Home / Nasional / Staff Puskesmas Desa Sukaraya Rampas Handpone Dan Mengapus Data Jurnalis

Staff Puskesmas Desa Sukaraya Rampas Handpone Dan Mengapus Data Jurnalis

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20190806 191635 WhatsApp - Staff Puskesmas Desa Sukaraya Rampas Handpone Dan Mengapus Data Jurnalis

LENSA HUKUM

SUKARAYA – KABUPATEN BEKASI

Senin,29-07-2019,saat Media lensa hukum datang untuk konfirmasi Masi terkait pelayanan puskesmas menayakan dengan sopan kepada Staff,untuk bertemu KASUBAG:H.WARTONO

Di katakan staf kasubag belum datang dan Media,akhirnya ketemu dengan kasubag ditanyakanlah pada jam 10 bapak kenapa belum ada di tempat,jawab kasubag,saya sudah datang dari pagi kenapa staff saya bilang belum datang.

Kasubag menegur Staff bahwasanya saya dari pagi sudah datang kenapa kamu katakan demikian kepada media dan akhirnya media mengambil rekaman. Dari salah’ satu pegawai juhariyah,A.MK Puskesmas merampas handpone media lensa hukum dan terjadi tarik menarik henpon. Ketika awak media dari lensa hukum sedang shoot video tiba-tiba datang seorang ibu yang menurut keterangan beliau kepala puskesmas desa sukaraya dengan nada marah, ” suruh siapa anda mengambil gambar disini,disini tidak boleh mengambil gambar apalagi merekam ” Ujar ibu Juariah sambil merampas kamera awak Media dan diduga ingin menghapus video yang sudah awak media lensa hukum ambil.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20190806 191609 WhatsApp - Staff Puskesmas Desa Sukaraya Rampas Handpone Dan Mengapus Data Jurnalis

Kesesokan Kabiro media lensa hukum mendatangi untuk karifiksi persoalan tersebut kepada kasubag,dengan nada memohon maaf kasubag meminta maaf kepada media lensa hukum begitu pun pegawai Puskesmas yang bernama Juariah mengakui perbuatan nya. Telah merampas henpon dan meghapus data media lensa hukum dan meminta maaf.

Kepala puskesmas Kapus: Hj.HENI NURFAJRIAH,SKM,M.Kes,pun lewat telpon kepada redaksi meminta maaf tapi sejauh ini belum mendudukan kedua belah pihak untuk permintamaaf lewat konfesi Pers yang di, ” Ucapkan kampus tersebut.

” Dari komentar lembaga BPPK-RI Kabid ” Marihot mengatakan jurnalis dalam poksi saat konfirmasi tidak boleh di halangi agar berita berimbang memenuhi unsur 5w +1H
Padahal sudah jelas,menghalang-halangi tugas wartawan ketika sedang meliput terkait pelayanan puskesmas di UU no.40 tahun 1999 tentang tugas seorang jurnalis.

” Barang siapa menghambat tugas jurnalistik dikenakan sanksi pidana 2 tahun penjara dan denda maksimal Rp.500 juta dan denda 1999 Bab II pasal 2 Apa lagi sampai merampas kamera dan meghapus data. Jelas pelanggaran dan harus dapat sangsi dari dinas terkait, ” Ucapnya.

 

( MARIAM / HERU )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20190818 WA0017 310x165 - Warga Kampung Pulo Gede RW 011 Rayakan HUT RI Ke-74 Dengan Perlombaan Futsal Cup

Warga Kampung Pulo Gede RW 011 Rayakan HUT RI Ke-74 Dengan Perlombaan Futsal Cup

  LENSA HUKUM JAKASAMPURNA – BEKASI BARAT Hari Jadi Kemerdekaan Republik Indonesia yang di rayakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *