Home / Nasional / Dwi Agnes Esaputri Anak Yatim Berprestasi Dari Desa Sukarapih Butuh Perhatian Pemerintah
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Dwi Agnes Esaputri Anak Yatim Berprestasi Dari Desa Sukarapih Butuh Perhatian Pemerintah

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210627 114347 Gallery - Dwi Agnes Esaputri Anak Yatim Berprestasi Dari Desa Sukarapih Butuh Perhatian Pemerintah

 

LENSA HUKUM

SUKARAPIH – KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

Pendidikan Formil sangatlah penting untuk Kelangsungan hidup di Era Moderenisasi teknologi Digital. Pendidikan perupakan Syarat Mutlak untuk Mendapatkan tempat tertinggi baik di lingkungan maupun di tempat pekerjaan baik strata hidup maupun jenjang karir serta sumber daya manusia di suatu tempat baik di pusat, kota maupun kabupaten serta di Desa sekalipun terpencil pendidikan Sangatlah Penting.

Pasalnya, Saat di sambangi di rumahnya, Seorang perempuan anak Yatim berprestasi yang tinggal di Kampung Tambelang RT 06/03, Desa Suka Rapih, Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat butuh perhatian. Media menanyakan sejauh ini apakah sudah adakah bantuan dari pihak Pemerintah Desa terhadap Dwi Agnes Esaputri Anak Yatim Berprestasi yang Notabene masa kelam kedua orangtuanya, yang kami tidak ingin membuka lagi masa lalu tersebut, Akan tetapi di karenakan keingin tauhan kami selaku Media untuk mencari informasi secara Akurat dan terpercaya.LensaHukum.co.id - IMG 20210627 WA0007 - Dwi Agnes Esaputri Anak Yatim Berprestasi Dari Desa Sukarapih Butuh Perhatian PemerintahSaat Media Lensa Hukum Menanyakan Kronolgis bukan Berarti Membuka Luka lama yang kelam. Dwi memaparkan kepada media saya di tinggal ibu mati sekitar 9 tahun dan ibu saya meninggal di bakar. Ayah saya di Vonis pengadilan Cikarang selama 20 tahun tahun. Saya tinggal bersama nenek saya  beserta adik saya baru satu tahun umurnya waktu kejadian itu  dan saya kelas dua SD kaka saya sekolah SMP saya biaya sekolah dari nenek yang tidak ada suami ” Saya dan adik bahkan kaka saya tidak ada bantuan KIP atau  BLT atau PKH . saya selalu dapat regking kelas yakni rengking dua bahkan tiga, ” Ucapnya.

Ayah saya sudah cukup menderita juga dengan Hukuman selama 18 tahun penjara dengan hukuman maksimal di Penjara dengan perbuatan yang telah di lakukankannya. Hal ini hukum sudah berlaku seusia dengan ketentuan yang ada di Republik ini.

Dalam hal ini, Kelangsungan Hidup Anak – anaknya Harus terus berjalan menjadi Para Generasi yang Tanggung dalam menghadapi Era Globalisasisi.

Saya sangat berharap bantuan pemerintah agar dapat membatu kami yang tidak ada ibu bapak saya ingin sekolah tinggi beserta adik saya yang saat ini duduk di sekolah SD tidak ada bantuan KIP Kartu indonesia Pintar. Nene saya berjuang dengan dagang kolor keliling demi membiayai sekolah saya adik dan kaka saya miris dimana kurangnya keperdulian pihak istansi pemerintahan terhadap kami anak yatim yang butuh kesejahteraan yang layak mendapatkan Pendidikan yang sama serta bantuan Dari Pemerintah pusat pun tidak kunjung di kucurkan kepada saya, ” Ujar, Dwi.

Dwi sambil menahan tangis dan kerinduan kepada sesosok ibu dan ayah tidak lagi sanggup berkata dan isak tanggis yang dalam adalah arti sangat rindu ibu dan ayah dan ingin cita – cinta nya menjadi Manager Keungan. Dwi anak yang cerdas rajin ibadah dan puasa selalu dapat rengking demi cita cita semoga ada yang memperhatikan Dwi dan pemeritah jangan tutup mata akan hal ini.

Saat di wawancarai nenek dari Dwi memaprakan kepada media bahwasanya anak saya ibu nya Dwi mati di bakar oleh suaminya sekarang suaminya di penjara  18 tahun. Saya di tinggalkan cucu tiga orang dari almarhum ida anak saya, saya ihklas urus tiga anak ini dari umur 1 tahun Renop adiknya Dwi dan Dwi klas 2 SD abang nya Dwi kelas satu SMP saat itu saya berjuang demi cucu pinjam bank keliling dua juta buat usaha jualan celana kolor dengan hasil yang minim saya buat cukup makan saja anak cucu saya, ” Ucapnya.

Saya orang tidak mampu rumah saja mau rubuh untung ada bantuan dari basnaz baru di benerin. bantuan dari pemerintah hanya dapat beras, telur, kacang ijo  kartunya pun di pegang RT. PKH , BLT tidak dapat  miris saya yang mampu dapat bantuan saya tidak saya rasa tidak adil, ” Ujarnya.

Harapan saya pemerintah bisa lihat keadaan saya nenek yang sudah tua renta ini biayai cucu saya demi masa depanya. Saya takut tidak ada umur cucu saya bagaimana siapa yang biayai sekolahnya. Abangnya saja lulus sampai saat ini nganggur sudah melamar gak ada pangilan ujung ujung nya pakai duit. Ia dari mana kita uang juataan, ” Pungkasnya.

 

 

 

 

( MARIAM )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210722 211403 WhatsApp - Pemerintah Luncurkan Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja Untuk Cegah PHK

Pemerintah Luncurkan Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja Untuk Cegah PHK

LENSA HUKUM JAKARTA Lensahukum.co.id Pemerintah memastikan akan mengeluarkan kebijakan pemberian bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah …

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.