Home / Nasional / Bupati Pekalongan Tekankan Permasalahan Rob Menjadi Perhatian Khusus Pemkab Pekalongan

Bupati Pekalongan Tekankan Permasalahan Rob Menjadi Perhatian Khusus Pemkab Pekalongan

 

LensaHukum.co.id - IMG 20190806 WA0087 - Bupati Pekalongan Tekankan Permasalahan Rob Menjadi Perhatian Khusus Pemkab Pekalongan

LENSA HUKUM

KABUPATEN PEKALONGAN

Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si menjadi salah satu narasumber dalam seminar Sosialisasi UU APBN 2019 dengan tema Kebijakan Anggaran untuk Penanggulangan Rob dan Banjir di Kota dan Kabupaten Pekalongan di Auditorium Adaro Lt.8 Gedung F Unikal,Senin (05/08/2019).

Dalam kegiatan tersebut ada 3 pemateri yakni Drs.H.A.Hakam Naja,M.Si (Anggota DPR RI Dapil jateng X),Perwakilan BBWS Pemali Juwana Jateng, dan Dr. Heri Andreas,ST.MT (Peniliti Feodesi Fakultas Ilmu & Teknologi Kebumian ITB).

LensaHukum.co.id - IMG 20190806 WA0089 - Bupati Pekalongan Tekankan Permasalahan Rob Menjadi Perhatian Khusus Pemkab Pekalongan

Bupati Pekalongan,KH.Asip Kholbihi menerangkan bahwa masalah rob ini memang akan mendapat perhatian khusus,karena itu merupakan salah satu tugas penting yang diperintahkan Gubernur Jateng kepada Pemkab Pekalongan.

” Saya bersama Ibu Arini setelah dilantik mendapatkan pesan khusus dari Pak Ganjar untuk mengurangi angka kemiskinan dan mengatasi rob. Jadi Rob memang akan menjadi perhatian khusus buat Pemkab Pekalongan,” terang Bupati.

LensaHukum.co.id - IMG 20190806 WA0088 - Bupati Pekalongan Tekankan Permasalahan Rob Menjadi Perhatian Khusus Pemkab Pekalongan

Pemkab Pekalongan sebelumnya juga sudah bekerjasama dengan Belanda untuk membuat tanggul darurat yang berada di Mulyorejo. Dengan pola yang sederhana dan dibikin sendiri dengan anggaran APBD dana tak terduga senilai Rp 2 miliar.

” Alhamdulillah setelah kita buat tanggul sendiri di Mulyorejo,bisa mengurangi rob di 3 desa yaitu Tegaldowo,Mulyorejo dan Karangjompo, ” Ujarnya.

Itu juga merupakan bahan penelitian agar tanggul rob ini setelah jadi tidak lagi meninggalkan banyak persoalan, baik persoalan sosial, budaya, ekonomi dan lain-lain bisa segera teratasi.

” Ada 9 rekomendasi yang akan dijalankan oleh Pemkab Pekalongan dan akan konsen untuk mengatasi rob, ” tandas Bupati Asip.

Kami juga akan bekerjasama dengan Hakam Naja selaku anggota DPR RI yang akan memperjuangkan anggaran tentang rob di daerah Kota dan Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu,Heri Andreas menjelaskan bahwa penanganan rob di Pekalongan masih terlalu fokus dengan pembuatan tanggul dan sebagian menggunakan mangrove,padahal jika kita ketahui bahwa penanganan rob menggunakan tanggul itu merupakan solusi sementara atau bukan permanen.

” Penahan tanggul itu sifatnya sementara dan berjangka menengah,karena jika air sudah pasang dan bisa mencapai puncak tanggul, maka air juga akan masuk ke permukaan, ” Ujarnya.

Selain masalah meningginya air laut,juga ada permasalahan lain yaitu penurunan permukanan tanah (Land Subsidence). Di Pantura sendiri ditemukan land subsidence dengan rata-rata 1-25 centimeter per tahun. Faktor yang mempengaruhi yaitu banyaknya pengambilan air tanah yang berlebihan.

” Pengambilan air tanah yang berlebihan juga merupakan faktor yang mempercepat penurunan permukaan tanah. Sehingga jika kita bisa menghentikan pengambilan air tanah,itu juga bisa memperlampat atau mengatasi penurunan air tanah,” terang Andreas.

 

( BAMBANG )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20190818 WA0017 310x165 - Warga Kampung Pulo Gede RW 011 Rayakan HUT RI Ke-74 Dengan Perlombaan Futsal Cup

Warga Kampung Pulo Gede RW 011 Rayakan HUT RI Ke-74 Dengan Perlombaan Futsal Cup

  LENSA HUKUM JAKASAMPURNA – BEKASI BARAT Hari Jadi Kemerdekaan Republik Indonesia yang di rayakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *