kabupaten Bekasi masih jauh dari harapan,masyarakat dikarenakan masih saja sebagian sekolah kerap melakukan pungutan yang di kenakan kepada siswa dengan berbagai alasan,salah satunya terjadi di SMPN 2 Cibitung Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Menurut sumber sekolah di sinyalir membuat aturan dan kebijakan yang memberatkan beban orang tua siswa, sehingga setiap siswa mulai dari kelas VII hingga IX dipungut biaya untuk Study Tour, pungutan yang di kenakan dengan besarannya Rp 425.000/siswa.

Selain itu di jelaskan sumber, menghadapi UNBK tahun pelajaran 2018/2019 siswa kelas IX juga di kenakankan bayaran sebesar Rp 450.000/siswa, sementara siswa kelas IX yang akan mengikuti ujian kelulusan sebanyak 360 siswa.

Saat di konfirmasi oleh salah satu Wartawati media media lensa hukum terkait pungutan, Humas SMP Negeri 2 Cibitung Susilo awalnya menyangkal bahwa informasi tersebut tidak benar ” info itu sebenernya engak jelas, egak bener itu mas, engak ada,itu informasi dari mana ” kilahnya. Ketika dijelaskan Susilo bahwa Sebenarnya bukan pungutan ” kalau bahasanya memungut itu ada indikasi memaksa di patok, ini sumbangan buat UNBK, untuk anak kita juga ” pertimbangannya kalau siswa ujian diluar sekolah resikonya juga besar, keselamatan, pengawasan, sekarang bisa mandiri supaya aman.

LensaHukum.co.id - SMP 2 Cibitung Diduga Kutip Uang 1 - SMP 2 Cibitung Diduga Kutip Uang

Menurut susilo Untuk bantuan dari pemda terkait UNBK ada ” tetep ada tapi engak sepenuhnya terpenuhi, jadi sisanya kita yang hendel, engak nyumbang UNBK engak apa-apa, anak yatim engak punya duit tetep ikut ujian ” jelasnya.

Untuk Study tour lanjut susilo bukan hanya SMP 2 saja ” Kalau masalah study tour bukan hanya SMP 2 doank, judulnya aja study tour, tiorinya di sini prakteknya di sono. bahasa simplenya sambil represing anak-anak, belajar di indoor terus kadang-kadang autdoor ” terangnya.

Masalah bayarannya tour sudah di serahkan dengan komite sepenuhnya ” kan kita sudah menyerahkan sepenuhnya sama komite, komite yang punya urusan, kami hanya mengelola dan mengarahkan, kalau bahasa Jawanya kami hanya momong bocah “.

Adapun persetujuan orang tua melalui wali kelas ada, komite juga punya, jadi sifatnya tidak memaksa,anak yatim anak tidak mampu kalau mau ikut gratis ” tuturnya. (Mar)

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20191009 205850 WhatsApp - Manumpak Sianturi Sebagai Saksi Di Persidangan Ancam Bin Mendung

Manumpak Sianturi Sebagai Saksi Di Persidangan Ancam Bin Mendung

  LENSA HUKUM KOTA BEKASI Sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi Manumpak Sianturi yang diajukan Jaksa …

Tinggalkan Balasan

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi