Home / Nasional / Presiden Joko Widodo Libatkan Bumdes Dan Rakyat
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Presiden Joko Widodo Libatkan Bumdes Dan Rakyat

LensaHukum.co.id - Screenshot 20211221 225144 WhatsApp - Presiden Joko Widodo Libatkan Bumdes Dan Rakyat

LENSA HUKUM

JAKARTA

Lensahukum.co.id

Di masa pandemi ini, ekonomi pedesaan telah menjadi salah satu penyelamat di saat perekonomian di perkotaan terganggu.

Dari pengalaman ini saya mengajak masyarakat untuk membangun dan menjadikan desa sebagai basis kegiatan ekonomi yang produktif.
Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan BUM Desa Bersama dapat memacu pertumbuhan usaha baru yang dibutuhkan di masyarakat. Tidak menggarap hal-hal yang hanya untuk desa, tapi juga punya visi besar yakni menjangkau pasar yang lebih besar, termasuk pasar ekspor.

Presiden Joko Widodo juga meminta perusahaan swasta maupun BUMN dapat melibatkan BUM Desa dalam setiap kegiatan. Rakyat di desa jangan hanya jadi penonton, melihat hasil-hasil perkebunan atau hasil tambang melintas keluar dari daerahnya. Libatkan mereka, BUM Desa dan BUM Desa Bersama.

BUM Desa sendiri dapat mengembangkan hasil produksi pertanian dan hortikultura ke pasar internasional, seperti sebuah desa di Kalimantan Timur yang telah mengekspor lidi dari kelapa sawit dan nipah, serta arang kayu halaban.

Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) untuk melakukan transformasi ekonomi di desa. Di masa pandemi, ekonomi pedesaan menjadi salah satu penyelamat di saat perekonomian di perkotaan terganggu.

Demikian disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Sertifikat Badan Hukum BUM Desa dan Rakornas BUM Desa 2021 di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Senin, 20 Desember 2021.

“ Semuanya harus berani mengubah, transformasi ekonomi di desa ini sangat penting sekali dan BUM Desa, BUM Desa Bersama juga harus bertransformasi, tidak rutinitas, tidak menggarap hal-hal yang hanya untuk desa, tapi juga punya visi besar, bisa lari ke pasar-pasar yang lebih besar, apalagi ke pasar-pasar ekspor, ” Ujar, Presiden Joko Widodo.

Presiden juga mengajak masyarakat untuk membangun dan menjadikan desa sebagai basis kegiatan ekonomi yang produktif. Kepala Negara menegaskan agar BUM Desa dan BUM Desa Bersama dapat memacu pertumbuhan usaha baru yang dibutuhkan di masyarakat.

“ Tugas-tugas itu yang kita inginkan, bukan mematikan yang sudah ada, berorientasi pada pembentukan usaha baru yang belum ada tapi dibutuhkan masyarakat, bagaimana men-trigger, memacu agar ada usaha-usaha baru di masyarakat yang belum ada tapi dibutuhkan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden meminta agar BUM Desa dapat mengembangkan hasil produksi pertanian dan hortikultura ke pasar internasional. Sebagai contoh, sebuah desa di Kalimantan Timur telah mengekspor lidi dari kelapa sawit dan nipah, serta arang kayu halaban.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah telah menyalurkan dana desa sebesar Rp400,1 triliun sejak tahun 2015 hingga saat ini. Presiden mengingatkan agar penyaluran tersebut dapat dikelola dengan bijak dan tepat sasaran.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

 

 

 

( JARKONI )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20220111 135850 SHAREit 310x165 - Tanggapi Keluhan Warga Lurah Chairul Anwar, S.STP.M.Si, Turunkan Alat Berat

Tanggapi Keluhan Warga Lurah Chairul Anwar, S.STP.M.Si, Turunkan Alat Berat

  LENSA HUKUM KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Musim penghujan tahun memberikan banyak PR ekstra bagi seluruh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.