Home / Nasional / Bupati Pekalongan Shalat Idhul Adha Di Masjid Agung Al-Muhtaram

Bupati Pekalongan Shalat Idhul Adha Di Masjid Agung Al-Muhtaram

 

LensaHukum.co.id - IMG 20190811 WA0025 - Bupati Pekalongan Shalat Idhul Adha Di Masjid Agung Al-Muhtaram

LENSA HUKUM

KABUPATEN PEKALONGAN

Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi SH.M.Si. dan Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj.Arini Harimurti bersama ribuan umat Islam melaksanakan Shalat Iedul Adha 1440H di Masjid Agung Al Muhtaram Kajen,Kabupaten Pekalongan,Jawa Tengah,

Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.MSi,bersama istri Ny. Munafah berserta salah satu anaknya datang ke Masjid pukul 5.45Wib. Demikian halnya Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami dan salah satu anaknya,Disusul Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun,MH bersama keluarga.

LensaHukum.co.id - IMG 20190811 WA0019 - Bupati Pekalongan Shalat Idhul Adha Di Masjid Agung Al-Muhtaram

Dalam sholat Iedul Adha 1440 H,bertindak sebagai Imam Shalat yaitu Kyai Ahmad Shodiq Alhafiq, sedangkan khotib DR.Kasiman Mahmud Desky M.Ag,Kepala Kementerian Agama Kajen.

Dalam khotbahnya,Kasiman menyatakan bahwa tema shalat Ied Idul Adha yaitu memaknai bulan Dzulhijjah pada ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariah. ” Artinya di Idul Adha ini kita harus memahami kisah pensyariatan kurban dan ibadah haji. Ada tiga pesan yang dapat kita jadikan pelajaran,” katanya.

LensaHukum.co.id - IMG 20190811 WA0018 - Bupati Pekalongan Shalat Idhul Adha Di Masjid Agung Al-Muhtaram

Pesan pertama yaitu kepatuhan Ibrahim akan Ismail yang total atas melaksanakan perintah Allah SWT. “Ibrahim mendapat ujian berat untuk menyembelih anaknya sendiri (Ismail) ketika ia merasakan kegembiraan yang luar biasa, ” Ujarnya.

Pelajaran ke 2 yaitu momentum untuk merekatkan ukhuwah islamiah dunia. ” Jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia terdiri dari berbagai latar belakang baik suku, budaya, bahasa, warna kulit, perbedaan aliran, dan madzhab maupun perbedaan lainnya persaudaraan para jamaah haji dapat terjaga dengan baik,” ungkapnya

Pesan yang terakhir di hari raya korban adalah hakikat pengorbanan dan kepudilan sosial. ” Idul Adha merupakan momentum untuk beribadah sekaligus menunjukkan kepudilan sosial kita kepada orang yang tidak mampu, ” Ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si mengajak semua umat Islam agar memaknai Idul Adha dengan meneladani keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim alaihissalam.

” Kisah Nabi Ibrahim yang menjadi cikal bakal mulanya ibadah kurban. Selain disebut hari raya haji, Idul Adha juga disebut sebagai Idul Kurban dimana arti berkorban adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, ” Ungkapnya.

 

( BAMBANG )

Lihat Juga

LensaHukum.co.id - IMG 20190818 WA0017 310x165 - Warga Kampung Pulo Gede RW 011 Rayakan HUT RI Ke-74 Dengan Perlombaan Futsal Cup

Warga Kampung Pulo Gede RW 011 Rayakan HUT RI Ke-74 Dengan Perlombaan Futsal Cup

  LENSA HUKUM JAKASAMPURNA – BEKASI BARAT Hari Jadi Kemerdekaan Republik Indonesia yang di rayakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *