Home / Pariwisata

Pariwisata

Berita pariwisata Indonesia yang diulas lengkap dengan segala objek keindahan alam dan pesona indonesia. Satu Kumpulan yang aneh unik menarik dan nyata untuk kita lihat dengan mata telanjang.

Villa Prancis Batujajar Salah Satu Agro Wisata Di Bandung Barat

LensaHukum.co.id - Screenshot 20211019 092715 WhatsApp - Villa Prancis Batujajar Salah Satu Agro Wisata Di Bandung Barat

LENSA HUKUM

BANDUNG BARAT

Lensahukum.co.id

Apa yang pertama kali Anda dapat, atau kesan seperti apa saat mendengar nama Kabupaten Bandung Barat..? Kabupaten primadona ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang di sebelah barat dan utara, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi di sebelah timur, Kota Bandung di sebelah selatan, serta Kabupaten Cianjur di sebelah barat dan timur.

Pasalnya, Salah satu kabupaten di Jawa Barat hasil pemekaran Kabupaten Bandung ini, rupanya kaya akan tempat destinasi yang wajib Anda kunjungi. Penasaran apa saja objek wisata tersebut.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20211019 092812 WhatsApp - Villa Prancis Batujajar Salah Satu Agro Wisata Di Bandung Barat

Salah satu Lokasi wisata yang menarik dari wisata ini tepatnya berada di Kampung Cihurip Desa Pangauban,Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Bersebrangan dengan pasar Maroko Kecamatan Cihampelas, yang hanya disekat oleh aliran sungai Citarum Saguling. Untuk menuju lokasi ini, jika dari arah pasar Batujajar kita bisa menggunakan ojek atau delman sebagai kendaraan umum. Karena belum adanya angkutan kota semacam bis maupun angkot untuk menuju kesini. Jaraknya mungkin sekitar lima kilometer dari pasar Batujajar.

View sungai adalah objek yang menjadi khas lokasi ini. Sisanya, mungkin standar dengan lokasi wisata lainnya. Ya semisal deretan pepohonan pinus rindang, arena bermain anak-anak, kolam-kolam kecil dan berbagai kebiasaan lainnya yang mengundang nuansa romantis dan estetis.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20211019 092750 WhatsApp - Villa Prancis Batujajar Salah Satu Agro Wisata Di Bandung BaratDitempat ini disediakan lapangan-lapangan berumput untuk sekedar bersantai bersama keluarga. Lapangannya cukup luas dengan beberapa blok yang tentunya bisa juga dijadikan arena permainan bagi yang sedang mengadakan suatu kegiatan khusus. Disediakan pula villa,perahu naga, tenda, dan saung-saung kecil sebagai tempat beristirahat.

Salah seorang pengelola tempat wisata villa Prancis ini sebut saja Ferry ia sudah mengelola villa Prancis ini sudah cukup lama semenjak 2005 ia pun mendirikan villa tersebut bersama keluarga besar nya untuk di jadikan tempat wisata di tempat tinggal mereka.ide ini pun mulai timbul dengan ada nya bendungan sungai Citarum yang panorama nya sangat indah sangat di sayangkan bila tidak di manfaatkan untuk agro wisata di wilayah itu.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20211019 092731 WhatsApp - Villa Prancis Batujajar Salah Satu Agro Wisata Di Bandung Barat

” Ya Allhamdulillah sampai saat ini Wisata Villa Prancis masih berjalan dan ramai dikunjungi oleh wisatawan yang datang berkunjung” Ujar singkatnya Saat di temui wartawan di lokas villa Prancis.

Ia pun sempat mengeluh dengan ada nya salah satu agro wisata di kabupaten Bandung barat dengan kurangnya perhatian pemerintah setempat terhadap jalan menuju lokasi yang sangat buruk.”Ini mungkin salah satu PR besar untuk pemerintah daerah kabupaten Bandung barat.yang memang mesti di perhatikan.karena,ini salah satu penyebab utama kelumpuhan untuk para wisatawan yang ingin memasuki wilayah rekreasi wisata.biar bagai mana pun pemerintah wajib ikut andil dalam peran objek wisata yang ada di wilayahnya,kalo menurut saya sih cukup malu dengan salah satu kabupaten Bandung barat yang cukup bagus dengan destinasi wisata nya tapi tidak ada perhatian dari pemerintah, ” Keluhnya.

 

 

 

( BUDI )

THL Security Geram Kawal dari Proyek Gedung Juang Sampai Selesai di Larikan Ke Yayasan Tanpa Bilang

 

LensaHukum.co.id - IMG 20210427 WA0019 - THL Security Geram Kawal dari Proyek Gedung Juang Sampai Selesai di Larikan Ke Yayasan Tanpa Bilang

LENSA HUKUM

TAMBUN – KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

Dibalik megahnya  Gedung juang yang baru di resmikan jadi mesium  ada cerita  sedih para  THl dan security  bahkan ketua kesenian  Bekasi , katanya bukan saja keterlambatan gaji  tetapi penjelasan kontrak kerja belum ada, Selasa (27/04 /2021).

LensaHukum.co.id - IMG 20210427 WA0009 - THL Security Geram Kawal dari Proyek Gedung Juang Sampai Selesai di Larikan Ke Yayasan Tanpa BilangPasalnya, Lepay sebagai ketua kesenian Bekasi bahkan hingga security  Gedung Juang tambun selatan beserta kawan kawan Tenaga Harian Lepas Kepada media memaparkan  kenyataan  bahwasanya kita  dari pertama pengawalan proyek gedung juang  kerap di janjikan  dan kita Tenaga harian Lepas (THL),  yang lama di Gedung Juang, kalaupun mau di pindah tugaskan,kita siap secara profesional mereka butuh tenaga kita butuh gaji,  ” Ujarnya.

Bahkan mengenai kelanjutan kita mau dipindah tugaskan kemana, dari kemarin kita sudah tanyakan ke Pak Polmen orang dinas (kebudayaan), prihal pekerjaan kita. Berhubungan dengan Gedung Juang,kita sudah banyak berbuat, akan tapi apresiasi dari dinas untuk kita yang pernah berbuat di Gedung Juang itu dianggap nol. Prihal kelanjutan kita di Gedung Juang,yang  pernah kita pertanyakan dulu, waktu Proyek Gedung Juang,kita dipindah tugaskan ke GOR Tambun, kita ikutin prosedur. Selanjutnya Pak Polmen menjanjikan, jika kelar proyek Gedung Juang, THL yang lama akan dikembalikan lagi ” Pada kenyataannya kelar proyek Gedung Juang sudah rapi, pengelolahan keamanan dilarikan ke yayasan, tanpa ada  pemberitahuan sebelumnya dari Dinas Kebudayaan ke kita.  Di duga  berarti pengelola ini masih amatiran, diduga  birokrasinya masih acak-acakan, ” Ucapnya.

LensaHukum.co.id - IMG 20210427 WA0010 - THL Security Geram Kawal dari Proyek Gedung Juang Sampai Selesai di Larikan Ke Yayasan Tanpa Bilang” Bahkan saya pernah ngobrol kepada Pak Polmen(orang Dinas),saya menanyakan bagaimana kelanjutan kita,” jawab Pak Polmen, ia bang,abang dipindahin selama proyek, Proyek Gedung Juang selesai,abang dikembalikan lagi bertugas di Gedung Juang dan pada kenyataannya,selesai Gedung Juang uda rapi dan bagus,pengelolahan keamanan dipegang oleh yayasan,nama yayasannya PT.Rukun Artamulia Oriented Service Securiti.  Bahkan  gaji kita dari january belum di bayar sampai sekarang.

Harapan  lepay selaku ketua kesenian. Sekaligus scurity bahwasanya harapan saya dinas lebih memikirkan pekerja yang dibawah  yang minim ini . dan tentang gedung juang pemerintah  perhatiin yang sudah banyak berbuat dan sampai menjadi musium digital teman teaman  yang selama ini menjadi relawan tanpa digaji diperhatikan, ” Pungkasnya .

 

 

 

( MARIAM )

Tongkrongan Santai Reban Raya Sepi Pengunjung Di Bulan Ramadhan 1442 Hijriah

LensaHukum.co.id - IMG 20210427 WA0022 - Tongkrongan Santai Reban Raya Sepi Pengunjung Di Bulan Ramadhan 1442 Hijriah

LENSA HUKUM

BATANG – JAWA TENGAH

Lensahukum.co.id

Selasa 27 April 2021 team Lensa Hukum singgah di rest area Reban Raya yg terletak di Desa Reban Kec.Reban Kab.Batang, Selasa (27/04/2021).LensaHukum.co.id - IMG 20210427 WA0021 - Tongkrongan Santai Reban Raya Sepi Pengunjung Di Bulan Ramadhan 1442 HijriahPasalnya, Tempat tongkrongan Reban Raya tampak sepi pengunjung,padahal tempat ini biasanya tampak ramai di kunjungi masyarakat baik yang orang daerah sekitar maupun prang luar daerah yang kebetulan mampir singgah untuk sekedar melepas lelah.

Taman Reban Raya terletak di pinggir jalan Propinsi penghubung jalur alternatif dari arah Sukorejo tembus ke Pekalongan tanpa harus lewat jalur Pantura untuk menghindari kemacetan.

Menurut Muti’salah satu pedagang di area tersebut menyampaikan ” Tempat ini sudah dibangun kurang lebih sekitar tiga tahun yang lalu pak, kalau biasanya tempat ini cukup ramai banyak org yang singgah,tapi di bulan Ramadhan ini agak sepi sehingga pendapatan saya agak menuru Karena keramaiannya pindah ke terminal Reban mungkin karena menu makanannya lebih banyak dan komplit, ” Terangnya.

LensaHukum.co.id - IMG 20210427 WA0023 - Tongkrongan Santai Reban Raya Sepi Pengunjung Di Bulan Ramadhan 1442 HijriahSebetulnya dengan adanya rest area ini sangat ikut mendongkrak roda perekonomian warga sini mas ,masih, Kata Muti, ” Harapannya, semoga Reban Raya ini banyak pengunjung dan laris lagi seperti biasanya mas.

Edi salah satu pengunjung dari desa Mojo Tengah Kecamatan Reban Kabupaten Batang termasuk sering main nyantai di Reban Raya dan merasakan tidak seperti biasanya rame ‘Biasanya ramai banget mz sampai gak kebagian tempat kalau mau duduk santai di sini, ” Terangnya.

 

 

 

( WAHYANI )

Kadis Dispora Agendakan Rapat Gedung Juang dijadikan Landmark Kabupaten Bekasi

 

LensaHukum.co.id - IMG 20210309 WA0041 - Kadis Dispora Agendakan Rapat Gedung Juang dijadikan Landmark Kabupaten Bekasi

LENSA HUKUM

KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

Dinas Dispiora mengadakan rapat untuk Louncing Gedung Juang di hotel Grand Cikarang dan rapat tersebut di hadiri kadis dan kabid,bahkan staf dispiora,Selasa (09/03/2021).

Pasalnya,Dari keterangan kepala dinas Dispora Rahmat Atong mengatakan ” Jadi Intinya,Kemaren Beliau (Bupati ) memanggil kita ada beberapa poin yang memang di sampaikan terkait degan louncing Gedung Juang mungkin perkiraan minggu depan atau mungkin lusanya beliau mengarahkan untuk merapatkan segera persiapan dan mugkin tidak mengundang banyak karena pandemi ” artinya hanya muspida dan dan muspida perwakilanya. kepala OPD, karena pandemi jadi keterbatasan kita pun tidak resmi seperti apa louncingnya cuman beliau menandatangani atau gunting pita atau apa sipatnya seremonial, ” Ucapnya.

Jadi saat sudah di louncigkan di bolehkan untuk kepentingan umum dan untuk pengelolaan gedung juang dan perbaikan kita dinas Dispora tapi kalau untuk menjual keluar apakah itu bentuk media atau pun dalam marketing nya itu sebetul paranyan itu peran pariwisata tapikan wisata juga tidak tau seutuhnya kegiatan membantu semua itu artinya apa yang kita keluarkan kita dorong untuk exsplor dia yang akan bantu itu.

Jadi kolaborasinya ada dua dinas dan Gedung Juang besok di resmikan akan menjadi aicon jadi Landmark terus jadi iconik dan sebetul nya menjadi magnet untuk wisatawan dari manca Negara apa bila bisa hadir di Bekasi hanya sekedar melihat Gedung Juang selain itu juga tentu menjadi edukasi buat anak anak yang tentunya untuk pengetahuan yang terkait dengan sejarah perjuangan Rakyat Bekasi seperti apa termasuk cagar budaya di bekasi.

Kedepanya harapan saya keinginan banyak dan  bupati juga berharap, ini ja gan hanya sekedar museum hanya sekedar buat icon tapi juga tentunya ada keinginan nilai sejarah yang harus kita angkat juga ” kedua kita juga kedepan inggin membanggun yang namanya benda cagar budaya cuman di tahap berikutnya kita akan banggun ruang untuk benda cagar budaya yang asli dari bekasi ” contoh misalkan etem ( ani ani ) alat pemotong padi yang di simpan sama warga terus juga ada juga benda untuk numbuk gabah yakni palu atau lesung dan masih ada yang punya warga kita dan bendo atau golok bekasi dan kita akan mengenang masalalu dan kita sudah jarang melihat benda itu dan kita rangkum dan kumpulkan mudah mudahan masyarakat mau menyerahkan kepada kita kalau pun mau di bayar ia jangan mahal sekiranya sesuai.

Yang jelas saya berharap gedung juang ini menjadi Landmak Kabupaten Bekasi yang konon katanya geduang juang ini hanya sekedar tempat Gedung gedung tua dan tidak dirawat yang tidak di Pelihara dan juga tempat tempat kurang baik namun dengan adanya kegiatan reaksisasi ini mudah – mudahan gedung juang bisa mengangkat dari martabat kabupaten bekasi.

Sambung,saya berharap masyarakat bekasi harus bangga dengan adanya museum ini karena museum ini juga tentunya menjadi sesuatu landmark kita dan kedepan juga kita mencoba ada satu terowogan yang tembus ke stasiun dan kita lagi kaji kembali kalau ada kan mudah kembali mengunjungi gedung juang ” dengan turun dari stasiun tambun tinggal masuk ke geduang juang lewat trowongan ia itu harapan yang menjadi suatu ke bangaan bagi masyarakat kabupaten bekasi, ” Ujarnya.

 

 

 

( MARIAM )

Peringati HPN 2021 Di Bener Meriah, ” Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi “

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 091757 WhatsApp - Peringati HPN 2021 Di Bener Meriah, " Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi "

LENSA HUKUM

KABUPATEN BENER MERIAH

Lensahukum.co.id

Dalam rangka peringati Hari Pers Nasional di Kabupaten Bener Meriah, bertemakan “Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi, ” dipelopori Tiga Organisasi Wartawan terdiri dari Organisasi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), PAWABER (Persatuan Wartawan Bener Meriah), SEKBER (Sekretariat Bersama Jurnalis Bener Meriah) di Kampung Tembolon Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah,Sabtu (21/02/2021).

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 091727 WhatsApp - Peringati HPN 2021 Di Bener Meriah, " Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi "Pasalnya,Sekertaris Daerah Bener Meriah Drs. Haili Yoga,MSi mewakili Bupati Sarkawi dalam sambutannya sangat mengapresiasi pelaksanaan HPN ke 75 yang baru pertama diadakan di daerah itu begitu sangat megah dan sangat terkesan karena ditempatkan diruang terbuka.

” Acara ini,kita apresiasi karena walaupun hanya dalam waktu lima hari sudah cukup bagus dan tempatnya diruang terbuka, dimana selama ini kita adakan acara diruang tertutup, ” Terangnya.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 091714 WhatsApp - Peringati HPN 2021 Di Bener Meriah, " Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi "Dikatakan, jika kita lihat di semua daerah tempat wisata di tutup,nah kita lihat pada hari ini tempat wisata kita ini kita buka dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Selanjutnya di hari HPN ini berharap ada implementasi yang dirasakan oleh masyarakat sekitar dan pemerintah tingkat nasional,bahwa tembolon itu desa atau wisata yang indah.

Kedepan kita akan jadikan menjadi Kampung Tangguh,dalam hal memajukan desa harus semua bekerja sama, baik dari pemerintahnya, pihak medianya maupaun tokoh masyarakatnya khususnya, ” Kata,Sekda.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 091815 WhatsApp - Peringati HPN 2021 Di Bener Meriah, " Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi "Sekda juga menghimbau bahwa pada saat ini Covid-19 itu jangan di anggap enteng, namun demikian dalam melakukan sesuatu tetap mengikuti protokol kesehatan, sehingga kita dapat mengindari adanya covid-19 pada saat ini, ” Papar Sekda.

Di akhir sambutannya Haili Yoga berharap kepada insan pers di hari Pers Nasional 2021 ini supaya tetap selalu mempromosikan Potensi Objek Wisata di Kampung Tembolon.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolres Bener Meriah.

Sebelumnya ketua panitia Masuri dalam laporannya menyampaikan perlu diketahui bersama bahwa Pandemi Covid-19 pada saat ini yang melanda telah menghancurkan sendi-sendi perekonomian dan melumpuhkan di semua bidang.LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 091658 WhatsApp - Peringati HPN 2021 Di Bener Meriah, " Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi "Namun itu semua kita tetap bangkit dalam keadaan pada saat ini,di hari HPN tahun 2021 ini mengajak semua pihak baik dari dinas wisata maupun tokoh masyarakat di desa tembolon untuk membangkitkan potensi wisata disini.”kata ketua Pewaber itu.

Dalam kesempatan ini kami selaku wartawan yang tergabung pada hari ini baik dari Media Online,Cetak dan Elektronik untuk Meng ekspos Objek wisata sekaligus akan kita bersama-sama mempromosikan objek wisata ini, ” Ucapnya.

Amatan media di acara Peringati HPN Hari Pers Nasional di awali dengan penanaman pohon, santunan anak yatim,Arum Jeram,Camping serta disusul dengan Wartawan menembak yang akan difasilitasi oleh Danki Brimob Bener Meriah.

Selain Insan Jurnalis peringatan Hari Pers Nasional 2021 tersebut dihadiri Sekda Bener Meriah,Kapolres Bener Meriah, Kodim 0109 BM (mewakili), Wakil Bupati terpilih Dailami, Kadis Pariwisata (mewakili),sponsor dari Bank Aceh,Ketua KIP Bener Meriah dan Kepala SKPK lainnya,Camat Syiah Utama,Reje Kampung Tembolon,Pemuda Kampung Tembolon,puluhan awak media cetak, Online dan Media Elektronik serta para tokoh-tokoh masyarakat.

 

 

 

 

( CHARIM )

Pemilik Wisata Taman Fathan Akan Perketat Protokol Kesehatan Di Masa Pandemi Dan PPKM 

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210119 222416 WhatsApp - Pemilik Wisata Taman Fathan Akan Perketat Protokol Kesehatan Di Masa Pandemi Dan PPKM 

LENSA HUKUM

KABUPATEN BOGOR

Lensahukum.co.id

Tingginya antusias pengunjung yang datang pada Minggu lalu ke Lokasi Wisata Taman Fathan di kampung pasir pogor,desa Cipelang kecamatan Cijeruk kabupaten bogor untuk berswa photo membuat pihak pengelola wisata taman Fathan kewalahan,puluhan pekerja pun terpaksa harus kerja extra dalam melerai kerumunan pengunjung untuk menjalankan protokol kesehatan di masa PPKM yang sedang berlangsung,Selasa(19/01/2021).

Saat di mintai keterangan kepada H hari pemilik wisata taman fathan mengatakan pihaknya meminta maaf kepada masyarakat pemerintah desa,unsur muspika dan unsur Muspida,khususnya Bupati Bogor.lebih lanjut H.Ari menjelaskan pihaknya sangat berterima kasih kepada pihak desa dan unsur muspika yang sudah memberikan bantuan nya sehingga taman Fathan bisa berjalan lancar dan berkembang sampai saat ini,taman Fathan yang dulu hanya hamparan rumput sekarang banyak di kunjungi oleh penggemar swafhoto di alam bebas, ” Jelasnya.

H Ari menambahkan,dengan adanya wisata taman Fathan ini,pihaknya bisa memberdayakan masyarakat sekitar untuk bekerja dan mengais rezeki serta membantu mengurangi tingginya angka pengangguran di wilayah kampung pasir pogor alisano.selain itu H Ari menjelaskan wisata taman Fathan ini awalnya di buat untuk dirinya sendiri dan keluarga,namun karena lokasi lahan dan posisi yang strategis H Ari mempunyai ide untuk mengembangkan taman Fathan menjadi tempat rekreasi yang bisa di nikmati semua kalangan.

pemandangan wisata taman Fathan ini tidak kalah dengan tempat wisata pegunungan lainnya,dan juga dapat mengangkat potensi desa dengan kearifan lokal yang di miliki masyarakat tanpa harus merusak alam kaki gunung salak, ” Jelasnya.

H hari mengajak kepada seluruh stek holder baik masyarakat,pemerintah desa,unsur muspika dan Muspida untuk bersama-sama menggali dan meningkatkan potensi wisata di kaki gunung salak yang tidak kalah dengan puncak,H.Ari juga berharap kedepan nya para investor yang berada di wilayah kaki gunung salak dapat melakukan pengembangan yang melibatkan bagian dari elemen masyarakat setempat,karena selain dapat meningkatkan pendapatan anggaran daerah di bidang pariwisata juga dapat membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar, ” Tuturnya.

 

 

 

( iiS SURYANI )

Wisata Religi Desa Reban Jawa Tengah

 

LensaHukum.co.id - IMG 20210109 WA0030 - Wisata Religi Desa Reban Jawa Tengah

LENSA HUKUM

BATANG – JAWA TENGAH

Lensahukum.co.id

Reban tanggal 09-01-2021. Tim wisata relegi dari pekalongan. Guz Yusuf dan Guz taofek ( Gobel ) melakukan perjalana wisata relegi yang ada di Desa Reban kecamatan reban kabupaten Batang,Sabtu (09/01/2021).

LensaHukum.co.id - IMG 20210109 WA0025 - Wisata Religi Desa Reban Jawa TengahPasalnya,Menelusuri perjalanan ditengan hutan belantara sampai juga dilokasi makam sekitar jam10:30 wib,setibanya dimalam Guz Yusuf dan Guz taofek kadung menelusuri area makam dan sekitarnya Dan ditemukan sumur dan sebuah batu nisan yang dipercaya sebagai makam,Balaikambang,ketika dimintai keterang oleh wartawan Guz Yusuf memaparkan saya berdua memang sengaja datang dari pekalongan langsung menuju kedesa Reban kecamatan reban kabupatrn Batang karena disinyalir ada sebuah makam tua yang dipercaya sebagai makam Kramat syeh Balaikambang.

Berselang sikitar 15 menit,Sudaryanto dan kedua temanya yang kebetulan warga asli desa Reban datang ditempat itu Dan menyampaikan bahwa makam itu ditemukan sikitar sudah 3 tahunan oleh seorang kyai asal dari Limpung yang bernama KH Nuryasin awalnya KH Nuryasin datang ketempat itu dan menemukan situs pemakaman yang dipercaya sebagai makam tua peninggalan sejarah.

LensaHukum.co.id - IMG 20210109 WA0027 - Wisata Religi Desa Reban Jawa TengahSetelah itu menemui beperapa tokoh masyarakat Desa Reban dan menyampaikan bahwa diarea itu sebagai tempat petilasan dan kemudian berinisiatif untuk membangun sebuah gubug sebagai tempat buat sekedar istirahat dan tamu peziarah kemakan tersebut.karna nantinya tempat tersebut tidak menutup kemungkinan akan dikunjungi banyak peziarah dari dalam maupun luar kecamata reban, ” Tuturnya,Rombongan Guz Yusuf meninggalkan area makam sekitar pukul 12:30 wib.untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.

 

 

 

 

( WAHYANI )

PSBB Covid 19 Diperpanjang, Megati Waterpark Sudah Mulai Beroperasi

 

LensaHukum.co.id - IMG 20210108 WA0094 - PSBB Covid 19 Diperpanjang, Megati Waterpark Sudah Mulai Beroperasi

LENSA HUKUM

KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

Di tengah masa pandemi covid 19 (corona) sekarang ini,objek wisata air di wilayah Kabupaten Bekasi diketahui sudah mulai beroperasi dan dibuka untuk masyarakat umum.

Pasalnya,Gubernur Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil,sudah menetapkan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional untuk wilayah Bogor,Depok dan Bekasi (Bodebek) hingga tanggal 20 Januari 2021.LensaHukum.co.id - IMG 20210108 WA0093 - PSBB Covid 19 Diperpanjang, Megati Waterpark Sudah Mulai BeroperasiKetentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 443/Kep.860-Hukham/2020 tentang perpanjangan kesembilan PSBB secara proporsional Bodebek untuk menangani virus Covid 19.

Adapun Angka penyebaran virus covid 19 di wilayah Kabupaten Bekasi masih cukup tinggi, dari total 42 ribu kasus di wilayah Bodebek hingga tanggal 2 Januari 2021 kemarin, sebanyak 8.498 kasus covid 19 terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi.

Pantauan wartawan di lokasi objek wisata air Megati Waterpark yang berada di Desa Karangsetia, Kecamatan Karangbahagia, terlihat pengunjung berbondong-bondong untuk mengisi liburan dengan menikmati berbagai wahana air di lokasi tersebut.

” Iya bang saya melihat di lokasi banyak pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Memangnya sekarang ini sudah diperbolehkan, padahal setahu saya sekarang ini tingkat penyebaran covid 19 semakin meningkat,” ungkap salah seorang warga.

LensaHukum.co.id - IMG 20210108 WA0095 - PSBB Covid 19 Diperpanjang, Megati Waterpark Sudah Mulai BeroperasiSaat dikonfirmasi,salah satu pengelola Megati Waterpark,Desi,mengaku jika pihaknya sudah mendapatkan izin secara lisan dari pihak kepolisian setempat. Dirinya juga menegaskan jika beroperasinya Megati Waterpark sudah diketahui oleh pihak Polsek.

” Kami tidak akan membuka pak, bukan berarti diizinkan ya, semua memang aturannya kalau tanggal 2 Januari boleh buka, untuk Kabupaten Bekasi. Dan bukan cuma kita aja. Surat edaran kita itu liburnya tanggal 31 Desember sampai 1 Januari aja, berarti sisanya boleh buka, ” Ungkapnya.

Sementara itu,Gugus Tugas Desa Karangsetia, Deden,mengaku jika pihaknya belum pernah mendapatkan surat tembusan mengenai sudah mulai beroperasnya objek wisata Megati Waterpark dari pihak pengelola.

” Iya kalau kami (gugus tugas) belum mendapatkan laporan dari pihak pengelola,saya belum tahu kalau surat langsung melalui Kepala Desa, ” Tandasnya,saat coba dikonfirmasi awak media.

 

 

 

 

 

( MARIAM / HERU )