Home / Sosial & Budaya / TIMUN SURI WARUNG CULES GABUS BEKASI LEBIH MAKNYOS
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

TIMUN SURI WARUNG CULES GABUS BEKASI LEBIH MAKNYOS

 

LensaHukum.co.id - 20190527 153037 - TIMUN SURI WARUNG CULES GABUS BEKASI LEBIH MAKNYOS

LENSA HUKUM

SRIMAHI – KABUPATEN BEKASI

Bulan Ramadhan merupakan Bulan yang disucikan bagi Umat islam diseluruh Dunia. Dalam 12 bulan,1 bulan dikhususkan untuk ibadah puasa yang ditunggu-tunggu masyarakat baik diindonesia maupun dipenjuru dunia bagi umat islam yang menjalankannya.

Sepanjang jalan Warung cules Patung Golok Pedagang Timun suri kurang lebih 30 para pedangang Timun suri,yang sudah puluhan Tahun berdagang di jalan Gabus kecamatan Tambun Utara,kabupaten Bekasi.

Sebelum Ramadhan kita sering buka 24 jam,akan tetapi dibulan suci Ramadhan saya buka hingga jam.8 mlm,” Ungkap,Siman.

LensaHukum.co.id - 20190527 155137 1 - TIMUN SURI WARUNG CULES GABUS BEKASI LEBIH MAKNYOS

Timun suri dalam bahasa Melayu klasik sebagaimana dirujuk menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memang artinya sore. Tentu saja bukan berarti buah timun suri ini nikmatnya disantap sore hari. Tetapi,sore di sini mengacu kepada suasana adem dan memang buah ini bersifat mengademkan tenggorokan serta tubuh.

 

Masih merujuk kepada kamus bahasa, kata suri juga dapat disimpulkan secara umum sesuatu yang dianggap luar biasa. Timun suri adalah mentimun yang luar biasa sebab ukurannya lebih besar daripada mentimun biasa. Luar biasa bukan hanya ia disebut keluarga timun (cucumis sativus), padahal sesungguhnya keluarga buah jenis labu-labuan (cucurbitaceae).

Lebih jauh lagi meskipun timun suri ini adalah jenis buah yang tak kenal musim dan bisa dipanen setiap 60 sampai 75 hari sekali, tetapi luar biasanya telah dikreasikan sedemikian rupa sehingga hanya muncul saat-saat bulan puasa. Keluar biasaan timun suri pun bertambah kuat karena nongol hanya pada bulan puasa yang dianggap luar biasa bagi orang muslim. Bahkan oleh orang Betawi bulan puasa disebut sebagai “ rajanya bulan ”.

LensaHukum.co.id - 20190527 152611 - TIMUN SURI WARUNG CULES GABUS BEKASI LEBIH MAKNYOS

Tetapi,dalam sejarah Jawa timun suri tidak berkait sama sekali dengan “rajanya bulan” melainkan “raksasa hutan”. Buah timun suri medium perempuan sebagai karakter sentral dalam penokohannya cerita rakyat “Timun Mas”. Seorang putri cantik cerdik yang lahir dari pohon timun suri asuhan petani dengan lihai melawan raksasa rakus yang hendak menyantapnya.

Cerita rakyat dari kebudayaan Jawa itu kemudian diadopsi oleh sebuah perusahaan sirup terkemuka untuk iklan mereka selama bulan puasa. Sirup ini pula yang menjadi salah satu merek pilihan untuk membuat sajian minuman es timun suri kala puasa. Tetapi, bagi kebanyakan orang Jakarta dan sekitarnya sirup yang lama tersohor dianggap paling pas untuk membuat es minuman timun suri adalah sirup bangau yang lebih dikenal dengan sebutan cap pisang ambon. Sebab ada gambar aneka buah dan pisang ambon yang tampak paling dominan di label botolnya.

Sementara di dalam sejarah panjang Jakarta timun suri disebut telah dibudidayakan bersama sayur-sayuran dan terutama semangka yang terbaik oleh petani-petani Tionghoa miskin di ommelanden atau luar kota benteng Batavia, di sekitar Tanjung Kait, Tangerang, pada abad ke-18. Timun suri memang akan tumbuh bagus di kawasan dekat pantai. Terutama di persawahan tadah hujan seperti Tanjung Kait.

LensaHukum.co.id - 20190527 154454 - TIMUN SURI WARUNG CULES GABUS BEKASI LEBIH MAKNYOS

Tetapi,meskipun demikian timun suri bukan berarti termasuk bagian dari banyak tumbuhan yang dibawa dan diperkenalkan oleh orang-orang Tionghoa di Jawa. Timun suri justru oleh sejarawan Denys Lombard dikategorikan sebaliknya. Sebab termasuk yang disebut tanaman “labu dari Kunlun”. Kunlun adalah penamaan etnis yang sangat kabur untuk menyebut keseluruhan penduduk maritim di Asia Tenggara pada abad ke-6 Masehi. Bahkan pohonnya kemudian dibawa oleh orang-orang Tionghoa sepulang dari Nusantara untuk disebarkan di negeri mereka sebagaimana dilaporkan oleh J. Crawfurd dalam History of the Indian Archipelago (1820).

Berlatar belakang hal itu jelaslah cerita rakyat Timun Mas adalah khazanah lama masyarakat petani Jawa dan menandakan kepopuleran timun suri yang sudah sejak masa Jawa kuno.

Kepopuleran yang terus bertahan dan budidayanya meluas dilakukan juga oleh petani-petani Tionghoa di masa VOC. Petani-petani yang digarisbawahi sebagai ahli bertanam sehingga punya kebun buah berkualitas dalam catatan Andries Teiseire dalam terbitan berkala pertama Bataviaasch Genootschap der Kunsten en Wetenschapen (Lembaga Seni dan Ilmu Pengetahuan Batavia) menjelang akhir abad ke-18.

Popularitas timun suri yang bertahan bukan sekadar jejak sejarah yang melanjut, tetapi ketika masyarakat muslim ibukota Jakarta dan sekitarnya memasukkannya ke dalam hidangan ruang paling pribadi dan di bulan paling istimewa mereka, maka ini menjelaskan bahwa puasa sampai ke lebaran adalah peristiwa budaya bergerak bersama kembali ke asal. Melalui timun suri ada kebiasaan lama yang diingatkan bahwa adat kita sebagai masyarakat petani.

LensaHukum.co.id - 20190527 144502 1 - TIMUN SURI WARUNG CULES GABUS BEKASI LEBIH MAKNYOSLensaHukum.co.id - 20190527 144504 - TIMUN SURI WARUNG CULES GABUS BEKASI LEBIH MAKNYOS

Buah Timun suri dalam bahasa Melayu klasik sebagaimana dirujuk menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memang artinya sore. Tentu saja bukan berarti buah timun suri ini nikmatnya disantap sore hari. Tetapi,sore di sini mengacu kepada suasana adem dan memang buah ini bersifat mengademkan tenggorokan.

Masih merujuk kepada kamus bahasa, kata suri juga dapat disimpulkan secara umum sesuatu yang dianggap luar biasa. Timun suri adalah mentimun yang luar biasa sebab ukurannya lebih besar daripada mentimun biasa. Luar biasa bukan hanya ia disebut keluarga timun (cucumis sativus),padahal sesungguhnya keluarga buah jenis labu-labuan (cucurbitaceae).

Lebih jauh lagi meskipun timun suri ini adalah jenis buah yang tak kenal musim dan bisa dipanen setiap 60 sampai 75 hari sekali,tetapi luar biasanya telah dikreasikan sedemikian rupa sehingga hanya muncul saat-saat bulan puasa. Keluarbiasaan timun suri pun bertambah kuat karena nongol hanya pada bulan puasa yang dianggap luar biasa bagi orang muslim. Bahkan oleh orang Betawi bulan puasa disebut sebagai “ rajanya bulan”.

Tetapi,dalam sejarah Jawa timun suri tidak berkait sama sekali dengan “ rajanya bulan ” melainkan “raksasa hutan”. Buah timun suri medium perempuan sebagai karakter sentral dalam penokohannya cerita rakyat “Timun Mas”. Seorang putri cantik cerdik yang lahir dari pohon timun suri asuhan petani dengan lihai melawan raksasa rakus yang hendak menyantapnya.

Saat diwawancarai Wartawan Lensa Hukum,salah satu pedagang Timun Suri Mengatakan, ” Hari-hari biaa bisa 10 kilo perkilo kita jual 7 ribu rupiah,kalau hari sabtu atau minggu bisa 200 kilo,saya sudah 15 tahun saya berdagang di Desa Srimahi kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi. Saya warga simukti anak saya 2 orang dan suami sayapun ikut berdagang juga di Kebalen warung Ayu,Babelan buka usaha juga seperti saya jualan Timun suri. ” Ungkap, IDA penjual timun Suri.

Saya tinggal di Ujung Harapan Kota bekasi Saya sering mampir beli Timun Suri diwilayah sini khususnya dibulan Puasa untuk berbuka puasa bersama keluarga saya mas, ” Ujar,Ibu Tumin Hartono.

( SIGIT WIDJANARKO )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201128 073903 KineMaster - Dansektor 20 Sosialisasi Program Citarum Ke Siswa-Siswi SMAN 1 Kedungwaringin 

Dansektor 20 Sosialisasi Program Citarum Ke Siswa-Siswi SMAN 1 Kedungwaringin 

LENSA HUKUM KEDUNGWARINGIN – KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Sektor 20 Sosialisasi Program Citarum Harum Kepada Siswa …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi