Home / Nasional / CV Rajawali Mas Diduga Tidak Mengantongi Izin Industri
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

CV Rajawali Mas Diduga Tidak Mengantongi Izin Industri

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210815 141518 WhatsApp - CV Rajawali Mas Diduga Tidak Mengantongi Izin Industri

LENSA HUKUM

ACEH TENGAH

Lensahukum.co.id

CV. Rajawali Mas yang bergerak di bidang industri pengengolahan tebu, yang terletak di Desa Buter Dalam, Kecamatan Ketol,Kabupaten Aceh Tengah, diduga tidak mengantongi izin industri, hal itu diungkapkan Kepala Kampung Buter Kariadi saat di temui beberapa awak media di Kantor Desa Buter, Selasa (10/08/2021).

Menurut Kariadi, dirinya selaku Kepala Kampung ( Reje ) telah melanyangkan surat teguran kepada pihak Derektur CV Rajawali Mas, dan menurut nya pihaknya selaku Aparatur kampung telah meminta salinan surat izin industri CV. Rajawali mas, untuk perlengkapan administrasi Kampung namun hingga saat ini tidak diindahkan oleh pihak CV Rajawali mas.

Kami selaku Apartur Kampung Buter telah melayang kan surat kepada pihak manejemen ( Derektur ) CV Rajawali Mas terkait izin industri Perusahaan, namun, nampak nya pihak manajemen perusahaan tidak menggubris permintaan kami selaku Aparatur Kampung dimana perusahaan itu beroprasi, ” Kata, Kariadi.LensaHukum.co.id - Screenshot 20210815 141532 WhatsApp - CV Rajawali Mas Diduga Tidak Mengantongi Izin IndustriLebih lanjut Kariadi juga mengatakan, Keberadaan CV Rajawali Mas tersebut sangat merugikan bagi pengusaha kilang kecil milik masyarakat setempat, pasalnya, sejak beroprasi nya pabrik milik CV Rajawali Mas, banyak kilang kilang kecil yang tidak lagi dapat beroprasi, akibat tidak adanya lagi pasokan tebu ke kilang mereka,” hal itu tentu sangat merugikan pengusaha kecil yang telah banyak menuangkan modal untuk pembuatan holer tebu”, ucap Kariadi.

Sementara untuk CV Rajawali Mas nya sendiri tidak ada kontribusi untuk masyarakat lingkungan, dan bahkan tingkat Izin industrinya sendiri juga masih kita sangsikan, karena sejauh ini pihak manajemen tidak pernah memberikan surat seperti yang telah kami minta ke pihak Kami Selaku Aparatur Kampung Buter Dalam, tambah Kariadi, Selaku Kepala Kampung ( Reje ) Buter Dalam.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan ( DPMDP ) Kabupaten Aceh Tengah T.Alaidinsyah, SE. MM saat di konfirmasi melalui jaringan seluler kepada media ini membenarkan ketidak adanya izin industri CV Rajawali Mas yang berdimisili di Wilayah Kampung Buter Dalam.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus di selesaikan terkait permasalah tersebut,” jika no Perusahaan telah kelauar maka secara onlene otamatis izin perdaganannya sudah epektif, namun itu juga harus ada kometmen, seperti izin lingkungan, izin dari tetanga, rekom dari Reje setempat, sedangkan izin tetanga tersebut harus diketahui oleh Reje dan juga Camat, nah itu yang belum dipenuhi oleh pihak CV rajawali Mas” kata T. Alaidinsyah, SE.MM.

Selain itu menurut T.Alaidinsyah, SE.MM izin industrinya juga belum epektif, nah kenapa belum efektif, karna pihak perusahaan belum memenuhi unsur itu, seprti izin dari tetanga dan juga rekom dari (Reje ) kampung setempat, jelas T.Alaidinsyah SE.MM. Selakau Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan ( DPMDP ) Kabupaten Aceh Tengah.

 

 

( CHARIM )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210902 131456 WhatsApp - FPII dan AIPBR Mengawal Pemeriksaan Dugaan Korban Kekerasan Terhadap Wartawan Oleh Pengawal Bupati Bogor

FPII dan AIPBR Mengawal Pemeriksaan Dugaan Korban Kekerasan Terhadap Wartawan Oleh Pengawal Bupati Bogor

  LENSA HUKUM KABUPATEN BOGOR  Lensahukum.co.id Beberapa Wartawan yang tergabung dalam Aliansi Insan Pers Bogor …

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.