Home / Nasional / Proyek Tembok Penahan Tanah Di Taput Diduga Beraroma Korupsi
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Proyek Tembok Penahan Tanah Di Taput Diduga Beraroma Korupsi

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20211222 103121 WhatsApp - Proyek Tembok Penahan Tanah Di Taput Diduga Beraroma Korupsi

LENSA HUKUM

TAPANULI UTARA

Lensahukum.co.id

Dua paket proyek tembok penahan tebing Kabupaten Tapanuli Utara diduga beraroma korupsi yaitu pertama pekerjaan penanggulangan bencana alam longsor bahu jalan menuju Siarang arang Kecamatan Tarutung (PEN).

LensaHukum.co.id - Screenshot 20211222 103030 WhatsApp - Proyek Tembok Penahan Tanah Di Taput Diduga Beraroma KorupsiNama perusahaan CV Purnama sebagai pelaksana Tanjungan Maruba Maniur Nainggolan selaku Direktur dengan anggaran sebesar Rp 199.620.000 sumber dana PAPBD 2021 tanggal selesai 26 Desember 2021.

Sebelumnya lembaga Pemantauan Pengawasan Pembangunan Sumatera Utara (LP3SU) Sahala Saragi minta kepada rekanan sebagai pelaksana proyek tembok penahan tanah di Taput jangan asal jadi.

Hal itu dikatakanya menyahuti laporan lisan masyarakat setempat yang menyebutkan proyek TPT yang dikerjakan kontraktor nakal diduga tidak sesuai dengan bestek adanya dugaan pengurangan volume terindikasi KKN.
Ironisnya pembangunan TPT di Desa Sitabotabo Kecamatan Siborongborong sampai saat ini tidak diketahui siapa penanggung jawab pelaksanaanya karena tidak memakai plank proyek.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20211222 103218 WhatsApp - Proyek Tembok Penahan Tanah Di Taput Diduga Beraroma KorupsiUntuk itulah Sahala mewakili masyarakat Taput tentunya aspiratif terhadap keluhan masyarakat pedesaan, menghimbau sekaligus meminta tegas kepada setiap rekanan yang mengerjakan proyek di Taput.

Khususnya di Tarutung dan Siborongborong agar meningkatkan kualitas proyek sehingga penyaluran uang Negara melalui anggaran P.APBD dan dana Pemulihan Ekonomi Nasional juga Dana Desa bahkan Dana Kelurahan tidak menjadi sia – sia.

21/12, temuan team dilokasi proyek bahwa disinyalir pekerjaan tidak memakai cerucuk dan bangunan tembok diduga menggunakan batu yang berpori yang sangatlah tidak layak dipakai juga jenis besi yang dipakai diragukan ukuran nya, Selasa, (21/12/2021).

LensaHukum.co.id - Screenshot 20211222 103148 WhatsApp - Proyek Tembok Penahan Tanah Di Taput Diduga Beraroma KorupsiBegitu juga campuran semen dengan pasir diduga tidak sesuai petunjuk teknis mengakibatkan ketahanan beton akan rapuh karena jenis semenya pun tidak standar SNI dan hal ini jelas tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak, ” Tutur Sahala.

Pelaksana dan pengawas pekerjaan tidak pernah ditemui berada dilokasi proyek dan diduga sudah kongkalikong, kuat dugaan paket proyek ini ajang korupsi instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah, ” Ujar, Sahala.

 

 

 

( ALAIN DELON )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20220111 135850 SHAREit 310x165 - Tanggapi Keluhan Warga Lurah Chairul Anwar, S.STP.M.Si, Turunkan Alat Berat

Tanggapi Keluhan Warga Lurah Chairul Anwar, S.STP.M.Si, Turunkan Alat Berat

  LENSA HUKUM KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Musim penghujan tahun memberikan banyak PR ekstra bagi seluruh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.