Home / Nasional / Proyek Pembangunan Fisik Tidak Selesai, Miliaran Dana Pen 2021 Diduga Lenyap
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Proyek Pembangunan Fisik Tidak Selesai, Miliaran Dana Pen 2021 Diduga Lenyap

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20211112 164720 WhatsApp - Proyek Pembangunan Fisik Tidak Selesai, Miliaran Dana Pen 2021 Diduga Lenyap

LENSA HUKUM

TAPANULI UTARA

Lensahukum.co.id

Tiga Ratus Dua Puluh Enam Miliar dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020 yang diperuntukkan bagi proyek fisik pada instansi Pemkab Taput di Dinas Pendidikan, PUPR, Perkim, Kesehatan, Perdagangan, Pertanian, Pariwisata, RSU.

Pasalnya, Saat ini kondisinya terbiarkan begitu saja, pembangunan Kantor guru di Desa Siantar Naipospos juga jamban di Torhonas Kecamatan Adian Koting yang seharusnya tuntas, hanya terlihat beberapa bagian saja yang dikerjakan oleh kontraktor.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20211112 164733 WhatsApp - Proyek Pembangunan Fisik Tidak Selesai, Miliaran Dana Pen 2021 Diduga LenyapSementara puluhan jenis proyek lainya dibiarkan terlantar tanpa diselesaikan dan sangat membahayakan keselamatan jiwa masyarakat yang lalu – lalang disekitar proyek tersebut seperti Hotmix Dinas PUPR, Lampu jalan Dinas Perkim.

Proyek puskesmas Dinas Kesehatan, proyek pasar Dinas Perdagangan, proyek fisik Dinas pariwisata sesuai pantauan wartawan bersama LSM banyak ditemukan asal jadi terkesan sengaja ditelantarkan oleh kontraktor yang diketahui Dinas terkait.

Sepertinya konsultan bersama Dinas terkait Pemkab Taput terkesan membiarkan keberadaan proyek yang tidak siap dan telah ditinggalkan oleh kontraktor padahal dana yang telah dikucurkan melalui PEN untuk pembangunanya mencapai miliaran.

Demikian dikatakan Sahala Saragi LP3SU, LSM yang vocal menyuarakan kebenaran, menurutnya banyak ditemukan proyek PEN tak selesai dikerjakan tidak sesuai RAB di tiap instansi pemerintah yang menaungi proyek fisik PEN, ini jelas kasus tegasnya.

Sudah hampir satu tahun proyek PEN ditinggal begitu saja oleh kontraktor bahkan lebih anehnya, tidak ada satupun petugas dari Kepolisian dan Kejaksaan yang turun kelapangan melihat kondisi kasus yang merugikan Negara maka kami akan melaporkan kasus ini ke KPK,jelas Saragi.

Ditempat terpisah Kadis Perkim Budiman Gultom juga Kadis PUPR Dalan Simajuntak dan Janri Nababan RSU saat dijumpai dan diminta tanggapan malah para Kadis pengelola proyek PEN ini susah ditemui terkesan menghindar dari kejaran wartawan yang mengejar berita.

Lebih lanjut dikatakan kalangan LSM saat investigasi melaporkan kepada wartawan, kalau masih ada proyek PEN yang bermasalah kita akan segera mengeceknya kelapangan, bagi kontraktor nakal akan kita laporkan melalui surat kepada Kejaksaan.

Pantauan wartawan dilapangan, Jumat 12/11/2021, sepertinya perlu Dinas terkait dibawah kepemimpinan Bupati Nikson Nababan, didesak segera menurunkan inspektorat untuk melakukan peninjauan.

Bila perlu meminta pertanggung -jawaban sang kontraktor untuk segera mungkin menuntaskan proyek yang ditelantarkan, sehingga dana miliaran yang nota – benenya uang rakyat dapat tergunakan secara tepat sasaran.

 

 

 

( ALAIN DELON )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20220120 WA0029 310x165 - Keindahan SMP 3 Tambun Selatan Patut Di Tiru Sekolah lain

Keindahan SMP 3 Tambun Selatan Patut Di Tiru Sekolah lain

  LENSA HUKUM KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Sekolah tempat mencari ilmu anak anak dari itu sekolah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.