Home / Politik & Hukum / KUASA HUKUM TAIH ANGKAT BICARA SOAL PENGANIAYAAN KLIENNYA
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

KUASA HUKUM TAIH ANGKAT BICARA SOAL PENGANIAYAAN KLIENNYA

LensaHukum.co.id - IMG 20190515 WA0153 - KUASA HUKUM TAIH ANGKAT BICARA SOAL PENGANIAYAAN KLIENNYA

LENSA HUKUM

CIKARANG UTARA – KAB.BEKASI

Saat ini Polres Metro Bekasi baru menetapkan 1 tersangka atas kasus penggeroyokan yang menimpa calon anggota legislatif (caleg) Nasdem Taih Minarno. Adapun satu tersangka yang ditetapkan tersebut berinisial TD.

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito saat dikonfirmasi para wartawan pada 13 Mei 2019 menyebutkan, berdasarkan gelar perkara,satu orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan.

Sementara, kuasa hukum Taih Minarno,Naufal Al Rasyid,angkat bicara mengenai hal tersebut. Menurutnya,kliennya melaporkan kasus itu atas dasar Pasal 170 tentang Penggeroyokan dengan pelaku 4 orang,terlapor pada LP yang dibuat 13 Mei 2019 ada 2 orang, yakni SL dan TD,dan lainnya. Itu tercantum pada LP bernomor 498/356-SPKAT/K/V/2019/Restro Bekasi pada 12 Mei 2019.

“ Kalau Pasal 170 itu,maka dimasukkan unsur bersama-sama. Pelaku harus lebih dari satu. Kalau itu tidak dilakukan, maka penyelidikan ini masih kurang,” kata Noval saat konferensi pers di bilangan Tambun Selatan,Rabu (15/05/2019).

“ Mengenai sekarang pertanyaan tersangka masih 1,kalau itu yang terjadi,Pasal 170 KUHP belum dijalankan penyidik. Kita tunggu proses, kalau tetap bertahan 1 tersangka,Pasal 170 tidak masuk dong,” sambungnya.

Atas hal ini,ia berencana akan melayangkan surat kepada Polres Metro Bekasi,dengan tembusan kepada Polda Metro Jaya dan Mabes Polri tentang proses penyelidikan sampai penetapan tersangka saat ini.

“ Secara common sense saja,sebenarnya itu dilakukan 2 orang, karena keterangan korban, dia dipanggil SL. Lalu dilempar bangku 2 kali, lalu ditendang dan dipukul,berlanjut sampai pingsan,” jelasnya

Sehingga,kata Noval,rangkaian perbuatan itu sudah dimulai ketika korban dipanggil oleh SL.

“ SL harus dijadikan tersangka. Dia yang mengawali unsur bersama-sama itu. Itu pengertian unsur bersama-sama,sehingga Pasal 170 ini sudah cukup menyatakan perbuatan itu terpenuhi,” imbuhnya.

Menurutnya penafsiran atas pasal itu dapat dilihat secara sederhana. Selain unsur dilakukan secara bersama-sama terpenuhi. Di luar itu menurut Noval,unsur utama di luar itu adalah terganggunya kepentingan umum.

“ Kalau kita lihat perbuatan ini,sudah tepat sekali laporan klien saya,Pasal 170 KUHP,pasal Penggeroyokan. Sudah bisa dipastikan sesuai dengan unsur itu dilakukan bersama-sama sehingga pelakunya lebih dari satu. Sesuai ketentuan hukum,minimal dua. Sesuai dengan putusan-putusan pengadilan yang ada,pelaku lebih dari dua,” Ungkapnya.

Selain unsur dilakukan secara bersama-sama, unsur dilakukan secara terbuka itu juga terpenuhi. Noval berpendapat,kasus ini bukan delik aduan,melainkan delik biasa. Jadi siapapun dapat melapor,termasuk para saksi mata yang ada di lokasi.

Kemudian unsur lain,seperti menganggu ketertiban umum juga terpenuhi. Noval melanjutkan,unsur itu terpenuhi karena kejadian saat suasana rapat pleno di mana tidak bisa ada keributan. Dengan kata lain, semua unsur Pasal 170, menurutnya, sangat terpenuhi, sehingga tak perlu mendatangkan ahli untuk menafsirkan.

“ Atas nama keadilan,atas nama penafsiran hukum dan pemahaman terhadap Pasal 170 KUHP. Semua pelaku harus ditahan. Karena bagaimana pun,selain ancaman, mengakibatkan (korban) luka parah, ” pungkasnya.

( JAELANI )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20200522 WA0020 - Puluhan Karangan Bunga Nasabah PT.MPIP Menghiasi Komplek Gedung DPR RI

Puluhan Karangan Bunga Nasabah PT.MPIP Menghiasi Komplek Gedung DPR RI

  JAKARTA  LENSA HUKUM Kisruh antara Nasabah PT MPIP yang di Pimpin oleh Raja Sapta …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi