• Umar bin Khattab dari Desa Gabus Bekasi

    Damin Sada (ke-empat dari kiri) beserta Jamaah di Mushola Al-Barkah, 1438 Hijriah 2017, Minggu Sore di Perumahan Mutiara Gading 3, Kabupaten Bekasi, Ramadhan ke-16

  • Umar bin Khattab dari Desa Gabus Bekasi

    Damin Sada beserta Jamaah di Mushola Al-Barkah, 1438 Hijriah 2017, Minggu Sore di Perumahan Mutiara Gading 3, Kabupaten Bekasi, Ramadhan ke-16

  • Umar bin Khattab dari Desa Gabus Bekasi

    Damin Sada Memberikah Nasihat dan Masukan kepada Jamaah di Mushola Al-Barkah, 1438 Hijriah 2017, Minggu Sore di Perumahan Mutiara Gading 3, Kabupaten Bekasi, Ramadhan ke-16

Home / Sosial & Budaya / Umar bin Khattab dari Desa Gabus Bekasi
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Umar bin Khattab dari Desa Gabus Bekasi

Damin Sada (Lahir 27 September 1965) di Desa Gabus, Kabupaten Bekasi. Beliau merupakan salah satu tokoh yang notabene mantan seorang preman, sekaligus mantan Kepala Desa Gabus dari era-presiden suharto tahun 1993 hingga era-pemerintahan SBY tahun 2007.

Team Lensa Hukum sewaktu mewawancarai beliau “mengatakan bahwa dahulu Kaliabang merupakan sentral islami di Bekasi akan tetapi dengan berjalannya waktu perkembangan Desa Gabus jauh lebih maju keislamiannya dibandingkan Kaliabang dan taman Kebalen. Desa Gabus di tahun 1960 -1970 merupakan sarang gembong perampok, pembunuh dan hasil dari pekerjaan tersebut dibawa ke desa Gabus, akan tetapi setelah Damin saja menjabat menjadi Kepala Desa Gabus, beliau mencoba cara pola berfikir masyarakat Gabus dirubah yang sebelumnya para anak mudanya diberikan arahan agar tidak merusak kampungnya sendiri, andai kata mau merusak jangan di Gabus melainkan diluar jangan mempermalukan wilayah sendiri. ” ungkap Damin.

Di dalam safari Ramadhan 1438 Hijriah 2017, Minggu Sore di Mushola Al-Barkah perumahan Mutiara Gading 3, Kabupaten Bekasi, Ramadhan ke-16, beliau sekaligus menjelaskan bukan sebagai seorang preman ataupun seorang Dai atau ustadz melainkan juga memperkenalkan sebagai KETUA UMUM KAGUMI (KOMANDO AMANAH GERAKAN UMAT MUSLIM INDONESIA).

Damin Sada mengatakan “kewajiban kita menegakkan Akidah, menegakkan Agama Islam bukan hanya tugas pokok seorang Ulama, seorang Kyai, seorang Ustadz melainkan semua ini sudah tugas dan tanggungjawab kita bersama sebagai Umat Islam di Indonesia. Pasalnya di jaman Era Soeharto dan Presiden yang lainnya hal seperti makar dan supersif ini sudah ada akan tetapi setelah mereka melakukan perusakan tempat, gedung, membakar gedung baru orang tersebut ditangkap akan tetapi sekarang malah terbalik belum apa-apa sudah ditangkap hal ini sangat disayangkan. Pembangunan secara nasional yg sedang berlangsung sekarang ini benar terjadi contoh, pembangunan Jembatan, Jalan, Transportasi Kereta Api semua itu mengunakan dana yang tidak cukup sedikit dan hal itu semua dibebankan kepada Rakyat dengan biaya hingga ratusan triliun rupiah semua itu hutang semua dan hal ini dibebankan nantinya kepada anak dan cucu kita nanti yang harus menangungnya, dan keutuhan berbangsa dan bernegara kita semakin lama terkikis saling hujat-menghujat satu dengan yang lainnya dan hal ini sangat disayangkan dan andai kata kita tidak berhati-hati akan hancur kita hal ini jangan sampai ada permusuhan atau perang saudara” ujar ketum KAGUMI.

Selain itu mantan Preman serta mantan Jawara Gabus juga memperkenalkan JAJAKA BEKASI (JAWARA JAGA KAMPUNG BEKASI). Sewaktu diwawancarai LensaHukum di acara tersebut, selaku ketua umum Ustadz. Suherman Harmain mengatakan, dibawah wadah KOMANDO AMANAH GERAKAN UMAT MUSLIM INDONESIA, JAJAKA merupakan underbrow atau pendampingnya  KAGUMI, adapun maksud dan tujuannya JAWARA JAGA KAMPUNG yaitu :

  1. Menjaga Saudara
  2. Menjaga Agama
  3. Menjaga Negara

Dengan dibentuknya JEJAKA ini kampung kita ini sudah tergusur sedikit demi sedikit, diantaranya tidak sadar kita sudah ditelanjagi, tidak sadar umat islam ditelanjagi dan tidak sadar bangsa kesatuan Republik Indonesia ditelanjagi dimana kita ditelanjaginya….????  Dengan adanya listrik masuk desa serta teknologi masuk desa. Masyarakat yang tadinya belajar di mushola mengaji, belajar 20 sifat-sifat Allah, belajar ilmu tauhid dengan berjalannya waktu.

Banyak anak-anak kita sekarang bertanya kepada  orang tuanya mengatakan :  “Wahai ayah, wahai ibu, ” Hebat mana ALLAH SWT dengan DORAEMON………???? ” Hebat mana Nabi Muhammad SAW dengan ULTRAMEN …???? ” Hebat mana Nabi Muhammad dengan Upin ipin…..????  Kedua orang tua rersebut terkejut dan kaget hal tersebut tidak mampu mereka menjawabnya dan pertanyaan tersebut yang datang dari rumah tangga kita, secara tidak langsung AKIDAH islamiah anak cucu kita sudah mereka rusak, maka dari itu JAJAKA ( JAWARA JAGA KAMPUNG ), hadir dibawah payung KAGUMI ( KOMANDO AMANAH GERAKAN UMAT ISLAM INDONESIA ). Sebagai Teman Masyarakat, teman ulama, sahabat masyarakat, sahabat ulama serta sahabat lingkungan kita, jangan sampai negara republik indonesia diobok-obok oleh orang-orang tidak bertanggungjawab. ” Pungkas Ketua umum ustadz Suherman Haramain. ( Sam Lubis/LH )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20210117 WA0065 - Warga Villa Mutiara Cikarang Bersama DKM At-Taqwa Gelar Donor Darah

Warga Villa Mutiara Cikarang Bersama DKM At-Taqwa Gelar Donor Darah

  LENSA HUKUM CIANTRA – KABUPATEN BEKASI Lensahukum.co.id Kebutuhan darah saat ini makin banyak dan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

open

WARNING…. !

Kami Redaksi Media Lensa Hukum Menghimbau apabila Ada OKNUM yang mengatasnamakan Wartawan/Wartawati yang tidak terdaftar di Box Redaksi. Seluruh tindakan dan perbuatannya bukan bertanggung jawab kami. Cek Box Redaksi