Home / Nasional / Keserakahan Oknum Kepala Sekolah GS Diduga Melukai Sistem Pendidikan
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Keserakahan Oknum Kepala Sekolah GS Diduga Melukai Sistem Pendidikan

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210701 170438 WhatsApp - Keserakahan Oknum Kepala Sekolah GS Diduga Melukai Sistem Pendidikan

 

LENSA HUKUM

TAPANULI UTARA

Lensahukum.co.id

Sering kita dengar, kita baca baik di media cetak maupun media elektronik, seorang yang agamis ataupun bahkan tokoh agama juga bisa berbuat yang justru lebih memalukan dan hal ini mereka sudah anggap hal yang biasa dengan menghalalkan segala macam cara.

Barangkali ini sudah pertanda Dunia ini akan lebih maju atau sebaliknya, Di Kabupaten Tapanuli Utara hal serupa barangkali bisa saja terjadi, contoh kelicikan oknum Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Muara Ganda Siregar, S.Pd Diduga, dengan cara sengaja membuat pungutan uang komite dari 744 orang tua siswa demi keserakahan jabatan.

Sanggup berbuat hal – hal yang bertentangan dengan agama bahkan untuk melawan perintah Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi dan hal ini perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat Sumut khususnya Kabupaten Taput.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210701 170453 WhatsApp - Keserakahan Oknum Kepala Sekolah GS Diduga Melukai Sistem PendidikanUntuk itu kita mesti berhati-hati terhadap para Kepsek yang kita percayai penitipan anak sekolah yang seharusnya tauladan terhadap masyarakat, tapi malah menjadi bahan cemohan di berbagai kalangan betapa tidak hanya untuk memperkaya diri Diduga sanggup memeras orang tua didik perkampungan.

Dipanggilnya GS ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provsu untuk dimintai keterangan oleh Kacabdis Darwin Purba terkait pungutan uang komite yang gak jelas arah dan aturanya, hal ini adalah bukti sikap keserakahan dan kinerja Kepsek yang ogah – ogahan, bukanlah cerminan bagi masyarakat Kota wisata rohani Taput.

Lanjutan, Dan menjadi sebuah gambaran kurangnya kontrol kedisiplinan terutama kedisiplinan pribadi, hal seperti inikah yang harus ditauladani oleh masyarakat kecil? Sebelumnya Tohap Simaremare wartawan media online Wahana News gencar mengexpos berita pungutan uang komite yang gak jelas di SMA N 1 Muara.

Lalu LSM Lembaga pemantauan pengawasan pembangunan Sumatera Utara (LP3SU) Sahala Saragi menyurati pelanggaran ini melaporkanya ke Kacabdis selanjutnya menindak lanjuti laporan tersebut, LSM bersama Wartawan sudah bertemu dengan Kacabdis dan proses penyidikan masih berlanjut.

Sahala menjelaskan, merujuk surat Kemendikbud No 82954/A.14/Hk/2017 tertanggal 22 Desember 2017 dijelaskan mengenai ketentuan larangan pungutan di SMA/SMK/SLB, berarti SMA N 1 Muara jelas melawan perintah ini dengan melakukan pungutan dana komite sebesar Rp 240 ribu/orang/tahun dimasa Covid 19 menghancurkan perkonomian keluh orang tua siswa.

Jumlah anak didik 744 siswa/i yang dikalikan dalam setahun komite mengutip dana Rp 158.560.000 dan sudah berjalan 3 tahun maka kami mendesak penegak hukum segera melakukan tugasnya memeriksa lalu mengaudit keuangan SMA Negeri 1 Muara apabila terbukti bersalah tangkap dan penjarakan, 27/6.

 

 

 

 

 

( ALAIN DELON )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210722 211403 WhatsApp - Pemerintah Luncurkan Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja Untuk Cegah PHK

Pemerintah Luncurkan Bantuan Subsidi Upah Bagi Pekerja Untuk Cegah PHK

LENSA HUKUM JAKARTA Lensahukum.co.id Pemerintah memastikan akan mengeluarkan kebijakan pemberian bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah …

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.