Home / Nasional / Presiden Joko Widodo Hadiri KTT ASEAN Ke -38 Secara Virtual
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Presiden Joko Widodo Hadiri KTT ASEAN Ke -38 Secara Virtual

 

LensaHukum.co.id - IMG 20211027 WA0116 - Presiden Joko Widodo Hadiri KTT ASEAN Ke -38 Secara Virtual

LENSA HUKUM

BOGOR – JAWA BARAT

Lensahukum.co.id

Presiden Joko Widodo mengikuti rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-38 dan ke-39 secara virtual Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/10/2021). KTT ini dihadiri para pemimpin negara ASEAN yang sekarang di bawah Keketuaan Brunei Darussalam.

Pasalnya, Berbagai isu dibahas dalam KTT kali ini, antara lain soal kesehatan, kesiapan menghadapi bencana, blue economy, sampai soal perubahan iklim. Saya mendorong negara-negara ASEAN untuk memanfaatkan momentum penurunan angka kasus Covid-19 di kawasan ini untuk bangkit bersama.
ADB Outlook 2021 memperkirakan pertumbuhan ekonomi ASEAN di tahun 2022 sebesar 5 persen.

Kita bisa mencapai lebih dari itu, dengan cara disiplin bekerjasama dan melakukan langkah bersama. Misalnya, saya menekankan pentingnya reaktivasi perjalanan, termasuk pariwisata, yang aman dari Covid-19, dan dipercaya oleh masyarakat global.

Selain KTT ASEAN ke-38 dan ke-39, kemarin saya juga hadir dan berbicara dalam penyelenggaraan secara virtual KTT ke-22 ASEAN-Republik Korea, KTT ke-24 ASEAN-Republik Rakyat Tiongkok, dan KTT ke-9 ASEAN-Amerika Serikat.

Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga harapan terkait hubungan antara ASEAN dengan Amerika Serikat (AS) ke depan dalam pidatonya saat menghadiri KTT ke-9 ASEAN-AS yang digelar secara virtual.

Pertama, hubungan ASEAN-AS harus dapat memperkuat stabilitas dan perdamaian di kawasan. “ Yang Mulia, kita ingin terus melihat kawasan kita menjadi kawasan damai dan stabil. Saya yakin, tidak akan ada perdamaian dan stabilitas di Asia tanpa peran dari ASEAN, ” Ujar, Presiden Joko Widodo.

Menurut Presiden, penghormatan terhadap hukum internasional, Treaty of Amity and Cooperation, serta perangkat norma dan hukum lain menjadi kunci. Dalam konteks tersebut, kerja sama konkret untuk mengimplementasikan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific secara terbuka dan inklusif menjadi sangat penting artinya.

Melalui kerja sama konkret akan terbangun kepercayaan yang tinggi, yang akan dengan sendirinya menopang stabilitas dan perdamaian, “ ASEAN mengharapkan kiranya AS dapat menjadi salah satu mitra utama dalam mengimplementasikan empat prioritas kerjasama AIOP yaitu maritim, konektivitas, SDGs dan kerja sama perdagangan investasi, ” jelasnya.

Kedua, kemitraan ASEAN-AS harus dapat menjadi pilar penting pemulihan ekonomi pascapandemi. Menurut Presiden, isu rantai pasok yang tidak terdiversifikasi dengan baik telah memperparah disrupsi pada saat dunia menghadapi krisis.

“ Ke depan, ASEAN siap menjadi bagian penting dari rantai pasok perdagangan dunia. Integrasi ekonomi jelas menjadi kekuatan bagi ASEAN untuk menjadi bagian rantai pasok dunia,” imbuhnya.
Ketiga, penguatan kerja sama kesehatan.

Pandemi telah menyadarkan pentingnya investasi di bidang kesehatan. Menurut Presiden Jokowi, pembangunan ketahanan kesehatan nasional akan menjadi modal dasar ketahanan kesehatan global. “Rantai pasok produksi obat-obatan, vaksin, alat-alat kesehatan harus didiversifikasi, termasuk ke kawasan Asia Tenggara,” Tutup, Presiden Joko Widodo.

 

 

 

 

( JARKONI )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20220120 WA0029 310x165 - Keindahan SMP 3 Tambun Selatan Patut Di Tiru Sekolah lain

Keindahan SMP 3 Tambun Selatan Patut Di Tiru Sekolah lain

  LENSA HUKUM KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Sekolah tempat mencari ilmu anak anak dari itu sekolah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.