Home / Pariwisata

Pariwisata

Berita pariwisata Indonesia yang diulas lengkap dengan segala objek keindahan alam dan pesona indonesia. Satu Kumpulan yang aneh unik menarik dan nyata untuk kita lihat dengan mata telanjang.

Kadis Dispora Agendakan Rapat Gedung Juang dijadikan Landmark Kabupaten Bekasi

 

LensaHukum.co.id - IMG 20210309 WA0041 - Kadis Dispora Agendakan Rapat Gedung Juang dijadikan Landmark Kabupaten Bekasi

LENSA HUKUM

KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

Dinas Dispiora mengadakan rapat untuk Louncing Gedung Juang di hotel Grand Cikarang dan rapat tersebut di hadiri kadis dan kabid,bahkan staf dispiora,Selasa (09/03/2021).

Pasalnya,Dari keterangan kepala dinas Dispora Rahmat Atong mengatakan ” Jadi Intinya,Kemaren Beliau (Bupati ) memanggil kita ada beberapa poin yang memang di sampaikan terkait degan louncing Gedung Juang mungkin perkiraan minggu depan atau mungkin lusanya beliau mengarahkan untuk merapatkan segera persiapan dan mugkin tidak mengundang banyak karena pandemi ” artinya hanya muspida dan dan muspida perwakilanya. kepala OPD, karena pandemi jadi keterbatasan kita pun tidak resmi seperti apa louncingnya cuman beliau menandatangani atau gunting pita atau apa sipatnya seremonial, ” Ucapnya.

Jadi saat sudah di louncigkan di bolehkan untuk kepentingan umum dan untuk pengelolaan gedung juang dan perbaikan kita dinas Dispora tapi kalau untuk menjual keluar apakah itu bentuk media atau pun dalam marketing nya itu sebetul paranyan itu peran pariwisata tapikan wisata juga tidak tau seutuhnya kegiatan membantu semua itu artinya apa yang kita keluarkan kita dorong untuk exsplor dia yang akan bantu itu.

Jadi kolaborasinya ada dua dinas dan Gedung Juang besok di resmikan akan menjadi aicon jadi Landmark terus jadi iconik dan sebetul nya menjadi magnet untuk wisatawan dari manca Negara apa bila bisa hadir di Bekasi hanya sekedar melihat Gedung Juang selain itu juga tentu menjadi edukasi buat anak anak yang tentunya untuk pengetahuan yang terkait dengan sejarah perjuangan Rakyat Bekasi seperti apa termasuk cagar budaya di bekasi.

Kedepanya harapan saya keinginan banyak dan  bupati juga berharap, ini ja gan hanya sekedar museum hanya sekedar buat icon tapi juga tentunya ada keinginan nilai sejarah yang harus kita angkat juga ” kedua kita juga kedepan inggin membanggun yang namanya benda cagar budaya cuman di tahap berikutnya kita akan banggun ruang untuk benda cagar budaya yang asli dari bekasi ” contoh misalkan etem ( ani ani ) alat pemotong padi yang di simpan sama warga terus juga ada juga benda untuk numbuk gabah yakni palu atau lesung dan masih ada yang punya warga kita dan bendo atau golok bekasi dan kita akan mengenang masalalu dan kita sudah jarang melihat benda itu dan kita rangkum dan kumpulkan mudah mudahan masyarakat mau menyerahkan kepada kita kalau pun mau di bayar ia jangan mahal sekiranya sesuai.

Yang jelas saya berharap gedung juang ini menjadi Landmak Kabupaten Bekasi yang konon katanya geduang juang ini hanya sekedar tempat Gedung gedung tua dan tidak dirawat yang tidak di Pelihara dan juga tempat tempat kurang baik namun dengan adanya kegiatan reaksisasi ini mudah – mudahan gedung juang bisa mengangkat dari martabat kabupaten bekasi.

Sambung,saya berharap masyarakat bekasi harus bangga dengan adanya museum ini karena museum ini juga tentunya menjadi sesuatu landmark kita dan kedepan juga kita mencoba ada satu terowogan yang tembus ke stasiun dan kita lagi kaji kembali kalau ada kan mudah kembali mengunjungi gedung juang ” dengan turun dari stasiun tambun tinggal masuk ke geduang juang lewat trowongan ia itu harapan yang menjadi suatu ke bangaan bagi masyarakat kabupaten bekasi, ” Ujarnya.

 

 

 

( MARIAM )

Peringati HPN 2021 Di Bener Meriah, ” Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi “

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 091757 WhatsApp - Peringati HPN 2021 Di Bener Meriah, " Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi "

LENSA HUKUM

KABUPATEN BENER MERIAH

Lensahukum.co.id

Dalam rangka peringati Hari Pers Nasional di Kabupaten Bener Meriah, bertemakan “Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi, ” dipelopori Tiga Organisasi Wartawan terdiri dari Organisasi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), PAWABER (Persatuan Wartawan Bener Meriah), SEKBER (Sekretariat Bersama Jurnalis Bener Meriah) di Kampung Tembolon Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah,Sabtu (21/02/2021).

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 091727 WhatsApp - Peringati HPN 2021 Di Bener Meriah, " Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi "Pasalnya,Sekertaris Daerah Bener Meriah Drs. Haili Yoga,MSi mewakili Bupati Sarkawi dalam sambutannya sangat mengapresiasi pelaksanaan HPN ke 75 yang baru pertama diadakan di daerah itu begitu sangat megah dan sangat terkesan karena ditempatkan diruang terbuka.

” Acara ini,kita apresiasi karena walaupun hanya dalam waktu lima hari sudah cukup bagus dan tempatnya diruang terbuka, dimana selama ini kita adakan acara diruang tertutup, ” Terangnya.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 091714 WhatsApp - Peringati HPN 2021 Di Bener Meriah, " Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi "Dikatakan, jika kita lihat di semua daerah tempat wisata di tutup,nah kita lihat pada hari ini tempat wisata kita ini kita buka dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Selanjutnya di hari HPN ini berharap ada implementasi yang dirasakan oleh masyarakat sekitar dan pemerintah tingkat nasional,bahwa tembolon itu desa atau wisata yang indah.

Kedepan kita akan jadikan menjadi Kampung Tangguh,dalam hal memajukan desa harus semua bekerja sama, baik dari pemerintahnya, pihak medianya maupaun tokoh masyarakatnya khususnya, ” Kata,Sekda.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 091815 WhatsApp - Peringati HPN 2021 Di Bener Meriah, " Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi "Sekda juga menghimbau bahwa pada saat ini Covid-19 itu jangan di anggap enteng, namun demikian dalam melakukan sesuatu tetap mengikuti protokol kesehatan, sehingga kita dapat mengindari adanya covid-19 pada saat ini, ” Papar Sekda.

Di akhir sambutannya Haili Yoga berharap kepada insan pers di hari Pers Nasional 2021 ini supaya tetap selalu mempromosikan Potensi Objek Wisata di Kampung Tembolon.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolres Bener Meriah.

Sebelumnya ketua panitia Masuri dalam laporannya menyampaikan perlu diketahui bersama bahwa Pandemi Covid-19 pada saat ini yang melanda telah menghancurkan sendi-sendi perekonomian dan melumpuhkan di semua bidang.LensaHukum.co.id - Screenshot 20210222 091658 WhatsApp - Peringati HPN 2021 Di Bener Meriah, " Bangkitkan Wisata Dimasa Pandemi "Namun itu semua kita tetap bangkit dalam keadaan pada saat ini,di hari HPN tahun 2021 ini mengajak semua pihak baik dari dinas wisata maupun tokoh masyarakat di desa tembolon untuk membangkitkan potensi wisata disini.”kata ketua Pewaber itu.

Dalam kesempatan ini kami selaku wartawan yang tergabung pada hari ini baik dari Media Online,Cetak dan Elektronik untuk Meng ekspos Objek wisata sekaligus akan kita bersama-sama mempromosikan objek wisata ini, ” Ucapnya.

Amatan media di acara Peringati HPN Hari Pers Nasional di awali dengan penanaman pohon, santunan anak yatim,Arum Jeram,Camping serta disusul dengan Wartawan menembak yang akan difasilitasi oleh Danki Brimob Bener Meriah.

Selain Insan Jurnalis peringatan Hari Pers Nasional 2021 tersebut dihadiri Sekda Bener Meriah,Kapolres Bener Meriah, Kodim 0109 BM (mewakili), Wakil Bupati terpilih Dailami, Kadis Pariwisata (mewakili),sponsor dari Bank Aceh,Ketua KIP Bener Meriah dan Kepala SKPK lainnya,Camat Syiah Utama,Reje Kampung Tembolon,Pemuda Kampung Tembolon,puluhan awak media cetak, Online dan Media Elektronik serta para tokoh-tokoh masyarakat.

 

 

 

 

( CHARIM )

Pemilik Wisata Taman Fathan Akan Perketat Protokol Kesehatan Di Masa Pandemi Dan PPKM 

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20210119 222416 WhatsApp - Pemilik Wisata Taman Fathan Akan Perketat Protokol Kesehatan Di Masa Pandemi Dan PPKM 

LENSA HUKUM

KABUPATEN BOGOR

Lensahukum.co.id

Tingginya antusias pengunjung yang datang pada Minggu lalu ke Lokasi Wisata Taman Fathan di kampung pasir pogor,desa Cipelang kecamatan Cijeruk kabupaten bogor untuk berswa photo membuat pihak pengelola wisata taman Fathan kewalahan,puluhan pekerja pun terpaksa harus kerja extra dalam melerai kerumunan pengunjung untuk menjalankan protokol kesehatan di masa PPKM yang sedang berlangsung,Selasa(19/01/2021).

Saat di mintai keterangan kepada H hari pemilik wisata taman fathan mengatakan pihaknya meminta maaf kepada masyarakat pemerintah desa,unsur muspika dan unsur Muspida,khususnya Bupati Bogor.lebih lanjut H.Ari menjelaskan pihaknya sangat berterima kasih kepada pihak desa dan unsur muspika yang sudah memberikan bantuan nya sehingga taman Fathan bisa berjalan lancar dan berkembang sampai saat ini,taman Fathan yang dulu hanya hamparan rumput sekarang banyak di kunjungi oleh penggemar swafhoto di alam bebas, ” Jelasnya.

H Ari menambahkan,dengan adanya wisata taman Fathan ini,pihaknya bisa memberdayakan masyarakat sekitar untuk bekerja dan mengais rezeki serta membantu mengurangi tingginya angka pengangguran di wilayah kampung pasir pogor alisano.selain itu H Ari menjelaskan wisata taman Fathan ini awalnya di buat untuk dirinya sendiri dan keluarga,namun karena lokasi lahan dan posisi yang strategis H Ari mempunyai ide untuk mengembangkan taman Fathan menjadi tempat rekreasi yang bisa di nikmati semua kalangan.

pemandangan wisata taman Fathan ini tidak kalah dengan tempat wisata pegunungan lainnya,dan juga dapat mengangkat potensi desa dengan kearifan lokal yang di miliki masyarakat tanpa harus merusak alam kaki gunung salak, ” Jelasnya.

H hari mengajak kepada seluruh stek holder baik masyarakat,pemerintah desa,unsur muspika dan Muspida untuk bersama-sama menggali dan meningkatkan potensi wisata di kaki gunung salak yang tidak kalah dengan puncak,H.Ari juga berharap kedepan nya para investor yang berada di wilayah kaki gunung salak dapat melakukan pengembangan yang melibatkan bagian dari elemen masyarakat setempat,karena selain dapat meningkatkan pendapatan anggaran daerah di bidang pariwisata juga dapat membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar, ” Tuturnya.

 

 

 

( iiS SURYANI )

Wisata Religi Desa Reban Jawa Tengah

 

LensaHukum.co.id - IMG 20210109 WA0030 - Wisata Religi Desa Reban Jawa Tengah

LENSA HUKUM

BATANG – JAWA TENGAH

Lensahukum.co.id

Reban tanggal 09-01-2021. Tim wisata relegi dari pekalongan. Guz Yusuf dan Guz taofek ( Gobel ) melakukan perjalana wisata relegi yang ada di Desa Reban kecamatan reban kabupaten Batang,Sabtu (09/01/2021).

LensaHukum.co.id - IMG 20210109 WA0025 - Wisata Religi Desa Reban Jawa TengahPasalnya,Menelusuri perjalanan ditengan hutan belantara sampai juga dilokasi makam sekitar jam10:30 wib,setibanya dimalam Guz Yusuf dan Guz taofek kadung menelusuri area makam dan sekitarnya Dan ditemukan sumur dan sebuah batu nisan yang dipercaya sebagai makam,Balaikambang,ketika dimintai keterang oleh wartawan Guz Yusuf memaparkan saya berdua memang sengaja datang dari pekalongan langsung menuju kedesa Reban kecamatan reban kabupatrn Batang karena disinyalir ada sebuah makam tua yang dipercaya sebagai makam Kramat syeh Balaikambang.

Berselang sikitar 15 menit,Sudaryanto dan kedua temanya yang kebetulan warga asli desa Reban datang ditempat itu Dan menyampaikan bahwa makam itu ditemukan sikitar sudah 3 tahunan oleh seorang kyai asal dari Limpung yang bernama KH Nuryasin awalnya KH Nuryasin datang ketempat itu dan menemukan situs pemakaman yang dipercaya sebagai makam tua peninggalan sejarah.

LensaHukum.co.id - IMG 20210109 WA0027 - Wisata Religi Desa Reban Jawa TengahSetelah itu menemui beperapa tokoh masyarakat Desa Reban dan menyampaikan bahwa diarea itu sebagai tempat petilasan dan kemudian berinisiatif untuk membangun sebuah gubug sebagai tempat buat sekedar istirahat dan tamu peziarah kemakan tersebut.karna nantinya tempat tersebut tidak menutup kemungkinan akan dikunjungi banyak peziarah dari dalam maupun luar kecamata reban, ” Tuturnya,Rombongan Guz Yusuf meninggalkan area makam sekitar pukul 12:30 wib.untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.

 

 

 

 

( WAHYANI )

PSBB Covid 19 Diperpanjang, Megati Waterpark Sudah Mulai Beroperasi

 

LensaHukum.co.id - IMG 20210108 WA0094 - PSBB Covid 19 Diperpanjang, Megati Waterpark Sudah Mulai Beroperasi

LENSA HUKUM

KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

Di tengah masa pandemi covid 19 (corona) sekarang ini,objek wisata air di wilayah Kabupaten Bekasi diketahui sudah mulai beroperasi dan dibuka untuk masyarakat umum.

Pasalnya,Gubernur Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil,sudah menetapkan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional untuk wilayah Bogor,Depok dan Bekasi (Bodebek) hingga tanggal 20 Januari 2021.LensaHukum.co.id - IMG 20210108 WA0093 - PSBB Covid 19 Diperpanjang, Megati Waterpark Sudah Mulai BeroperasiKetentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 443/Kep.860-Hukham/2020 tentang perpanjangan kesembilan PSBB secara proporsional Bodebek untuk menangani virus Covid 19.

Adapun Angka penyebaran virus covid 19 di wilayah Kabupaten Bekasi masih cukup tinggi, dari total 42 ribu kasus di wilayah Bodebek hingga tanggal 2 Januari 2021 kemarin, sebanyak 8.498 kasus covid 19 terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi.

Pantauan wartawan di lokasi objek wisata air Megati Waterpark yang berada di Desa Karangsetia, Kecamatan Karangbahagia, terlihat pengunjung berbondong-bondong untuk mengisi liburan dengan menikmati berbagai wahana air di lokasi tersebut.

” Iya bang saya melihat di lokasi banyak pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Memangnya sekarang ini sudah diperbolehkan, padahal setahu saya sekarang ini tingkat penyebaran covid 19 semakin meningkat,” ungkap salah seorang warga.

LensaHukum.co.id - IMG 20210108 WA0095 - PSBB Covid 19 Diperpanjang, Megati Waterpark Sudah Mulai BeroperasiSaat dikonfirmasi,salah satu pengelola Megati Waterpark,Desi,mengaku jika pihaknya sudah mendapatkan izin secara lisan dari pihak kepolisian setempat. Dirinya juga menegaskan jika beroperasinya Megati Waterpark sudah diketahui oleh pihak Polsek.

” Kami tidak akan membuka pak, bukan berarti diizinkan ya, semua memang aturannya kalau tanggal 2 Januari boleh buka, untuk Kabupaten Bekasi. Dan bukan cuma kita aja. Surat edaran kita itu liburnya tanggal 31 Desember sampai 1 Januari aja, berarti sisanya boleh buka, ” Ungkapnya.

Sementara itu,Gugus Tugas Desa Karangsetia, Deden,mengaku jika pihaknya belum pernah mendapatkan surat tembusan mengenai sudah mulai beroperasnya objek wisata Megati Waterpark dari pihak pengelola.

” Iya kalau kami (gugus tugas) belum mendapatkan laporan dari pihak pengelola,saya belum tahu kalau surat langsung melalui Kepala Desa, ” Tandasnya,saat coba dikonfirmasi awak media.

 

 

 

 

 

( MARIAM / HERU )

Bunaken Masuk Cagar Biosfir UNESCO, LaNyalla Dorong Pariwisata Sulawesi Utara

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201115 221256 KineMaster - Bunaken Masuk Cagar Biosfir UNESCO, LaNyalla Dorong Pariwisata Sulawesi Utara

LENSA HUKUM

MANADO – SULAWESI UTARA

Lensahukum.co.id

Bunaken Tangkoko Minahasa resmi diakui oleh UNESCO sebagai UNESCO Biosphere Reserves atau Cagar Biosfir UNESCO. Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung agar pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut) semakin diakui dunia,Minggu (15/11/2020).

Pasalnya,Kita tahu Bunaken saat ini sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu Cagar Biosfir. Tentunya hal ini menambah nilai jual pariwisata yang ada di Sulawesi Utara, ” Ujar, LaNyalla di Bandara Sam Ratu Langi Manado,Sulut,Minggu (15/11/2020).

LaNyalla pun mendorong pemerintah daerah di Sulut untuk kian menunjang destinasi wisata di daerahnya masing-masing. Apalagi dampak pandemi Corona, pariwisata menjadi salah satu sektor yang terkena imbasnya.

” Sosialisasikan kembali dan optimalkan pariwisata di Sulut,sehingga pada saatnya,setelah Pandemi ini mereda,kita siap bangkit dengan cepat. Karena memang akibat pandemi, pariwisata kita jadi lesu, ” Tutur, LaNyalla.

Meski begitu,LaNyalla mengimbau agar pemda mempersiapkan infrastruktur pariwisata sebaik mungkin. Termasuk semua hal yang diperlukan untuk menunjang protokol kesehatan Covid. ” Protokol kesehatan jangan sampai diabaikan. Pemda harus betul-betul mempersiapkannya, ” Ungkapnya.

Ada banyak sekali destinasi wisata di Sulut. Selain Bunaken, ada Pulau Siladen yang masih berada di Kepulauan Bunaken,pulau-pulau indah di sekitar Manado. Ada juga Air Terjun Kima Atas dan berbagai pantai yang luar biasa keindahannya.

Selain destinasi wisata,LaNyalla pun menyebut kuliner di Sulut banyak yang bisa menarik wisatawan. Ia juga mendorong agar kuliner Sulut makin digemari dan dicari, “ Pelaku UMKM bisa berinovasi dengan membuat produk makanan khas Sulut kemasan. Bisa dijual hingga ke luar negeri dengan teknologi pangan, ” Ucap, LaNyalla.

” Ada Tinutuan,sambal Roa,Woku Blanga,Dabu-dabu yang semuanya mempunyai cita rasa Indonesia yang kaya rempah. Kita harus dukung agar bisnis kuliner di Sulut semakin berkembang lagi, ” Kata, LaNyalla.

Setiba di Bandara,LaNyalla disambut empat Senator asal Sulut,Maya Rumantir,Stafanus BAN Liow,Cherish Harriette dan Djafar Alkatiri. Tampak pula Sekda Provinsi Sulut Edwin Silangen dan Forkopimda,Kapolda Sulut, Pangdam XIII Merdeka,Kajati Sulut,Danlantamal serta Danlanudsri.

Tarian khas Minahasa,Kawasara,yang juga disebut Sakalele turut menyambut kedatangan LaNyalla bersama rombongan Senator dari beberapa provinsi yang mengikuti kunjungan kerja kali ini.

 

 

 

 

( HONGKY ALEXANDER )

Kades Wanajaya Noerdin Khalid (Barok) Mendobrak Perekonomian Warga Adakan Tempat Wisata 

 

 

 

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201107 235049 KineMaster - Kades Wanajaya Noerdin Khalid (Barok) Mendobrak Perekonomian Warga Adakan Tempat Wisata 

LENSA HUKUM

WANAJAYA – KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

Di tengah pandemi Virus Corona Covid 19. perekonomian di masyarakat agak berkurang dan sedikit banyak yang terkena pengurangan di PT,akan tetapi Kades Wanajaya berinisiatif dengan dibantu para Ormas masyarakat dan pemuda Desa Wanajaya,Kecamatan Cibitung,Kabupaten Bekasi, Jumat (6/11/2020).

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201108 091324 KineMaster - Kades Wanajaya Noerdin Khalid (Barok) Mendobrak Perekonomian Warga Adakan Tempat Wisata Pasalnya,Kepala Desa Wanajaya Noerdin Khalid atau lebih akrab disapa (Barok ). Dengan adanya Tempat Pariwisata di Desa Wanaja,akan membuka banyaknya lowongan kerja dalam situasi Perekonomian yang belum stabil ini dengan langkah dan ide – ide yang Brilian untuk sebagai Penopang perekonomian khususnya Warga Wanajaya dan disamping itu juga masyarakat Wanajaya mendapatkan penghasilan baik dari petugas parkirnya,serta semua tiket masuk semua di lakukan oleh Para pengelola Tempat hiburan, ” Ungkap,Barok.

Saat Tim Media Lensa Hukum Mendatangi Kantornya,Kepala Desa Barok Barok,Mengatakan, ” Pada awalnya saya punya rekanan Pak pani mantan Sekjen BPKB dengan perkenalan saya dengan dia dan kebetulan ada tanah PJT yang bahasa kasarnya sarang ular dan seram, Kita Berinisiatif untuk merubah tempat yang dulunya banyak sarang Ular kita rubah dengan Fasilitas serta akses sekarang yang memadai atau lumayanlah,kita berpikir bagaimana mengembangkan ekonomi masyarakat, Wanajaya,yang notabenya sekarang banyak penganguran di masa Pandemik Virus Corona Covid 19. Untuk para pekerjanya khususnya orang rawa lele sekarang kita sudah berikan pekerjaan kurang lebih 30 orang dan Salecurity ataupun Satpam,selain itu tempat Wisata ini Asri seperti di lembang Begitu banyak pepohonan seperti hutan buatan ada Arena Motor kros,Arena Trek Sepeda pokoknya bagus seperti bukan di Wanajaya setelah masuk kedalamnya bagaikan di Lembang Bandung ” Ucap,Barok.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201108 091508 KineMaster - Kades Wanajaya Noerdin Khalid (Barok) Mendobrak Perekonomian Warga Adakan Tempat Wisata Adapun mengenai untuk perizinan,kades barok mengutarakan silahkan tanyakan serta berkordinasi dengan Pihak Tanah PJT. Menurut saya tanah itu pemberian yang mahakuasa di desa kita itu ada tanah CBl tanah PJT yang pohonnya sudah banyak dan sudah besar kita tinggal penataan dan belum tentu semua desa punya.

Kami satu desa berharap itu bisa di kembangkan dan orang wanajaya memanfaatkan lahan itu buat mata pencaharian yang tidak punya pekerjaan dan bisa buka usaha dagang di lokasi tempat Wisata Wanajaya dan itu tidak minta apa apa,serta silahkan membangun dan saat situasi seperti ini jaga protokol kesehatan dan sepanduk sudah saya pasang agar mentaati Protokol yang sudah di anjurkan oleh gugus tugas dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, ” Tegasnya.

Salah satu Pengunjung  Wisata Wanajaya Saat ditanyai Mengatakan, Tempat Wisata Wanajaya sangat Murah,uang masuk Hanya 2000 rupiah sedangkan parkiran 3000 ribu rupiah sangat murah banget. Harapan saya agar di tambah lagi Sport Untuk Photo – photo nya dan tempatnya juga enak, ” Ujar,Laila selaku pengunjung.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201108 091130 KineMaster - Kades Wanajaya Noerdin Khalid (Barok) Mendobrak Perekonomian Warga Adakan Tempat Wisata Dengan keberanian teman – teman BPKB bekerjasama dengan pemilik lahan untuk mejadikan tempat Wisata Wanajaya butuh Proses yang sangat panhang mengembangkannya karena pastinya kurangnya Anggaran untuk menjadikan tenpat wisata yang Asri,indah,nyaman dan seperti bukan di Desa Wanajaya saya merasa bagaikan seperti di lembang bandung setelah kita masuk melewati pohon- pohon yang rimbun di areana sport arena sepeda dan pastinya kita bangga melestarikan lahan yang kurang lebih 3,5 Hektar ini kita jadikan tempat wisata khususnya untuk Masyarakat Desa Wanajaya,Cibitung Kabupaten Bekasi.

Lanjutan,Bukan hanya itu saja,saya minta sama dia kembangkan ini tanah dengan catatan yang kerja yang dagang orang wanajaya orang kampung atau orang perumahan agar penganguran berkurang. Harapan,saya selaku Kepala Desa Wanajaya agar kita jadikan wanajaya selain banyak perumahan juga kita jadikan tempat untuk Rekreasi Masyarakat Wanajaya bisa berlibur murah dekat dengan rumah dan tidak perlu jauh – jauh kalau hanya untuk menghilangkan Penat dari aktifitas sibuk bekerja selama ini dan menyempatkan berlibur murah bersama keluarga,saudara dan teman.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201108 001746 KineMaster - Kades Wanajaya Noerdin Khalid (Barok) Mendobrak Perekonomian Warga Adakan Tempat Wisata Insyaallah saya yakin pastinya dengan Teman – teman dari Ormas yang mau membantu untuk memajukan desa wanajaya saya merasa besyukur ada tempat Asri dan bagus untuk di jadikan tempat wisata semoga saja ini bisa sampai maju wisata kita serta untuk mendobrak perekonomian masyarakat wanajaya dan memang harus di haruskan dan di wajibkan desa punya wisata,untuk dari itu kita berpikir apa yang bisa kita kembangkan ia hayu kita kembangkan untuk kemajuan desa Wanajaya,” Pungkasnya.

 

 

 

 

( MARIAM / TIM )

Wisata Wanajaya Kabupaten Bekasi Kurang Patuhi Protokol Kesehatan

 

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201101 230725 KineMaster - Wisata Wanajaya Kabupaten Bekasi Kurang Patuhi Protokol Kesehatan

LENSA HUKUM

WANAJAYA – KABUPATEN BEKASI

Lensahukum.co.id

Di tengah masa pandemi covid 19. Pemerintah dan gugus tugas kesehatan menghimbau agar masyarakat jaga jarak,tidak berkerumun,jaga jarak,menggunakan masker dan mencuci tangan dengan air dan sabun ditempat yang disediakan.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201101 230947 KineMaster - Wisata Wanajaya Kabupaten Bekasi Kurang Patuhi Protokol KesehatanHal ini Agar memutus mata rantai terhadap penyebaran Virus Corona Covid 19. Akan tetapi kita lihat disini di tempat pariwisata Desa Wanajaya,masih belum mematuhi aturan yang telah di tetapkan pemerintah dan juga menerapkan protokol kesehatan yang ada.

Pasalnya,Pariwisata Wanajaya di desa wanajaya kecamatan Cibitung kabupaten Bekasi jawa barat. Tempat Wisata belum beberapa lama ini sudah buka dari fun bike,tempat Motor cross. Sabtu 30 Oktober 2020 banyak para pengunjung mendatangi tempat wisata satu ini,mereka tidak mengikuti anjuran protokol kesehatan bahkan para petugas pun tidak ada teguran di biarkan para pengunjung masuk tanpa cuci tangan dan banyak tidak menggunakan masker.

LensaHukum.co.id - Screenshot 20201101 232952 KineMaster - Wisata Wanajaya Kabupaten Bekasi Kurang Patuhi Protokol Kesehatan

Dari keterangan penjaga dan tukang parkir saat Media konfirmasi ” mereka menjawab belum ada kantor,masih dibuat dan kalau pengelolanya datang ya sore yaitu pak haji orang Metland, ” Ucapnya.

 

 

 

 

( MARIAM / TIM )